Hubungan Antara Fasies Batugamping Terhadap Kualitasnya Sebagai Bahan Baku Semen Portland Menurut Kadar CaO dan Senyawa Terkait di Kuari B dan C, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Unit Palimanan, Cirebon

*Ahmad Syauqi Hidayatillah  -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Winarno  -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rofiatun Khasanah  -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 15 Jan 2020; Revised: 20 Jan 2020; Accepted: 20 Jan 2020; Published: 31 Mar 2020; Available online: 31 Mar 2020.
Open Access Copyright 2020 Jurnal Geosains dan Teknologi
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Statistics: 33 56
Abstract
Batugamping merupakan sumberdaya alam kategori bahan galian industri nonlogam. Penelitian mengenai fasies dan kualitas batugamping di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Unit Palimanan dilakukan untuk mengetahui hubungan antara jenis fasies terhadap kualitas batugamping sebagai bahan baku semen portland. Penelitian dilakukan dengan pengamatan sampel batugamping secara makroskopis dan mikroskopis terhadap 20 singkapan batugamping Kuari B dan C. Setiap singkapan batugamping dilakukan pengambilan sampel hand speciment untuk analisis kualitas kimia menggunakan X-Ray Fluorescence dan analisis fasies lebih spesifik. Hasil analisis menyatakan bahwa batugamping Kuari B diklasifikasikan menjadi 3 fasies, yaitu packstone, bafflestone, dan rudstone yang terbentuk pada zonasi fasies reef core dan back-reef lagoon. Batugamping Kuari C diklasifikasikan menjadi 4 fasies, yaitu mudstone, wackestone, packstone, dan grainstone yang terbentuk pada zonasi fasies back-reef lagoon. Analisis kualitas kimia menunjukkan bahwa 8 sampel batugamping Kuari B berkualitas baik (kadar CaO>49%), sedangkan pada Kuari C didapati sebanyak 8 sampel berkualitas baik (kadar CaO >49%), 2 sampel berkualitas sedang (kadar CaO 40-49%) dan 2 sampel berkualitas rendah (kadar CaO<40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis fasies batugamping yang bersifat grain supported seperti grainstone, packstone, bafflestone, dan rudstone cenderung menghasilkan batugamping dengan kualitas baik, sedangkan fasies batugamping yang bersifat matrix supported seperti mudstone dan wackestone akan menghasilkan batugamping dengan kualitas yang lebih buruk.
Keywords: fasies batugamping; semen portland; kualitas kimia; palimanan.

Article Metrics:

  1. Arpandi, D. dan Patmosukismo, S. 1975. The Cibulakan Formation as One of The Prospective Stratigraphic Unit in The North-West Java Basinal Area. Proceedings of 4th Annual Convention of Indonesian Petroleum Association. Hal. 181-210.
  2. Badan Standardisasi Nasional. 2004. SNI-15-2049-2004 Semen Portland. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
  3. Brahmantyo, B. dan Bandono. 2006. Klasifikasi Bentuk Muka Bumi (Landform) untuk Pemetaan Geomorfologi pada Skala 1:25.000 dan Aplikasinya untuk Penataan Ruang. Jurnal Geoaplika, Volume 1, Nomor 2. Hal. 071 – 078.
  4. Embry, A.F. dan Klovan, J.E. 1971. A Late Devonian Reef Tract On Northeastern Banks Island. Northwest Territories: Bulletin of Canadian Petroleum Geology.
  5. Hewlett, P. dan Liska, M., 2019. Lea's chemistry of cement and concrete (5th Eds.). Butterworth-Heinemann.
  6. Loucks, R.G., Kerans, C. dan Janson, X., 2003. Introduction to Carbonate Environments, Facies and Facies Tracts. Diambil dari http://www.beg.utexas.edu/ lmod/_IOL-CM01/cm01-step03.html (diakses April 2019).
  7. Marin, J., Winarno, T., dan Rahmadani, U., 2019. Pengaruh Intrusi Basalt terhadap Karakteristik dan Kualitas Batugamping pada Quarry Bukit Karang Putih, Indarung, Padang, Sumatra Barat. Jurnal Geosains dan Teknologi, 2(3), 98-106.
  8. Nurwaskito, A., Amril, F., dan Widodo, S., 2015. Analisis Kualitas Batugamping sebagai Bahan Baku Utama Semen Portland pada PT. Semen Tonasa Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Geomine, 2(1).
  9. Parorak, C., Yuwanto, S. H., Bahar, H., dan Abdilbar, A. A., 2019. Geologi dan Analisis Kualitas Batugamping Sebagai Bahan Baku Semen Daerah Solokuro dan Sekitarnya, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (pp. 222-226).
  10. Permana, A. P., 2018. Potensi Batugamping Terumbu Gorontalo sebagai Bahan Galian Industri Berdasarkan Analisis Geokimia Xrf. EnviroScienteae, 14(3), 174-179.
  11. Pomar, L., Brandano, M. dan Westphal, H. 2004. Environmental Factors Influencing Skeletal-Grain Sediment Associations: A Critical Review Of Miocene Examples From The Western-Mediterranean. Sedimentology Vol. 51, Hal. 627-651.
  12. Purwoto, Chandra, R. dan Nugroho, E.F. 2011. Peta Geologi Penambangan Batukapur dan Tanah Liat Gunung Kromong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Cirebon: PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Skala 1:12.000.
  13. Van Bemmelen, R.W. 1949. The Geology of Indonesia Vol. IA. Netherland: Martinus Nijhoff, The Hague.
  14. Wheeler, B. D. 1999. Analysis of limestones and dolomites by X-ray fluorescence. The Rigaku Journal, 16(1), 16-25.