skip to main content

Pengukuran Batimetri Untuk Perencanaan Pengerukan Kolam Pelabuhan Peti Kemas Belawan Sumatera Utara

*Syakinah Maghfirah Ayu  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Agus Anugroho Dwi Suryo P scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Petrus Subardjo scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sugeng Widada scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Purwanto Purwanto scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kapal kandas kerap terjadi di Kolam Pelabuhan Peti Kemas Belawan diakibatkan  adanya  pendangkalan. Pendangkalan akibat inputan sedimen sari Muara Sungai Belawan membuat kedalaman tidak sesuai dengan draft minimum kapal. Hal ini menghambat aktivitas bongkar muat sehingga diperlukan perawatan kolam pelabuhan dengan cara pengerukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kedalaman sebenarnya/eksisting dengan mengukur batimetri agar diketahui volume  pengerukan penambahan kedalaman sesuai syarat aman draft kapal. Materi pada penelitian ini meliputi kedalaman eksisting, pasang surut, dan data draft kapal. Metode studi kasus diterapkan pada penelitian ini karena permasalahan yang dikaji menghasilkan hasil penelitian yang hanya dapat digunakan di lokasi tersebut. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kedalaman eksisting  yang  berkisar  antara -3,70  m  hingga -10,5 m. Berdasarkan  hasil  tersebut  apabila  disesuaikan dengan syarat aman kapal pada kolam pelabuhan yaitu -11 m, terjadi pendangkalan sehingga perlu dilakukan pengerukan. Setelah itu dihitung volume pendangkalan  yang dikeruk berdasarkan desain kedalaman, slope,  penambahan siltation rate menggunakan metode Grading dengan TIN (Triangulated Irregular Network) oleh perangkat lunak AutoCAD Civil 3D 2016. Total nilai volume pengerukan sedimen yang harus dikeruk sebesar 96.064,034 m3 agar kolam pelabuhan dapat dilalui kapal secara aman
Fulltext View|Download
Keywords: Pelabuhan; Pengerukan; Survei Hidrografi; Singlebeam Echosounde
Funding: Diponegoro University, Department of Oceanography

Article Metrics:

  1. Defrimilsa. 2003. Studi Perbandingan Profil Batimetri Perairan Utara Belitung Hasil Deteksi Sistem Akustik Bim Terbagi Simrad EY500 Dengan Profil Batimetri Peta Dishidros TNI-AL [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor
  2. Dewi, L. S., Ismanto, A., & Indrayanti, E. 2015. Pemetaan batimetri menggunakan single-beam echosounder di perairan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Journal of Oceanography, 4(1), 10-17
  3. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. 2006. Pedoman Teknis Kegiatan Pengerukan dan Reklamasi. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta
  4. Dwi, G. M., & Tutuko, B. 2017. Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam Proyek Pembangunan Pelabuhan di Kabupaten Kendal. Teknika, 12(2)
  5. Febriyanti, L., Purnomo, P. W., & A’in, C. (2018). Karakteristik Oseanografi Dan Sedimentasi Di Perairan Tererosi Desa Bedono, Demak Pada Musim Barat (Characteristics Of Oceanography And Sedimentation Of Waters Erosion In Bedono Village Demak During West Season). Management Of Aquatic Resources Journal, 6(4), 367-375
  6. Fernedy, F. 2008. Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Muara Sungai Teluk Jakarta. (Skripsi). Program studi Ilmu Kelautan dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kalautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 64hlm
  7. Geodis, Ale. 2012, Calculation of Volume, Diakses pada 05 Januari 2020, dari http://www.geodisale.com
  8. Huibert, J.L. 2006. Handbook of Offshore Surveying-Volume Two: Acquisition and Processing. Skilltrade, Amsterdam, 326 p
  9. Iskandar, I. W. P. (2008). Studi Karakteristik Sedimen di Perairan Pelabuhan Belawan
  10. Laporan Survei PT. PELINDO I (2019). Pemeliharaan Alur dan Kolam Pelabuhan PT. Pelindo I (persero). PT. Pelindo I (persero), Sumatera Utara
  11. Nurzanah, W. (2019). Penentuan Lokasi Pembuangan Material Keruk Alur Pelayaran Pelabuhan Belawan Dengan Sistem Informasi Geografis. Buletin Utama Teknik, 14(2), 80-91
  12. Nybakken, W.J., 1988. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Gramedia, Jakarta
  13. Pamuji, A., M. R. Muskananfola, C. A’in. 2015. Pengaruh Sedimentasi Terhadap Kelimpahan Makrozoobenthos Di Muara Sungai Betahwalang Kabupaten Demak. Jurnal Saintek Perikanan. 10 (2) : 129-135
  14. Pelindo, 2003, Studi Perilaku Sedimentasi / Siltasi & Coastal Morphology DalamRangka Pengembangan Pelabuhan Belawan, Penerbit PT. Pelabuhan Indonesia
  15. Poerbandono dan E. Djunarsjah. 2005. Survey Hidrografi. Refika Aditama
  16. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. 2013. Kebijakan, Norma, Standar, dan Prosedur Pelaksanaan Kewenangan Bidang Perhubungan Laut yang Dilimpahkan Kepada Dewn Kawasan Sabang. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta
  17. Staff Direktorat Teknik PT. Pelindo I (persero). 2019. Petunjuk Teknis Pemeliharaan Alur dan Kolam Pelabuhan PT. Pelindo I (persero). PT. Pelindo I (persero), Sumatera Utara
  18. Surakhmad, W. 1980. Pengantar Penelitian Ilmiah. Tarsito, Bandung
  19. Yudianto, A. C., Ismunarti, D. H., & Indrayanti, E. (2014). Pemetaan Batimetri Kolam Pelabuhan Khusus PT. Arun Ngl, Lhokseumawe, Aceh. Journal of Oceanography, 3(3), 366-374

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.