Karakterisasi Lemak Sapi dan Lemak Babi dalam Bakso Menggunakan FTIR Spectroscopy

*Dienda Lora Buana -  Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Imelda Fajriati -  Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Received: 8 Jan 2019; Revised: 11 Mar 2019; Accepted: 10 Apr 2019; Published: 8 Jul 2019; Available online: 10 Jun 2019.
Open Access Copyright 2019 Indonesia Journal of Halal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 121 115
Abstract

Karakterisasi lemak sapi dan lemak babi menggunakan spektroskopi infra merah dilakukan untuk mengetahui profil khas spektra lemak sapi dan lemak babi menggunakan FTIR Spectroscopy, sekaligus mengetahui kemungkinan cemaran lemak babi dalam bakso. Sampel bakso terlebih dahulu di ekstraksi Soxhlet menggunakan pelarut n-heksan dan petroleum eter, serta variasi waktu ekstraksi selama 2 jam, 3 jam, dan 4 jam untuk mendapatkan rendemen ekstraksi optimum. Hasil ekstraksi  selanjutnya diidentifikasi profil spektranya menggunakan FTIR. Rendemen ekstraksi terbanyak didapatkan dengan waktu ekstraksi 2 jam menggunakan pelarut petroleum eter. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan bahwa spektra lemak sapi dan lemak babi sedikit menunjukkan perbedaan pada 3000 – 3010 cm-1, 1172 cm-1 dan 1103 cm-1, dan 960 - 975 cm-1 yang diakibatkan antara lain dari asam lemak trans pada sampel lemak sapi lebih besar daripada lemak babi. Adapun dari sampel bakso yang di uji, sejauh hasil karakterisasi menggunakan pembanding spektra FTIR dari standar lemak babi, tidak didapatkan cemaran lemak babi dalam sampel bakso.

 

Kata kunci: Ekstraksi Soxhlet, lemak sapi dan lemak babi.

Article Metrics:

  1. A.O.C.S, (2005), Official Method and Recommended Practices of The AOCS. 5th ed. USA: AOCS Press.
  2. Che Man, Y.B. dan Mirghani, M.E.S., (2001), Detection of Lard Mixed with Body Fats of Chicken, Lamb, and Cow by Fourier Transform Infrared Spectroscopy. JAOCS, Vol.78. No 7. Malaysia: University of Putra Malaysia.
  3. Hasanah, A.N.U., (2015), Karakterisasi Asam Lemak Sapi dan Asam Lemak Babi Secara Voltametri Siklik. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
  4. Hermanto S, Anna M, dan Rizkina H., (2008), Profil dan Karakteristik Lemak Hewani (Ayam, Sapi, dan Babi) Hasil Analisa FTIR dan GCMS. Laporan Penelitian. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
  5. Hidayat N, Dewi I. A., dan Hardani D. A., (2013), Ekstraksi Minyak Melati (Jasminum Sambac) (Kajian Jenis Pelarut dan Lama Ekstraksi). Jurnal Industria Vol 4 No 2 hal 82-88. Malang: Universitas Brawijaya.
  6. Irwandi J., Mighrani M. E. S., Hasan T. H., dan Said M. Z. M., (2003), Determination of Lard in Mixture of Body Fats of Mutton and Cow by Fourier Transform Infrared Spectroscopy. Journal of Oleo Science. Vol 52 No. 12. 633-638.
  7. Melwita E., Fatmawati, dan Oktaviani S., (2014), Ekstraksi Minyak Biji Kapuk dengan Metode Ekstraksi Soxhlet. Teknik Kimia No. 1 Vol. 20. Palembang: Universitas Sriwijaya.
  8. Pare, J. R. dan Balanger, J.M.R., (1997), Instrumental Methods in Food Analysis. Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara.Richard Crowley, 2006).
  9. Rohman, A. dan Che Man, Y.B., (2008), Review Article: Analysis of Lard in Food Products for Halal Authentication Study. Agritech 28, 192-201.
  10. Vacawati, W. D., Kuswandi, B. dan Wulandari L., (2013), Deteksi Lemak Babi dan Lemak Ayam menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared) dan Kemometrik sebagai Verifikasi Halal. Jember: Universitas Jember.
  11. Vlachos N., Skopelitis Y., Psaorudaki M., Konstantinidou V., Chatzilazarou A., dan Tegou E., (2006), Application of fourier Transform Infrared to Edible Oils. Analitica Chemica Acta 573-574: 459-465.