PEMAHAMAN TERHADAP ASAS KEPASTIAN HUKUM MELALUI KONSTRUKSI PENALARAN POSITIVISME HUKUM

*Mario Julyano  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Aditya Yuli Sulistyawan  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 31 Jul 2019.
Open Access Copyright (c) 2019 CREPIDO
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Abstract
Asas kepastian hukum merupakan suatu asas yang menurut Gustav Radbruch termasuk ke dalam nilai dasar hukum. Asas ini pada pokoknya mengharapkan dan mewajibkan hukum dibuat secara pasti dalam bentuk yang tertulis. Keberadaan asas ini menjadi penting karena akan menjamin kejelasan dari suatu produk hukum positif yang ada. Makna penting dari asas ini pun memiliki suatu kesamaan (similarity) dengan gagasan utama yang ada pada konstruksi penalaran positivisme hukum, yakni kejelasan (certainty). Oleh karena itu, pada tulisan ini hendak dicapai pemahaman mengenai asas kepastian hukum dengan menggunakan konstruksi penalaran positivisme hukum.
Keywords: Pemahaman; Kepastian Hukum; Positivisme Hukum

Article Metrics:

  1. Bruggink. Refleksi tentang Ilmu Hukum. Alih Bahasa: Arief Sidharta. Citra Adytya Bakti: Bandung. 1999.
  2. Fung Yu-Lan. A Short History Of Chinese Philosophy. The Free Press: New York. 1966.
  3. Halim, A. Ridwan. Evaluasi Kuliah Filsafat Hukum. Ghalia Indonesia: Jakarta. 1987.
  4. Huijbers, Theo. Filsafat Hukum dalam Lintasan Sejarah. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. 1993.
  5. Mertokusumo, Sudikno. Bab-Bab Tentang Penemuan Hukum. Citra Aditya Bakti: Bandung. 1993.
  6. Najwan, Johni. “Implikasi Aliran Positivisme Terhadap Pemikiran Hukum”, Jurnal Ilmu Hukum Inovatif. Volume 2. Nomor 3. 2010.
  7. Notohamidjojo, Soal-Soal Pokok Filsafat Hukum, BPK Gunung Mulia: Jakarta,1975.
  8. Prasetyo, Teguh dan Barkatullah, Abdul Halim. Filsafat, teori, & Ilmu Hukum Pemikiran: Menuju Masyarakat yang Berkeadilan dan Bermartabat. Rajawali Pers: Jakarta. 2014.
  9. Putro, Widodo Dwi. Kritik Terhadap Paradigma Positivisme Hukum. Genta Publishing: Yogyakarta. 2011.
  10. Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Citra Aditya Bakti: Bandung. 2012.
  11. Shidarta.Hukum Penalaran dan Penalaran Hukum.Genta Publishing: Yogyakarta. 2013.
  12. _______. Karakteristik Penalaran Hukum Dalam Konteks Keindonesiaan. Alumni: Bandung. 2006.
  13. Soetiksno. Filsafat Hukum bagian 1.Pradnya Paramita: Jakarta, 2004.
  14. Somardi. Teori Hukum Murni. Rimidi Press: Bandung. 1995.
  15. Wignjosoebroto,Soetandyo Hukum. Paradigma, Metode dan Dinamika Masalahnya. Elsam & Huma: Jakarta. 2002.
  16. Atmaja, Dewa Gede. “Asas-Asas Hukum Dalam Sistem Hukum”. Jurnal Kertha Wicaksana. Volume 12. Nomor 2. 2018.
  17. Prayogo, R. Tony. “Penerapan Asas Kepastian Hukum Dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Hak Uji Materiil Dan Dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 06/Pmk/2005 Tentang Pedoman Beracara Dalam Pengujian Undang-Undang “. Jurnal Legislasi Indonesia. Volume 13. Nomor 2. 2016.
  18. Buana,Mirza Satria. HubunganTarik-Menarik Antara Asas Kepastian Hukum (Legal Certainpi) Dengan Asas Keadilan (Substantial Justice) Dalam Putusan-Putusan Mahkamah Konstltusi. Yogyakarta: Tesis Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia. 2010.
  19. Indarti, Erlyn.Diskresi dan Paradigma Sebuah Telaah Filsafat Hukum. Disampaikan pada Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar dalam Filsafat Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang. 2010.