1Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Indonesia
2Program Studi Sains Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Indonesia
3Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKT30571, author = {Ayub Sugara and Ari Anggoro and Ana Ariasari and Gunggung Senoaji and Hefri Oktoyoki and Wahyunda Pratama and Sigit Widianto Firsta and Adi Eko Prayitno and Feri Nugroho}, title = {Aplikasi Platform Google Earth Engine untuk Estimasi Stok Karbon Mangrove di Barat Laut Pulau Enggano, Sumatra}, journal = {Jurnal Kelautan Tropis}, volume = {29}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Cloud Computing; Google Earth Engin; Penginderaan Jauh}, abstract = { Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca terutama karbon dioksida (CO2), di atmosfer merupakan faktor penyebab timbulnya pemanasan iklim secara global. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak tersebut adalah meningkatkan peran hutan sebagai penyerap CO2 melalui pengelolaan hutan, salah satunya adalah hutan mangrove. Ekosistem mangrove, sebagaimana ekosistem hutan lainnya, berperan sebagai penyerap CO2 dari atmosfer. Area Barat Laut Pulau Enggano memiliki ekosistem mangrove yang sebagian berada di dalam Kawasan Cagar Alam Tanjung Laksaha. Diketahui, bahwa mengukur jumlah karbon yang disimpan dalam tubuh mangrove pada suatu lahan dapat menggambarkan banyaknya CO2 di atmosfer yang diserap oleh mangrove. Hutan mangrove menjadi sumber emisi gas rumah kaca apabila kondisi hutan mangrove rusak, sehingga kemampuan menyerap karbonnya berkurang. Sampai saat ini belum terdapat data dan informasi terkait kandungan karbon mangrove di barat Laut Pulau Enggano. Pendekatan penginderaan jauh berbasis Google Earth Engine (GEE) yang dikombinasikan dengan data lapangan dan model regresi NDVI–AGB mampu mengestimasi stok karbon mangrove di barat Laut Pulau Enggano secara efektif dan andal. Ekosistem mangrove di Barat Laut, Pulau Enggano, teridentifikasi seluas 199,72 ha. Estimasi rata-rata stok karbon pada bagian atas vegetasi (AGB) sebesar 496,91 ton/ha dan pada bagian bawah vegetasi (BGB) sebesar 188,82 ton/ha, dengan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 95,45%. Total potensi simpanan karbon mencapai 64.368,95 ton, yang didominasi oleh mangrove berkerapatan tinggi sebagai penyumbang utama stok karbon. Temuan ini menegaskan peran strategis mangrove dalam mitigasi perubahan iklim serta menyediakan dasar ilmiah yang kuat untuk perencanaan pengelolaan, konservasi, dan pengembangan skema karbon biru yang berkelanjutan. Selain itu, Pendekatan berbasis cloud computing ini menjadi terobosan penting dalam pemetaan karbon biru, karena mampu memproses data dalam skala besar tanpa bergantung pada perangkat keras lokal dan dapat diperbarui secara temporal. }, issn = {2528-3111}, pages = {479--493} doi = {10.14710/jkt.v29i3.30571}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/view/30571} }
Refworks Citation Data :
Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca terutama karbon dioksida (CO2), di atmosfer merupakan faktor penyebab timbulnya pemanasan iklim secara global. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak tersebut adalah meningkatkan peran hutan sebagai penyerap CO2 melalui pengelolaan hutan, salah satunya adalah hutan mangrove. Ekosistem mangrove, sebagaimana ekosistem hutan lainnya, berperan sebagai penyerap CO2 dari atmosfer. Area Barat Laut Pulau Enggano memiliki ekosistem mangrove yang sebagian berada di dalam Kawasan Cagar Alam Tanjung Laksaha. Diketahui, bahwa mengukur jumlah karbon yang disimpan dalam tubuh mangrove pada suatu lahan dapat menggambarkan banyaknya CO2 di atmosfer yang diserap oleh mangrove. Hutan mangrove menjadi sumber emisi gas rumah kaca apabila kondisi hutan mangrove rusak, sehingga kemampuan menyerap karbonnya berkurang. Sampai saat ini belum terdapat data dan informasi terkait kandungan karbon mangrove di barat Laut Pulau Enggano. Pendekatan penginderaan jauh berbasis Google Earth Engine (GEE) yang dikombinasikan dengan data lapangan dan model regresi NDVI–AGB mampu mengestimasi stok karbon mangrove di barat Laut Pulau Enggano secara efektif dan andal. Ekosistem mangrove di Barat Laut, Pulau Enggano, teridentifikasi seluas 199,72 ha. Estimasi rata-rata stok karbon pada bagian atas vegetasi (AGB) sebesar 496,91 ton/ha dan pada bagian bawah vegetasi (BGB) sebesar 188,82 ton/ha, dengan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 95,45%. Total potensi simpanan karbon mencapai 64.368,95 ton, yang didominasi oleh mangrove berkerapatan tinggi sebagai penyumbang utama stok karbon. Temuan ini menegaskan peran strategis mangrove dalam mitigasi perubahan iklim serta menyediakan dasar ilmiah yang kuat untuk perencanaan pengelolaan, konservasi, dan pengembangan skema karbon biru yang berkelanjutan. Selain itu, Pendekatan berbasis cloud computing ini menjadi terobosan penting dalam pemetaan karbon biru, karena mampu memproses data dalam skala besar tanpa bergantung pada perangkat keras lokal dan dapat diperbarui secara temporal.
Article Metrics:
Last update:
Upon acceptance for publication, authors agree to transfer the copyright of their article to Jurnal Kelautan Tropis, while retaining the right to reuse their work under the terms of the open license applied.
From the date of publication, the copyright for each article is held by Jurnal Kelautan Tropis. This transfer allows the journal to manage, disseminate, and preserve scholarly content in accordance with international standards and open access best practices.
Although copyright is held by the journal, all published articles are made available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, anyone may:
Copy and redistribute the material in any medium or format
Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
provided that:
Appropriate credit is given to the original author(s) and the source
Indications are made of any changes that were made
Derivative works are distributed under the same license (CC BY-SA 4.0)
While copyright is held by the journal, authors retain important reuse rights. Authors may:
Reuse the published version of their article in future works, including books, compilations, and lectures
Deposit the published version in institutional or subject repositories
Share the article freely, including on personal websites or academic networks
as long as the original publication in Jurnal Kelautan Tropis is cited and the CC BY-SA 4.0 license terms are respected.
Authors must ensure that any third-party content included in the article (e.g., figures, images, datasets) is either original, in the public domain, or licensed for reuse under compatible terms. If specific permissions are required, authors must obtain them prior to submission.
For questions regarding copyright or licensing, please contact the editorial office at: j.kelautantropis@gmail.com
View My Stats
Jurnal Kelautan Tropis is published by Departement of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.