Neo-liberalisme: Epistemologi, Dampak, dan Solusi Islam

*Hajam Hajam -  Universitas Islam Negeri Syaril Hidayatullah Jakarta, Indonesia
Published: 1 Oct 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
DOI: 10.3592/2
Full Text:
Statistics: 47 47

Abstract

-

Article Metrics:

  1. Kazuo Shimogaki,Kiri Islam Antara Modernisme dan Post Modernisme Telaah Kritis Atas Pemikiran
  2. Hasan Hanafi, terj. M. Imam Aziz dan M. Jadul Maula, (Yogjakarta: LKiS, 1994, bekerja sama dengan Pustaka
  3. Pelajar, 1994), 16.
  4. St. Sunardi, Nietzsche, (Yogjakarta: LKiS, 1996), 5
  5. Haedar Nashir, Agama dan Krisis Kemanusiaan, (Bandung: Pustaka, 1990), 59.
  6. Kuntowijoyo, Islam Sebagai Ilmu, Epistemologi, Metodologi, dan Etika, (Yogjakarta: Tiara Wacana, 2006), 51-52.
  7. Ahmad Tafsir, Filsafat Pendidikan Islam, 61-61. Greg Barton, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, penerj. Nanang Tahqiq, (Jakarta: Paramadina, 1999), 90.
  8. Greg Barton, Gagasan Islam Liberal; di Indonesia, 91.
  9. Mujamil Qomar, Epistemologi Pendidikan Islam dar Rasional Hingga Metode Kritik,(Jakarta: Erlangga, 2005), 105.
  10. Pengaruh Tasawuf Ibn al’Arabi terhadap ahli astro-fisika muda Perancis, Bruno Abd. Al-Haqq”
  11. Guiderdoni, di mana ia mendapatkan wawasan Ibn al-‘Arabi memberikan banyak pencerahan dan penerangan terhadap teka-teki yang selalu muncul dalam penelitian-penelitian astro-fisika kontemporer. Dalam Mulyadhi
  12. Kartanegara, Titik Balik Peradaban: Pengaruh Mistisme atas Fisika Baru, (Jakarta: Teraju, 2004), 154-155
  13. Ahmad Sadali, “Pengembangan Islam untuk Disiplin Ilmu (IUD) Suatu Perambahan Langkah-Langkah, dalam Amin Husni (Peny.), Citra Kampus Religius Urgensi Dialoh Konsep Teoritik Empirik dengan Konsep
  14. Normatif Agama, (Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1986), 90. Mujamil Qomar, Epistemologi Pendidikan Islam, 107