BibTex Citation Data :
@article{IJOCE31977, author = {Iwan Anwar and Ayi Tarya and Faruq Khadami and Aris Ismanto and Alfita Handayani and Sandy Herho and Umar Abdurrahman and Ida Bagus Oka Agastya and Retno Argian Pangesti Putri and Nining Sari Ningsih}, title = {Analisis Penjalaran dan Transformasi Pasang Surut dari Pelabuhan Semarang (PS) ke Timbulsloko Sinking Village (TSV), Demak}, journal = {Indonesian Journal of Oceanography}, volume = {8}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Pasang Surut, Timbulsloko Sinking Village, Pelabuhan Semarang, wavelet coherence}, abstract = { Timbulsloko Sinking Village (TSV), Demak, merupakan kawasan pesisir yang mengalami genangan permanen akibat rob dan penurunan muka tanah, sehingga variasi muka air di wilayah ini tidak selalu sama dengan sinyal pasang surut di perairan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjalaran dan transformasi pasang surut dari Stasiun Pasang Surut Pelabuhan Semarang (PS) menuju stasiun muka air TSV. Data yang digunakan mencakup periode 16 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026. Analisis dilakukan melalui pemrosesan data raw, penyamaan interval waktu menjadi 15 menit, korelasi silang, analisis harmonik menggunakan S_TIDE, rekonstruksi muka air, serta analisis continuous wavelet transform, cross-wavelet transform, dan wavelet coherence. Hasil menunjukkan bahwa muka air di TSV tertinggal sekitar 0,75 jam atau 45 menit terhadap PS, dengan korelasi maksimum 0,897. Rekonstruksi S_TIDE menjelaskan 87,08% varians muka air di PS dan 79,87% di TSV. Sementara itu, komponen M2 menunjukkan lag 0,81 jam dengan rasio amplitudo TSV/PS sebesar 0,688. Hal tersebut mengindikasikan atenuasi komponen semidiurnal utama. Wavelet coherence memperlihatkan hubungan kuat antara kedua stasiun pada band semidiurnal dan diurnal, dengan mean coherence masing-masing 0,965 dan 0,991. Selain itu, komponen perairan dangkal MO3, M4, dan M8 memiliki amplitudo lebih tinggi di TSV dibanding di PS. Dengan demikian, komponen perairan dangkal menunjukkan adanya indikasi deformasi nonlinier di TSV. Hasil ini menunjukkan bahwa sinyal pasang surut di TSV tidak hanya mengalami keterlambatan, tetapi juga atenuasi dan transformasi harmonik akibat kondisi lokal kawasan sinking village. }, issn = {2714-8726}, pages = {346--356} doi = {10.14710/ijoce.v8i3.31977}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ijoce/article/view/31977} }
Refworks Citation Data :
Timbulsloko Sinking Village (TSV), Demak, merupakan kawasan pesisir yang mengalami genangan permanen akibat rob dan penurunan muka tanah, sehingga variasi muka air di wilayah ini tidak selalu sama dengan sinyal pasang surut di perairan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjalaran dan transformasi pasang surut dari Stasiun Pasang Surut Pelabuhan Semarang (PS) menuju stasiun muka air TSV. Data yang digunakan mencakup periode 16 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026. Analisis dilakukan melalui pemrosesan data raw, penyamaan interval waktu menjadi 15 menit, korelasi silang, analisis harmonik menggunakan S_TIDE, rekonstruksi muka air, serta analisis continuous wavelet transform, cross-wavelet transform, dan wavelet coherence. Hasil menunjukkan bahwa muka air di TSV tertinggal sekitar 0,75 jam atau 45 menit terhadap PS, dengan korelasi maksimum 0,897. Rekonstruksi S_TIDE menjelaskan 87,08% varians muka air di PS dan 79,87% di TSV. Sementara itu, komponen M2 menunjukkan lag 0,81 jam dengan rasio amplitudo TSV/PS sebesar 0,688. Hal tersebut mengindikasikan atenuasi komponen semidiurnal utama. Wavelet coherence memperlihatkan hubungan kuat antara kedua stasiun pada band semidiurnal dan diurnal, dengan mean coherence masing-masing 0,965 dan 0,991. Selain itu, komponen perairan dangkal MO3, M4, dan M8 memiliki amplitudo lebih tinggi di TSV dibanding di PS. Dengan demikian, komponen perairan dangkal menunjukkan adanya indikasi deformasi nonlinier di TSV. Hasil ini menunjukkan bahwa sinyal pasang surut di TSV tidak hanya mengalami keterlambatan, tetapi juga atenuasi dan transformasi harmonik akibat kondisi lokal kawasan sinking village.
Article Metrics:
Last update:
Authors who publish with Indonesian Journal of Oceanography retain full copyright of their articles. The journal supports author rights and encourages open access to scholarly work.
Publishing Rights By submitting to this journal, authors grant Indonesian Journal of Oceanography the non-exclusive right to publish and distribute their work. All content is freely available to the public and can be reused, redistributed, and adapted, provided proper attribution is given and any derivative works are licensed under the same terms.
LicenseAll articles in this journal are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats