skip to main content

Studi Batimetri dan Topografi Dasar Laut untuk Penentuan Jalur Peletakanan Kabel Bawah Laut di Perairan Lampung – Pulau Pahawang

*Ma'ariq Badrutamam S.  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Alfi Satriadi scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Aris Ismanto scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Energi listrik sangat dibutuhkan untuk berbagai macam keperluan seiring dengan perkembangan dinamika kehidupan masyarakat. Untuk mengantisipasinya direncanakan pembangunan daya pasokan listrik melalui kabel bawah laut dari Lampung menuju Pulau Pahawang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kedalaman dan morfologi dasar laut pada lokasi penelitian serta menentukan jalur kabel bawah laut berdasarkan data tersebut. Jalur pemasangan kabel bawah laut dimulai dari landing point Lampung, berlanjut melintasi laut menuju landing point Pulau Pahawang. Dalam merancang jalur pemasangan kabel bawah laut, metode yang digunakan berupa metode survei berupa observasi lapangan dengan data berupa data batimetri dan side scan sonar menggunakan echosounder singlebeam dan SSS Humminbird Helix 12 Chirp Mega SI GPS G2N, topografi dasar laut dan informasi sedimen dasar di sepanjang rencana koridor jalur kabel laut menggunakan sedimen grab serta data pasang surut pada tanggal 12 Juli 2019. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Reef Master 2.0 dan Surfer 11. Hasil dari penelitian ini adalah jalur kabel bawah laut dari landing point Lampung ke landing point Pulau Pahawang dengan panjang kabel 1406.77 meter. Kedalaman air laut di lokasi penelitian -0.5 hingga -25 meter dengan topografi permukaan dasar laut bergelombang dengan kemiringan 6.48o dan memiliki sedimen dasar laut yang didominasi oleh lanau dan pasir.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Instrumen Riset
Tidak berjudul
Subject
Type Instrumen Riset
  Download (2MB)    Indexing metadata
Keywords: Batimetri; Kabel Bawah Laut; Topografi Dasar Laut

Article Metrics:

  1. Amirullah, M. D, Khomsin dan Danar, G. P. 2015. Analisis Data Sub Bottom Profiller Terintegrasi Untuk Identifikasi Sedimen. Jurnal Teknik ITS, 4(1)
  2. Badan Pusat Statistik. 2018. Statistik Indonesia. Badan Pusat Statistik, Jakarta
  3. Det Norske Veritas (DNV-GL). 2016. Subsea Power Cables in Shallow Water. DNV-GL, AS
  4. Fitra, H. A dan Asirin. 2018. Ketahanan Masyarakat terhadap Ancaman Krisis Energi Listrik di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Jurnal Wilayah dan Lingkungan., 6(1): 58-73
  5. Kennett, J. P. 1982. Marine Geology, Prentice-Hall Inc.,Englewood, New Jersey
  6. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 33/MEN/2002. Kementerian Kelautan dan Perikanan, Republik Indonesia
  7. Mulyana, W dan Salahudin, M. 2009. Morfologi Dasar Laut Indonesia. Puslitbang Geologi Kelautan (PPPGL), Dep. ESDM, Bandung
  8. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. 2016. PM 129 Tahun 2016. Menteri Perhubungan, Republik Indonesia
  9. Triatmodjo, B. 1999. Teknik Pantai. Beta Offset. Yogyakarta
  10. Tsutomu, O dan Teomohisa, N. 2010. Route Design/Cable Laying Technologies for Optical Submarine Cable. NEC Technical Journal., 5(5): 46-50
  11. Van Zuidam, R. A. 1985. Aerial Photo-Interpretation in Terrain Analysis and Geomorphology Mapping. Smith Publisher The Hague, ITC

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.