BibTex Citation Data :
@article{IJOCE30430, author = {Gilang Putra and Leony Nova and Anissa Tifana and Fauziana Zahra and Arifa Fitri and Mutya Cahyani and Jahida Ayyun and Ivan Agustin and Muhammad Heliano and Widya Prarikeslan}, title = {Analisis Perubahan Garis Pantai Parangtritis dan Pengaruh Faktor Oseanografi Menggunakan Citra Landsat}, journal = {Indonesian Journal of Oceanography}, volume = {8}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Abrasi; DSAS; garis pantai; gelombang; Parangtritis}, abstract = { Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis di wilayah pesisir yang dipengaruhi oleh proses oseanografi, seperti gelombang dan pasang surut, serta dapat berdampak pada stabilitas lingkungan pesisir. Pantai Parangtritis, yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, memiliki dinamika garis pantai yang tinggi sehingga perlu dikaji secara kuantitatif dalam rentang waktu yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai Pantai Parangtritis selama periode 2004–2024 serta keterkaitannya dengan faktor oseanografi, khususnya gelombang laut dan pasang surut. Analisis dilakukan menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan parameter Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) berdasarkan citra Landsat multitemporal, sedangkan faktor oseanografi dianalisis menggunakan data deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai didominasi oleh abrasi, dengan 59% dari 79 transek mengalami kemunduran. Nilai EPR minimum mencapai -9,01 m/tahun dan rata-rata -2,45 m/tahun, sedangkan akresi hanya terjadi secara lokal. Variasi tinggi gelombang tahunan berkisar antara 1,26–2,67 meter dan berasosiasi dengan intensitas abrasi pada periode tertentu. Pasang surut bertipe campuran condong semi-diurnal berperan sebagai faktor penguat abrasi. Hasil ini menunjukkan bahwa citra Landsat multitemporal dan metode DSAS efektif untuk mendukung pemantauan dan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. }, issn = {2714-8726}, pages = {145--155} doi = {10.14710/ijoce.v8i2.30430}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ijoce/article/view/30430} }
Refworks Citation Data :
Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis di wilayah pesisir yang dipengaruhi oleh proses oseanografi, seperti gelombang dan pasang surut, serta dapat berdampak pada stabilitas lingkungan pesisir. Pantai Parangtritis, yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, memiliki dinamika garis pantai yang tinggi sehingga perlu dikaji secara kuantitatif dalam rentang waktu yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai Pantai Parangtritis selama periode 2004–2024 serta keterkaitannya dengan faktor oseanografi, khususnya gelombang laut dan pasang surut. Analisis dilakukan menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan parameter Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) berdasarkan citra Landsat multitemporal, sedangkan faktor oseanografi dianalisis menggunakan data deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai didominasi oleh abrasi, dengan 59% dari 79 transek mengalami kemunduran. Nilai EPR minimum mencapai -9,01 m/tahun dan rata-rata -2,45 m/tahun, sedangkan akresi hanya terjadi secara lokal. Variasi tinggi gelombang tahunan berkisar antara 1,26–2,67 meter dan berasosiasi dengan intensitas abrasi pada periode tertentu. Pasang surut bertipe campuran condong semi-diurnal berperan sebagai faktor penguat abrasi. Hasil ini menunjukkan bahwa citra Landsat multitemporal dan metode DSAS efektif untuk mendukung pemantauan dan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Article Metrics:
Last update:
Authors who publish with Indonesian Journal of Oceanography retain full copyright of their articles. The journal supports author rights and encourages open access to scholarly work.
Publishing Rights By submitting to this journal, authors grant Indonesian Journal of Oceanography the non-exclusive right to publish and distribute their work. All content is freely available to the public and can be reused, redistributed, and adapted, provided proper attribution is given and any derivative works are licensed under the same terms.
LicenseAll articles in this journal are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats