skip to main content

Kajian Stok Karbon Organik dalam Sedimen di Area Vegetasi Mangrove Karimunjawa

*Nurul Hickmah  -  Department of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro, Indonesia
Lilik Maslukah  -  Department of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Yulina Wulandari  -  Department of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro, Indonesia
Denny Nugroho Sugianto scopus  -  Department of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro, Indonesia
Anindya Wirasatriya  -  Department of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Ekosistem mangrove termasuk ekosistem yang sangat produktif dan dapat berkontribusi sebagai penyimpan karbon organik pada sedimen. Lepasan serasah yang jatuh ke dasar akan menjadi bagian Sedimen. Serasah yang berguguran akan mengalami dekomposisi dan membentuk karbon organik. Jenis mangrove yang tumbuh dalam suatu ekosistem dipengaruhi oleh distribusi ukuran butir. Setiap jenis mangrove memiliki karakteristik pertumbuhan spesifik. Hal ini akan berpengaruh terhadap kemampuan penyimpanan bahan organik dan secara langsung dapat mempengaruhi kontribusi konsentrasi bahan organik dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simpanan karbon organik total dalam sedimen di daerah vegetasi mangrove Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada 29 September – 3 Oktober 2020. Analisis data meliputi analisis karbon organik total dengan metode LOI (Lost of Ignition), densitas sedimen (Bulk Density), pH sedimen dan ukuran butir sedimen menggunakan metode granulometri. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata simpanan karbon organik secara vertikal di dekat aliran sebesar 172,72 ton/ha, sedangkan yang jauh dari aliran yaitu 76,17 ton/ha. Simpanan karbon organik ditentukan oleh variabel terikat yaitu bulk density, kandungan karbon dan kedalaman sampel. Faktor lain yang mempengaruhi simpanan karbon organik yaitu pH sedimen, ukuran dan jenis partikel.

 

Kata kunci : Distribusi Karbon Organik, Sedimen, Karimunjawa

Fulltext View|Download
  1. Alongi, D. M. 2012. Carbon Sequestration in Mangrove Forest. Carbon Management (3) : 313-322
  2. Bates, N. R., M. H. P. Best, K. Neely, R. Garley, A. G. Dickson, dan R. J. Johnson. 2012. Detecting anthropogenic carbon dioxide uptake and ocean acidification in the North Atlantic Ocean. Biogeosciences, 9(7)
  3. Dharmawan, I. W. S. dan C. A. Siregar. 2008. Karbon Tanah dan Pendugaan Karbon Tegakan Avicennia marina (Forsk.) Vierh. Di Ciasem, Purwakarta. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 5(4):317-328
  4. Eleftheriou, A. dan A. M. Intyre. 2005. Methods for the Sudy of Marine Benthos. Ed. 3rd Ed. Blackwell Scientific Publications, Oxford, 422 hal
  5. Elisabeth, V., P. V. Y. Yamlean dan H. S. Supriati. 2018. Formulasi Sediaan Granul dengan Bahan Pengikat Pati Kulit Pisang Goroho (Musa acuminafe L.) dan Pengaaruhnya pada Sifat Fisik Granul. Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(4):1-11
  6. Feely, R. A., S. C. Doney, dan S. R. Cooley. 2009. Ocean acidification: Present Conditions and Future Changes in a High-CO2 world. Oceanography, 22(4):36–47
  7. Fifianingrum, K. P. N. D., H. Endrawati dan I. Riniastih. 2020. Simpanan Karbon pada Ekosistem Lamun di Perairan Alang-Alang dan Perairan Pancuran Karimunjawa, Jawa Tengah. Jurnal of Marine Reasearch, 9(3):289-295
  8. Hartati, R., I. Pratikto dan T. N Pratiwi. 2017. Biomassa dan Estimasi Simpanan Karbon pada Ekosistem Padang Lamun di Pulau Menjangan Kecil dan Pulau Sintok, Kepulauan Karimunjawa. Buletin Oseanografi Marina, 6 (1):74–81
  9. Hartoko, A., S. Chayaningrum, D.A. Febrianti, D. Ariyanto dan Suryanti. 2014. Carbon Biomass Algorithms Development for Mangrove Vegetation in Kemujan, Parang Island Karimunjawa National Park and Demak Coastal Area—Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 23:39–47
  10. Hermialingga, S., R. A. Suwignyo dan T. Z. Ulqodry. 2020. Carbon Storage Estimation In Mangrove Sediment At Payung Island, South Sumatera. Sriwijaya Journal of Environment, 5(3):178-184
  11. Howard, J., S. Hyot, K. Isensee, E. Pidgeon dan M. Telszewski. 2014. Coastal Blue Carbon: Methods for assessing carbon stocks and emissions factors in mangroves, tidal salt marshes, and seagrasses. Conservation International, Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO, International Union for Conservation of Nature. Arlington, Virginia, USA
  12. IPCC. 2013. Climate Change 2013: The Physical Science Basis. Working Group I Contribution to the Fifth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change, Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA
  13. Mahasani, I. G. A. I., I. W. G. A. Karang dan I. G. Hendrawan. 2016. Karbon Organik di Bawah Permukaan Tanah pada Kawasan Rehabilitasi Hutan Mangrove, Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali. Prosiding Seminar Nasional Kelautan 2016
  14. Mahasani, I. G. A. I., N. Widagti dan I. W. G. A. Karang. 2015. Estimasi Persentase Karbon Organik di Hutan Mangrove Bekas Tambak, Perancak, Jembrana, Bali. Jurnal of Marine Aquatic Science, 1:14-18
  15. Meng, J., P. Yao, Z. Yu, T. S. Bianchi, B. Zhao, H. Pan dan D. Li. 2014. Speciation, Bioavailability and Preservation of Phosphorus of the Changjiang Estuary and Adjacent East China Sea Inner Shelf. Estuarine, Coastal and Shelf Science., 144:27-38
  16. Murdiyarso, D., J. Purbopuspito, J.B. Kauffman, M.W. Warren, S.D. Sasmito, D.C. Donato, S. Manuri, H. Krisnawati, S. Taberima, and S. Kurnianto. 2015. The potential of Indonesian mangrove forests for global climate change mitigation. Nat Geosci., 5:1089-1092
  17. Murray, B. C., L. Pendleton, W. A. Jenkins dan S. Sifleet. 2011. Green Payments for Blue Carbon: Economic Incentives for Protecting Threatened Coastal Habitats. Nicholas Institute Report
  18. Paputungan, M. S., A. F. Koropitan, T. Prartono dan A. A. Lubis. 2017. Profil Akumulasi Sedimen di Area Restorasi Mangrove, Teluk Lembar Pulau Lombok. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(1):301-313
  19. Rachmawati, D., I. Setyobudiandi dan E. Hilmi. 2014. Potensi Estimasi Karbon Tersimpan pada Vegetasi Mangrove di Wilayah Pesisir Muara Gembong Kabupaten Bekasi. Omni-Akuatika, 13(19): 85-91
  20. Santoso, N., B. C. Nurcahaya, A. F. Siregar dan I. Farida. 2005. Resep Makanan Berbahan Baku Mangrove dan Pemanfaatan Nipah. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mangrove. ISSBN: 979-3667-15-X
  21. Siikamäki, J, J. Sanchirico, S. Jardine, D.W. Mc Laughlin and Morris, D. 2013. Blue Carbon: Coastal Ecosystems, Their Carbon Storage, and Potential for Reducing Emissions. Environment: Science and Policy for Sustainable Developmen, 55 (6):14–29
  22. Tarigan, M.S. 2008. Sebaran dan Luas Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Teluk Pising Utara Pulau Kabaena Provinsi Sulawesi Tenggara. Makara, Sains, 12(2): 108 -112
  23. Wahyuningsih, A., W. Atmodjo, S. Y. Wulandari, L. Maslukah, dan Muslim. 2020. Distribusi Kandungan Karbon Total Sedimen Dasar di Perairan Muara Sungai Kaliboyo, Batang. 02(01)
  24. Wibowo Edi K, 2004. Beberapa Aspek Bio-Fisik-Kimia Tanah di Daerah Hutan Mangrove Desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Universitas Diponegoro. Semarang
  25. Wicaksono, P. 2015. Pengembangan Model Penginderaan Jauh untuk Pemetaan Stok Karbon Padang Lamun dan Hutan Mangrove. Program Pasca Sarjana, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  26. Wirasatriya, A., D. N. Sugianto, L. Maslukah, M. F. Ahkam, S. Y. Wulandari dan M. Helmi. 2020. Carbon Dioxide Flux in the Java Sea Estimated from Satellite Measurements. Remote Sensing Applications: Society and Environment, 20: 100376
  27. Wirasatriya, A., M. N. Nurrahman, L. Maslukah, S. Y. Wulandari, D. N. Sugianto dan N. S. Adi. 2021. Role of the Seagrass Bed at Kemujan Island, Karimunjawa Islands, Indonesia, as a Carbon Sink Area. The International Journal of Climate Change: Impacts and Responses, 14(1)

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.