skip to main content

MONITORING PENURUNAN MUKA TANAH AKIBAT GALIAN DAN TIMBUNAN PADA JALUR KONTRUKSI JALAN TOL SEMARANG-DEMAK SEGMEN STA 17-22 BERBASIS TEKNOLOGI UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE)

*Yudo Prasetyo orcid scopus publons  -  Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University, Indonesia
Fauzi Janu Amarrohman  -  Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University, Indonesia
Marissa Isabella Panggabean  -  Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kecamatan Karangtengah merupakan salah satu kecamatan yang berada di area Kabupaten Demak yang rentan terhadap peristiwa Penurunan Muka Tanah (PMT) akibat dari endapan aluvial muda yang mendominasi di Desa Batu, Kedunguter, Dukun, Karangsari,Grogol dan Pulosari. Terkait peristiwa penurunan muka tanah ini, di lokasi ini juga sedang dilakukan pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang berada pada STA 17-22. Penelitian ini menggunakan metode penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk mendapatkan informasi perubahan volumetrik dengan menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) yang terjadi selama rentang waktu penelitian pada wilayah pembangunan jalan tol. Metode perhitungan perubahan volumetrik tanah ini digunakan untuk melakukan kajian awal terhadap fenomena penurunan muka tanah (PMT). Hasil dari pengolahan UAV pada bulan 30 Agustus hingga 11 Oktober tahun 2020 menunjukkan bahwa penurunan muka tanah yang terjadi pada wilayah pembangunan jalan tol dengan penurunan tertinggi terjadi pada STA 20 sebesar 7,1 cm memiliki luas daerah penurunan 11,09 ha berada di Desa Karangsari serta penurunan terendah sebesar 2,7 cm pada STA 18 dengan luas area penurunan 7,41 cm berada di Desa Dukun. Luasan penurunan muka tanah yang terjadi adalah 42,55 ha (74,3%) dari luasan total area pembangunan jalan tol STA 17-22. Perubahan volume di sepanjang jalan tol  pada penelitian ini menunjukkan terjadinya kenaikan volume sebesar 92.824,42 m3 dikarenakan selama bulan Agustus hingga Oktober 2020 area jalan tol masih terus melakukan penimbunan, volume ini dihitung mulai dari akuisisi foto udara UAV pertama pada tanggal 30 Agustus hingga 11 Oktober 2020.
Fulltext View|Download
  1. Aguilar, M. A., Saldaña, M. del M., & Aguilar, F. J. (2013). Assessing geometric accuracy of the orthorectification process from GeoEye-1 and WorldView-2 panchromatic images. International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, 21, 427–435. https://doi.org/10.1016/j.jag.2012.06.004
  2. Andreas, H., Abidin, H. Z., Sarsito, D. A., & Pradipta, D. (2018). Insight Analysis On Dyke Protection Against Land Subsidence And The Sea Level Rise Around Northern Coast Of Java (Pantura) Indonesia. Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning, 5(1), 101. https://doi.org/10.14710/geoplanning.5.1.101-114
  3. Bemmelen, R. W. van. (1949). The geology of Indonesia. Govt. Print. Off.; sole agents, Nijhoff. http://catalog.hathitrust.org/api/volumes/oclc/1517019.html
  4. Eisenbeiss, H. (2009). UAV photogrammetry (hlm. 1 Band) [ETH Zurich; Application/pdf]. https://doi.org/10.3929/ETHZ-A-005939264
  5. Hadi, B. (2007). Dasar-dasar Fotogrametri. Gadjah Mada Press: Yogyakarta
  6. Ignjatović Stupar, D., Rošer, J., & Vulić, M. (2020). Investigation of Unmanned Aerial Vehicles-Based Photogrammetry for Large Mine Subsidence Monitoring. Minerals, 10(2), 196. https://doi.org/10.3390/min10020196
  7. Prasetyo Y dan Subiyanto S., 2014. (2017). Jurnal Geodesi Undip. 6, 8. Penurunan, S., Tanah, M., & Subsidence, L. (2014). Menggunakan Metode Permanent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar ( PS-INSAR ) Di Kawasan Kota Cimahi—Jawa Barat. 35(2), 78–85
  8. Kavzoglu, T. (2008). Calibraton of a Digital Single Lens Reflex (Slr) Camera Using Artificial Neural Networks. Elsevier: New York
  9. Razi, P. (2020). Land Deformation Monitoring Using D-Insar Technique During Lombok Earthquake Observed By Sentinel-1A/B. International Journal of GEOMATE, 19(73). https://doi.org/10.21660/2020.73.37542
  10. Sarychikhina, O., Glowacka, E., Mellors, R., & Vidal, F. S. (2011). Land subsidence in the Cerro Prieto Geothermal Field, Baja California, Mexico, from 1994 to 2005. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 204(1–4), 76–90. https://doi.org/10.1016/j.jvolgeores.2011.03.004
  11. Setiawan, T. (2016). Analisis Deformasi Menggunakan metode Pengamatan 3 Dimensi Unmanned Aerial Vehicle (UAV). 2016, 5, 9
  12. Subiyanto, S. (2007). Konsep Dasar Pemetaan Fotogrametri. Semarang
  13. Templi, K. (1991). DTM and Differential Modelling. ISPRS and OEEPE joint workshop on updating digital data by photogrammetric methods (hal. 193-200)
  14. Whittaker, B. N., & Reddish, D. J. (1989). Subsidence: Occurrence, Prediction and Contro
  15. Wolf, P. R., Gunadi, Gunawan, T., & Zuharnen. (1993). Elemen fotogrametri: Dengan interpretasi foto udara dan penginderaan jauh. Gadjah Mada University Press

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-11-30 06:42:08

No citation recorded.