skip to main content

Pemetaan Sebaran Lahan Terbangun Dalam Koridor 250 Meter Sesar Lembang

*Arif Nurrohman  -  Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang memiliki panjang ±29 km, sesar ini mampu menghasilkan gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6.5-7 (Daryono, 2016). Berdasarkan historis kegempaan, BMKG mencatat setidaknya 14 kali gempa telah terjadi di Sesar Lembang pada rentang tahun 2010-2012. Salah satunya terjadi pada tanggal 28 Agustus 2011 di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, dengan kekuatan yang tidak begitu besar (magnitudo 3.3) gempa tersebut telah menyebabkan 8 rumah rusak berat dan 105 rusak ringan. Selain rawan akan bencana gempa, daerah Sesar Lembang sebagiannya telah berkembang pesat menjadi kawasan permukiman yang cukup padat, mengingat daerah sesar ini berada di wilayah Metropolitan Bandung Raya yang sangat strategis untuk berkembang menjadi Kawasan budidaya. Oleh karena itu, dalam langkah awal untuk mitigasi bencana Sesar Lembang, perlu kiranya dilaksanakan pemetaan secara detail, diantaranya: identifikasi sebaran garis Sesar Lembang berdasarkan batas administratif desa; memetakan batas koridor 250 m kiri-kanan sesar; memetakan dan menghitung sebaran bangunan yang berada tepat di atas garis sesar serta menghitung sebaran bangunan secara keseluruhan yang berada di dalam koridor 250 m. Melalui overlay antara zona koridor dan data bangunan Open Street Map yang diperbaharui dengan digitasi hasil interpretasi Citra Satelit Resolusi Tinggi Google Earth tahun 2020 maka, telah didapatkan jumlah sebaran lahan terbangun yaitu sebanyak 17.645 (tujuh belas ribu enam ratus empat puluh lima) unit, dengan komposisi sebaran secara administratif yaitu di Kota Cimahi berjumlah 23 unit, Kabupaten Bandung 50 unit dan Kabupaten Bandung Barat sebanyak 17.572 unit.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext |  Research Results
TABEL LUAS DAN JUMLAH BANGUNAN DI SESAR LEMBANG
Subject Tabel
Type Research Results
  Download (25KB)    Indexing metadata
  1. Abidin, H.Z., Andreas, H., Gamal, M., Gumilar, I., Sidiq, T.P., Abdullah, C.I., Kato, T., Harjono, H., dan Subarya, C., 2008. Studi Pergerakan Sesar Lembang dengan Menggunakan Metode Survei GPS. Geoaplika, 3(3): 105-117
  2. Abidin, H.Z., Andreas, H., Kato, T., Ito, T., Meilano, I., Kimata, F., Natawidjaja, D.H., dan Harjono, H., 2009. Crustal Deformation Studies in Java (Indonesia) using GPS. Jurnal of Earthquake and Tsunami, 3(2): 77-88
  3. Agung Muljo, 2007. Sesar Lembang dan Risiko Kegempaan, Bulletin of Scientific Contribution. Vol. 5
  4. Dam, M.A.C., Suparan, P., Nossin, J.J., Voskuil, R.P.G.A., dan Group, G., 1996. A chronology for geomorphological developments in the greater Bandung area, West-Java, Indonesia. Journal of Southeast Asia Earth Sciences, 12(1/2): 101-115
  5. Teguh Rahayu, 2021. Press release BMKG Bandung terkait Kegempaan Sesar Lembang. BMKG, 25 Januari 2021
  6. Whisnu Pradana, 2021. Cerit Warga Saat Sesar Lembang Bergetar di Kampung Muril. https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5354516/cerita-warga-saat-sesar-lembang-bergetar-di-kampung-muril , diakses tanggal 2 Februari 2021
  7. Masyhur Irsyam, dkk, 2017. Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Pusat Studi Gempa Nasional
  8. Mudrik R, 2016. Paleoseismologi Tropis Indonesia (Dengan Studi Kasus di Sesar Sumatra, Sesar Palukoro-Matano, dan Sesar Lembang). Institut Teknologi Bandung
  9. Rasmid, 2014. Aktifitas Sesar Lembang di Utara Cekungan Bandung. Jurnal Meteorologi dan Geofisika 15 (2): 129-136
  10. Rismawati, 2019. Potensi Bencana di Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung. CR Journal, 5 (01): 23-32, Juni 2019

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-11-30 06:19:12

No citation recorded.