skip to main content

EKSTRAKSI CITRA SENTINEL 1A DENGAN METODE POLARIMETRIK UNTUK PEMETAAN HUTAN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

*Rahma Anisa  -  Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Catur Aries Rokhmana  -  Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Hutan di Indonesia merupakan ekosistem yang luas, banyak didominasi di wilayah yang jauh dari perkotaan seperti di Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Riau, Provinsi Jambi dan juga Pulau Kalimantan. Pemetaan dan pemantauan hutan umumnya dilakukan menggunakan pendekatan penginderaan jauh satelit optik, akan tetapi penggunaan data satelit penginderaan jauh optik memiliki liputan awan yang cukup banyak hal itu yang menimbulkan kendala dalam pengolahannya.   Penggunaan data satelit penginderaan jauh Synthetic Aperture Radar (SAR) menjadi salah satu solusi untuk pemetaan dan pemantauan kawasan hutan karena memberikan persepektif baru yang dapat melengkapi kekurangan keterbatasan citra optik dalam melakukan pengolahan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi polarisasi citra radar.

Metode yang digunakan untuk mengindentifikasi seberapa besar teknologi polarisasi SAR dalam membantu pemetaan hutan yaitu metode polarimetrik dengan menggunakan metode dekomposisi H-Alpha berfungsi untuk mengeksploitasi secara optimal informasi yang terkandung dalam data polarimetrik-SAR berdasarkan analisis eigenvalue untuk mendapatkan parameter anistrophy,entropy dan alpha angle dan klasifikasi hutan menggunakan Unsupervised Wishart Classification.

Hasil pengolahan polarimetrik diketahui bahwa luasan hutan pengolahan polarimetrik sebesar 493906.1567 ha dan non-hutan sebesar 4004558.097 ha akan tetapi secara umum metode polarimetrik dengan klasifikasi tak terbimbing Unsupervised Wishart Classification ini dapat mewakili keadaan sebenernya berdasarkan tingkat validitasnya dan dapat membedakan kelas penutup lahan, ketidaksesuain hasil klasifikasi hutan dikarenakan tipe scatternya hampir sama dengan objek lain sehingga dominan terjadi hamburan acak bukan tunggal.

Fulltext View|Download
Funding: BALAI PEMATAPAN KAWASAN HUTAN PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
  1. Cloude S.R., Pottier. (1996).A riview of Target Decomposition Theoremsin Radar Polarimetry. IEEE Trans. Geoscience and Remote Sensing
  2. HU, G. C., & ZHAO, Q. H. (2017). G0-Wishart Distribution Based Classification From Polarimetric Sar Images. Institute for Remote Sencing Science and Application, School of Geomatics, Liaoning Technical University, China
  3. Nindita, W., Trisasongko, B. H., & Panuju, D. R. (2012). Analisis Ruang Terbuka Hijau Jakarta Menggunakan Citra Satelit Alos Palsar Polarisasi Ganda. Jurnal Ilmiah Geomatika, 18(2), 183–189
  4. Putra, P. P., Prasetyo, Y., & Haniah. (2015). Klasifikasi Vegetasi Menggunakan Metode Dekomposisi Polarimetrik. Jurnal Geodesi Undip, 4, 34–42. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2011.01.003
  5. Poolla, S. B. (2013). Polarimetric Scattering Model for Biophysical Characterization of Multilayer Vegetation Using Spaceborne PolSAR Data. the University of Twente
  6. Septiana, B., Wijaya, A.., & Suprayogi, A. (2017). Analisis Perbandingan Hasil Orthorektifikasi Metode Range Doppler Terrain Correction dan Metode SAR Simulation Terrain Correction Menggunakan Data Sar Sentinel–1. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 148–157
  7. Undang-Undang No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-11-30 07:15:51

No citation recorded.