Maqashid Al-Syari'ah (Tujuan-Tujuan Hukum Islam) Sebagai Pondasi Dasar Pengembangan Hukum

*Muhyidin Muhyidin -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 20 May 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Supp. File(s):
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (324KB)    Indexing metadata
Statistics: 92 76
Abstract

Konsepsi Syatibi tentang maqasid al-syari’ah (tujuan hukum Islam) mempunyai keistimewaan dan keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dengan para pendahulunya. Syatibi melihat, pada satu sisi adanya keterpaduan dan kesatuan kehendak Tuhan dalam menciptakan alam semesta. Konsep ini melahirkan suatu pandangan tentang kesatuan syari’ah yang berarti bahwa semua hukum berasal dari satu sumber yang oleh karena itu mustahil berbeda.Konsep kemaslahatan ini menuntut adanya pertimbagan maslahah dan mafsadah. Pertimbangan ini mengimplikasikan hubungan yang sangat signifikan antara hukum syari’ah dengan kondisi umat manusia. Hubungan ini pada gilirannya menimbulkan adannya aturan-aturan hukum yang beragam dan berbeda.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords
Syatibi, Maqashid al-Syari’ah, kemaslahatan, aturan hukum

Article Metrics:

  1. Abu Ishaq al-Shatibi, al-Muwafaqat, Bairut: dar al-Kutub al-Ilmiyyah, t.t., vol. 1
  2. Ahmad Amin, Fajr al-Islam, Kairo: Maktabah al-Nahdiah al-Misriyah, 1975
  3. Al-Syafi’i,al-Risalah, Kairo: Maktabah Dar al-Turas, 1979
  4. Asfri Jaya Bakri, Konsep Maqasid Syari’ah Menurut al-Syatibi,
  5. Jakarta: Rajawali Press, 1996.
  6. F.Rozenthlm, Knowlegde Triumphant, Leiden; E. J. Brill, 1970.
  7. Fazlur Rahman, Islamic Methodology in History, terjemahan Anas Mahyudin, Membuka Pintu Ijtihad, Bandung: Pustaka, 1995
  8. George F. Hourani dalam karyannya Islamic Rtionalism, Oxford: Clarendoon Press, 1971
  9. Hamka Haq, Aspek-Aspek Teologis dalam Konsep Maslahah menurut al-Syatibi, Jakarta: Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, 1989.
  10. Khalim al-Kaf, M.Ag : Ibnu Hazm: biografi, karya dan kajiannya tentang Agama-agama, Jakarta: Lentera, 2001.
  11. Khalid Mas’ud, Islamic Legal Philosopy: a study of Abu Ishaq al-Shatibi’s Life and Thought, diterjemahkan Yudian W Asmin, Filsafat Hukum Islam dan Perubahan Sosial, Surabaya: al-Ikhlas, cet.I
  12. Rahman, Islam and Modernity Transformation of an Intellectual Tradition, terjemah Ahsin Muhammad, Islam dan Modernitas: Tentang Transformasi Intelektual, Bandung: Pustaka, cet.II, 1995
  13. Sayyib Qutb, al-Muslimin, Kairo: Dar al Misriyyah, t.t., alih bahasa Mu’ti Nurdin, Masyarakat Islam, Jakarta Rajawali Press, 1985
  14. Shahratsani, al-Milal wa al-Mihal, Bairut;Dar al-Fikr, t.t.
  15. Wael B. Hlm.laq “ Inductive Corroboration, Probability and Certainly”, dalam Nicholas Heer, (ed), Islamic Law and Jurisprudence, Seattle and London: University of Washington Press, 1990