skip to main content

Pertumbuhan dan Produksi Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Varietas Servo pada Frekuensi Penyiraman yang Berbeda

*Sulistyowati Sulistyowati  -  Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Indonesia
Yulita Nurchayati  -  Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Indonesia
Nintya Setiari  -  Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2021 Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)

Citation Format:
Abstract

Tomat merupakan tanaman familia Solanaceae yang memiliki nilai ekonomis. Penyediaan air yang cukup selama budidaya mempengaruhi pertumbuhan dan produksi buah tomat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. Penelitian dilakukan di rumah percobaan dan Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan Departemen Biologi FSM UNDIP. Desain penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu frekuensi penyiraman setiap hari, frekuensi penyiraman dua hari sekali, dan frekuensi penyiraman tiga hari sekali. Percobaan dilakukan dengan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penyiraman berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot segar tanaman, waktu muncul bunga, jumlah buah, berat buah dan kandungan karotenoid buah tomat. Semakin sering frekuensi penyiraman dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi buah tetapi semakin berkurang frekuensi penyiraman maka berdampak pada kandungan karotenoid buahnya.

Fulltext View|Download
Keywords: Fisiologi;Tomat;Cekaman

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura. 2019. https://www.pertanian.go.id/home/?show=page&act=view&id=61. Produksi Tomat Menurut Provinsi 2014-2018. Diakses 8 November 2019 pukul 8:15
  2. Caldana, C., T. Degenkolbe, A. Cuadros-Inostroza, S. Klie, R. Sulpice, A. Leisse, D. Steinhauser, A.R. Fernie, L. Willmitzer, dan M.A. Hannah. 2011. High-Density Kinetic Analysis of The Metabolomic and Transcriptomic Response of Arabidopsis to Eight Environmental Conditions. Plant J. 67 (5): 869-884
  3. Fanciulino, A.I., I.P.R. Bidel, dan I. Urban. 2014. Carotenoid Response to Environmental Stimuli : Integrating Redox and Carbon Controls into a Fruit Model. Plant Cell and Environment. 37: 273–289
  4. Fauzi, A.A., W. Sutari, Nursuhud, dan S. Mubarok. 2017. Faktor yang Mempengaruhi Pembungaan pada Mangga (Mangifera indica L.). Jurnal Kultivasi. 16 (3):461-465
  5. Gardner, F.P., R.B Pearce, dan L.M. Roger. 2008. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: UI Press
  6. Hendry, G. A. F., dan Grime, J.P., 1993. Methods on Comparative Plant Ecology A Laboratory Manual. London: Chapman and Hill
  7. Hendriyani I.S., dan N. Setiari. 2009. Kandungan klorofil dan pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis) pada tingkat penyediaan air yang berbeda. J Sains Mat. 17:145-150
  8. Jumawati, R., A.T. Sakya., dan M. Rahayu. 2014. Pertumbuhan Tomat pada Frekuensi Pengairan yang Berbeda. Agrosains. Vol. 16 (1): 13-18
  9. Kurniawan, M., M. Izzati, dan Y. Nurchayati. 2010. Kandungan Klorofil, Karotenoid, dan Vitamin C pada Beberapa Spesies Tumbuhan Akuatik. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 18(1): 28-40
  10. Kusumastuti, C.T., dan Ardiyanta. 2019. Respon Pertumbuhan dan Kualitas Hasil Beberapa Varietas Tomat pada Berbagai Frekuensi Penyiraman. Savana Cendana. 4 (1): 1-2
  11. Norshazila, S., R. Othman, I. Jaswir, dan H.H.Z. Yumi. 2017. Effect of Abiotic Stress on Carotenoid Accumulation in Pumpkin Plants Under Light and Dark Condition. Food Research Journal. 24: 387-394
  12. Osakabe, Y., K. Osakabe, K. Shinozaki, L.P. Tran. 2014. Respon of Plant to Water Stress. Frontiers Plant Science. 5 (86): 1-8
  13. Petrovic, I., S. Savic, Z. Jovanovic, R. Stikic, B., Brunel, S., Serino, dan N. Bertin. 2019. Fruit Quality of Cherry and Large Fruited Tomato Genotypes as Influenced by Water Deficit. Agriculture. 106 (2): 123-128
  14. Pratiwi, H. 2011. Pengaruh Kekeringan pada Berbagai Fase Tumbuh Kacang Tanah. Buletin Palawija. 22: 71-78
  15. Ramakrishna, A. dan G. A. Ravishankar. 2011. Influence of Abiotic Stress Signals on Secondary Metabolites in Plants. Plant Signaling and Behavior. 6: (11): 1720-1731
  16. Ramirez, F., dan T.L. Davenport. 2010. Mango (Mangifera indica L.) Flowering Physiology. Science Horticultura. 126: 65-72
  17. Republik Indonesia, Lampiran Surat Keputusan Menteri Pertanian. Nomor: 093/Kpts/SR.120/D.2.7/9/2013 tentang Deskripsi Tomat Hibrida (F1) Varietas Servo
  18. Samanhudi, 2010. Pengujian Cepat Ketahanan Tanaman Sorgum Manis terhadap Cekaman Kekeringan. Agrosains. 12(1): 9-13
  19. Setyorini, D. Indradewa, E. Sulistyaningsih, 2009. Kualitas Buah Tomat Pada Pertanaman dengan Mulsa Plastik Berbeda. Jurnal Hortikultura. Vol. 19 (1): 407-412
  20. Sharma, A., dan B. Zheng. 2019. Melatonin Mediated Regulation of Drought Stress: Physiological and Molecular Aspects. Plants. 8: 1-17

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.