BibTex Citation Data :
@article{IJOCE31165, author = {Dwitya Suci and Elis Indrayanti and Sugeng Widada}, title = {Prediksi Genangan Banjir Rob di Kota Pekalongan Pasca Pembangunan Tanggul Laut}, journal = {Indonesian Journal of Oceanography}, volume = {8}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Banjir Rob; Kenaikan Muka Laut; Pasang Surut; Penurunan Muka Tanah; Kota Pekalongan}, abstract = { Banjir pesisir yang dikenal sebagai banjir rob merupakan masalah serius yang banyak terjadi di beberapa kota di Indonesia tak terkecuali Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi genangan banjir rob di Kota Pekalongan pasca pembangunan tanggul laut tahun 2022 yaitu untuk kondisi tahun 2023, 2030, 2040 dan 2050. Luasan genangan rob dihitung dengan mempertimbangkan data penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut. Metode yang digunakan meliputi perhitungan kenaikan muka laut diolah dari data altrimetri satelit (1993 – 2024) menggunakan metode ROMS dan analisis regresi linier, sedangkan penurunan muka tanah dianalisis menggunakan metode Differential Interferometry SAR (DInSAR) dengan citra Sentinel-1A dari tahun 2018 hingga 2022. Faktor tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam model geospasial menggunakan ArcGis untuk membuat peta prediksi genangan rob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan muka air laut di Kota sebesar 4.05 mm/tahun. Nilai maksimal dan minimum penurunan muka tanah sebesar 4.710 cm dan -9.328 cm. Prediksi luas genangan banjir rob tahun 2023, 2030 dan 2040 sebesar 3,269 hektar, 95,595 hektar dan 42,834 hektar. Sedangkan pada tahun 2050 luas genangan rob mencapai 249,494 hektar. }, issn = {2714-8726}, pages = {91--102} doi = {10.14710/ijoce.v8i1.31165}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ijoce/article/view/31165} }
Refworks Citation Data :
Banjir pesisir yang dikenal sebagai banjir rob merupakan masalah serius yang banyak terjadi di beberapa kota di Indonesia tak terkecuali Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi genangan banjir rob di Kota Pekalongan pasca pembangunan tanggul laut tahun 2022 yaitu untuk kondisi tahun 2023, 2030, 2040 dan 2050. Luasan genangan rob dihitung dengan mempertimbangkan data penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut. Metode yang digunakan meliputi perhitungan kenaikan muka laut diolah dari data altrimetri satelit (1993 – 2024) menggunakan metode ROMS dan analisis regresi linier, sedangkan penurunan muka tanah dianalisis menggunakan metode Differential Interferometry SAR (DInSAR) dengan citra Sentinel-1A dari tahun 2018 hingga 2022. Faktor tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam model geospasial menggunakan ArcGis untuk membuat peta prediksi genangan rob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan muka air laut di Kota sebesar 4.05 mm/tahun. Nilai maksimal dan minimum penurunan muka tanah sebesar 4.710 cm dan -9.328 cm. Prediksi luas genangan banjir rob tahun 2023, 2030 dan 2040 sebesar 3,269 hektar, 95,595 hektar dan 42,834 hektar. Sedangkan pada tahun 2050 luas genangan rob mencapai 249,494 hektar.
Article Metrics:
Last update:
Authors who publish with Indonesian Journal of Oceanography retain full copyright of their articles. The journal supports author rights and encourages open access to scholarly work.
Publishing Rights By submitting to this journal, authors grant Indonesian Journal of Oceanography the non-exclusive right to publish and distribute their work. All content is freely available to the public and can be reused, redistributed, and adapted, provided proper attribution is given and any derivative works are licensed under the same terms.
License All articles in this journal are published under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
This license allows:
Sharing — copying and redistributing the material in any medium or format.
Adaptation — remixing, transforming, and building upon the material for any purpose, even commercially.
Users must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. Any modified material must be distributed under the same license as the original.
For full license terms, please visit: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
View My Stats