BibTex Citation Data :
@article{IJOCE31749, author = {Zalfa Apricia Durotunasha and Muhammad Zainuri and Lilik Maslukah and Rizqi Ayu Farihah}, title = {Sebaran Total Suspended Solid dan Klorofil–A Menggunakan Perbedaan Model Geospasial Di Perairan Depan Sungai Bedahan, Kabupaten Pekalongan}, journal = {Indonesian Journal of Oceanography}, volume = {8}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {model geospasial; padatan tersuspensi; klorofil-a; interpolasi}, abstract = { Total Suspended Sediment (TSS) merupakan salah satu variabel penting yang menentukan kualitas air karena TSS mengontrol proses biologis di perairan pesisir. TSS ini terdiri dari komponen hidup dan tidak hidup, termasuk didalamnya adalah fitoplankton yang mengandung pigmen klorofil-a. Tujuan penelitian ini adalah memetakan TSS dan klorofil-a menggunakan tiga metode interpolasi dan menentukan model hubungan keduanya. Sampel air diambil sebanyak 57 stasiun yang diambil di epan muara sungai Bedahan. Sebanyak 70% data in situ digunakan untuk inputan model dan 30% lainnya digunakan untuk validasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode interpolasi Kriging memiliki akurasi lebih tinggi diikuti Spline dan Inverse Distance Weighted (IDW). Melalui hasil penelitian ini, kami juga mendapatkan model hubungan antara TSS terhadap klorofil-a dengan koefisien determinasi sebesar (R 2 =0,40). Model regresi ini memperlihatkan bahwa klorofil-a sebagai pigmen utama fitoplankton berkontribusi terhadap tingginya nilai TSS di perairan. Kontribusi ini memperlihatkan bahwa wilayah depan muara Sungai Bedahan masih menunjukkan ekosistem muara yang sehat, akibat keberadaan fitoplankton dan tidak terjadi dominasi dari material anorganik yang dapat mengurangi masuknya cahaya ke kolom perairan. }, issn = {2714-8726}, pages = {181--191} doi = {10.14710/ijoce.v8i2.31749}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ijoce/article/view/31749} }
Refworks Citation Data :
Total Suspended Sediment (TSS) merupakan salah satu variabel penting yang menentukan kualitas air karena TSS mengontrol proses biologis di perairan pesisir. TSS ini terdiri dari komponen hidup dan tidak hidup, termasuk didalamnya adalah fitoplankton yang mengandung pigmen klorofil-a. Tujuan penelitian ini adalah memetakan TSS dan klorofil-a menggunakan tiga metode interpolasi dan menentukan model hubungan keduanya. Sampel air diambil sebanyak 57 stasiun yang diambil di epan muara sungai Bedahan. Sebanyak 70% data in situ digunakan untuk inputan model dan 30% lainnya digunakan untuk validasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode interpolasi Kriging memiliki akurasi lebih tinggi diikuti Spline dan Inverse Distance Weighted (IDW). Melalui hasil penelitian ini, kami juga mendapatkan model hubungan antara TSS terhadap klorofil-a dengan koefisien determinasi sebesar (R2=0,40). Model regresi ini memperlihatkan bahwa klorofil-a sebagai pigmen utama fitoplankton berkontribusi terhadap tingginya nilai TSS di perairan. Kontribusi ini memperlihatkan bahwa wilayah depan muara Sungai Bedahan masih menunjukkan ekosistem muara yang sehat, akibat keberadaan fitoplankton dan tidak terjadi dominasi dari material anorganik yang dapat mengurangi masuknya cahaya ke kolom perairan.
Article Metrics:
Last update:
Authors who publish with Indonesian Journal of Oceanography retain full copyright of their articles. The journal supports author rights and encourages open access to scholarly work.
Publishing Rights By submitting to this journal, authors grant Indonesian Journal of Oceanography the non-exclusive right to publish and distribute their work. All content is freely available to the public and can be reused, redistributed, and adapted, provided proper attribution is given and any derivative works are licensed under the same terms.
LicenseAll articles in this journal are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats