skip to main content

Regulasi Halal Mandatori di Indonesia: Formalisme Hukum, Ketidaklengkapan Sistemik, dan Integritas Subjek

*M Yasin  -  Institut Gunung Samalas, Indonesia
Muhamad Supriyadi  -  Institut Gunung Samalas, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Indonesia Journal of Halal under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis regulasi halal mandatori di Indonesia dengan menyoroti keterbatasan verifikasi dalam sistem sertifikasi halal yang semakin terformalisasi dan terdigitalisasi. Penerapan Undang‑Undang Jaminan Produk Halal dimaksudkan untuk meningkatkan kepastian hukum dan perlindungan konsumen melalui kewajiban sertifikasi dan penguatan mekanisme administratif. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan tantangan pada tingkat implementasi substantif, khususnya dalam menjamin integritas praktik halal di sepanjang rantai pasok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sosio‑legal berbasis teori dengan metode telaah normatif dan kajian literatur terhadap regulasi halal, teori regulasi, serta studi-studi terkait tata kelola pangan dan kepatuhan administratif. Analisis dilakukan dengan menggunakan analogi Gödelian sebagai kerangka heuristik untuk menjelaskan batas verifikasi internal dalam sistem regulasi formal yang kompleks. Hasil kajian menunjukkan adanya potensi ketidaksesuaian antara kepatuhan administratif dan praktik produksi aktual, yang tercermin dalam ketergantungan berlebih pada dokumentasi serta audit periodik yang bersifat terbatas. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaklengkapan sistemik dalam desain regulasi halal mandatori. Oleh karena itu, artikel ini menyimpulkan bahwa efektivitas regulasi halal tidak hanya bergantung pada kecukupan norma dan prosedur, tetapi juga memerlukan penguatan integritas subjek, yang direpresentasikan melalui nilai Ihsan dan Amanah, sebagai mekanisme regulasi‑diri etis untuk melengkapi keterbatasan pengawasan administratif.

Fulltext Email colleagues
Keywords: regulasi halal; halal mandatori; verifikasi halal; formalisme hukum; integritas subjek

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : ID
  1. DAFTAR PUSTAKA
  2. Adinugraha, H. H., Sartika, M., & Ulama’i, A. H. A. A. (2019). Halal lifestyle di Indonesia. An Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah, 5(2), 57–81
  3. Ali, M. (2016). Konsep makanan halal dalam tinjauan syariah dan tanggung jawab produk atas produsen industri halal. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 16(2), 291–306
  4. Ayres, I., & Braithwaite, J. (1992). Responsive regulation: Transcending the deregulation debate. Oxford University Press
  5. Black, J. (2002). Critical reflections on regulation. Australian Journal of Legal Philosophy, 27, 1–35
  6. Boxenbaum, E., & Jonsson, S. (2017). Isomorphism, diffusion and decoupling. In R. Greenwood, C. Oliver, T. Lawrence, & R. Meyer (Eds.), The SAGE handbook of organizational institutionalism (2nd ed., pp. 77–98). SAGE Publications
  7. Braithwaite, J. (2017). Regulatory capitalism: How it works, ideas for making it work better. Edward Elgar Publishing
  8. Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). New public management is dead—Long live digital era governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 16(3), 467–494. https://doi.org/10.1093/jopart/mui057
  9. Fischer, J. (2011). The halal frontier: Muslim consumers in a globalized market. Palgrave Macmillan
  10. Hofstadter, D. R. (1999). Gödel, Escher, Bach: An eternal golden braid (20th anniversary ed.). Basic Books
  11. Janssen, M., & Van der Voort, H. (2016). Adaptive governance: Towards a stable, accountable, and responsive government. Government Information Quarterly, 33(1), 1–5. https://doi.org/10.1016/j.giq.2015.05.006
  12. Kamali, M. H. (2018). The middle path of moderation in Islam: The Qur’anic principle of wasatiyyah. Oxford University Press
  13. Lever, J., & Miele, M. (2012). The growth of halal meat markets in Europe: An exploration of religious and ethical consumption. Journal of Rural Studies, 28(4), 544–555. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2012.04.007
  14. Manning, L., & Soon, J. M. (2016). Food safety, food fraud, and food defense: A fast evolving literature. Journal of Food Science, 81(4), R823–R834. https://doi.org/10.1111/1750-3841.13256
  15. Meyer, J. W., & Rowan, B. (1977). Institutionalized organizations: Formal structure as myth and ceremony. American Journal of Sociology, 83(2), 340–363. https://doi.org/10.1086/226550
  16. Nagel, E., & Newman, J. R. (2001). Gödel’s proof (Rev. ed.). New York University Press
  17. OECD. (2017). Regulatory policy outlook 2017. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264271789 en
  18. Parker, C. (2010). The open corporation: Effective self regulation and democracy. Cambridge University Press
  19. Riaz, M. N., & Chaudry, M. M. (2004). Halal food production. CRC Press
  20. Spink, J., & Moyer, D. C. (2011). Defining the public health threat of food fraud. Journal of Food Science, 76(9), R157–R163. https://doi.org/10.1111/j.1750-3841.2011.02417.x
  21. Wilson, J. A. J., & Liu, J. (2010). Shaping the halal into a brand? Journal of Islamic Marketing, 1(2), 107–123. https://doi.org/10.1108/17590831011055851

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.