skip to main content

Keterkaitan Jenis Sedimen dan Kandungan C-organik dengan Komunitas Makrozoobentos Epifauna di Tanjung Carat, Sumatera Selatan

*Isnaini Isnaini scopus  -  Departemen Ilmu Kelautan Fakultas, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Riris Aryawati  -  Departemen Ilmu Kelautan Fakultas, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Natalia Clarisa Sitorus  -  Departemen Ilmu Kelautan Fakultas, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Melki Melki  -  Departemen Ilmu Kelautan Fakultas, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Akhmad Tri Prasetyo  -  Laboratorium Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Kelautan, Universitas, Indonesia
Rozirwan Rozirwan  -  Departemen Ilmu Kelautan Fakultas, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Redho Yoga Nugroho  -  Laboratorium Bioekologi Kelautan, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Open Access Copyright 2026 Indonesian Journal of Oceanography
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Tanjung Carat, Sumatera Selatan merupakan kawasan estuari yang mengalami penurunan luasan hutan mangrove akibat pembukaan lahan untuk pembangunan pelabuhan. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi karakteristik sedimen, khususnya kandungan C-organik yang berperan penting dalam mendukung kehidupan makrozoobentos. Kandungan bahan organik dalam sedimen merupakan sumber energi utama bagi makrozoobentos serta berperan dalam proses dekomposisi dan siklus nutrien. Kandungan C-organik yang optimal dapat meningkatkan produktivitas organisme bentik, namun kadar yang berlebihan berpotensi menimbulkan kondisi anaerob yang menghambat keberadaan fauna tertentu. Variasi kandungan C-organik dan jenis sedimen sangat memengaruhi kelimpahan, keanekaragaman, serta struktur komunitas makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis sedimen, kandungan C-organik sedimen, kelimpahan beserta struktur komunitas makrozoobentos epifauna, hingga hubungan karakteristik sedimen dengan kelimpahan makrozoobentos. Penelitian dilakukan di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin dengan tiga stasiun penelitian yang ditentukan secara purposive sampling. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan metode transek. Analisis C-organik dilakukan menggunakan spektrofotometri, sedangkan ukuran butir sedimen dianalisis menggunakan ayakan basah dan kering dan diklasifikasikan berdasarkan skala Wentworth dan segitiga Shepard. Hubungan antara karakteristik sedimen dan kelimpahan makrozoobentos dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 jenis makrozoobentos dari tiga kelas, dengan kelimpahan 233–1733 ind/100 m². Struktur komunitas menunjukkan keanekaragaman sedang, keseragaman tinggi, tanpa spesies dominan, serta hubungan positif antara kelimpahan makrozoobentos, kandungan C-organik, dan substrat lempung.

 

Fulltext View|Download
Keywords: C-Organik; Jenis sedimen; Makrozoobentos Epifauna

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.