skip to main content

Pertumbuhan dan Somatometri Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Setelah Pemberian Imbuhan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam Pakan

Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacob Rais, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

Open Access Copyright 2026 Buletin Anatomi dan Fisiologi

Citation Format:
Abstract

Daun kelor mengandung nutrien yang berperan dalam mendukung pertumbuhan serta penampilan produksi unggas. Perbedaan ukuran dan bentuk tubuh unggas mencerminkan variasi fisiologis yang dapat diukur melalui parameter somatometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun kelor dalam pakan terhadap pertumbuhan dan somatometri puyuh, dengan variabel pengamatan meliputi bobot badan, panjang tubuh, panjang sayap, tibia, tarsometatarsus, dan paruh. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan: P0 (100% pakan standar), P1 (97,5% pakan standar + 2,5% tepung daun kelor), P2 (95% + 5%), P3 (92,5% + 7,5%), dan P4 (90% + 10%). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Pemberian pakan dilakukan secara ad libitum pada pagi dan sore hari. Analisis data menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tepung daun kelor tidak menghasilkan perbedaan signifikan (P>0,05) terhadap seluruh variabel yang diamati. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam pakan puyuh (Coturnix coturnix japonica) pada fase grower hingga awal produksi telur tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pertumbuhan maupun parameter somatometri.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext |  Research Instrument
Pertumbuhan dan Somatometri Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Setelah Pemberian Imbuhan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam Pakan
Subject
Type Research Instrument
  Download (1MB)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: puyuh, tepung daun kelor, pakan tambahan, pertumbuhan puyuh, somatometri

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : EN
  1. Alifah, S., Sunarno, Kasiyati, dan Djaelani, M. A. 2020. Aplikasi Tepung Daun Kelor Terhadap Masa Produksi Itik Pengging Berbasis Pendekatan Somatometri. Media Bina Ilmiah, 14(12): 3695-3710
  2. Barasi, M. E. 2009. At a Glance Ilmu Gizi. Penerbit Erlangga, Jakarta
  3. Dirjennakeswan (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan). 2021. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2021 (Livestock and Animal Health Statistics 2021). Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, Jakarta
  4. Has, H., Napirah, A., dan Indi, A. 2014. Efek Peningkatan Serat Kasar dengan Penggunaan Daun Murbei dalam Ransum Broiler Terhadap Persentase Bobot Saluran Penceranaan. Jurnal Jitro, 1: 63-69
  5. Jacob, J., dan Pescatore, T. 2013. Avian Digestive System. Animal Sciences, University of Kentucky College of Agriculture
  6. Kaselung, P. S., Montong, M. E. K., Sarayar, C. L. K., dan Saerang, J. L. P.. 2014. Pertambahan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica val.), Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorriza roxb) dan Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria rosc.) dalam Ransum Komersial terhadap Performans Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica). Jurnal Zootek, 34(1): 114-123
  7. Khoir, M., Dahlan, M., dan Wahyuni. 2021. Pengaruh Pertambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oliefera) pada Pakan Komersil terhadap Palatabilitas Puyuh Petelur (Cortunix cortunix japonica). International Journal of Animal Science, 4(1): 16-20
  8. Manihuruk, F. H., Ismail, I., Rastina, R., Razali, R., Sabri, M., Zuhrawati, and Jalaluddin, M. 2018. Effect of Fermented Moringa Leaf (Moringa oleifera) Powder in Feed. Jurnal Medika Veterinaria, 12(2): 103-109
  9. Marsudi dan Saparinto, C. 2012. Puyuh. Penebar Swadaya, Jakarta
  10. Melo, A. M., Joly, C. A., Maron, M., dan Menz, M. H. M. 2013. Prioritas Peningkatan Skala Tropis Proyek Restorasi Hutan: Pelajaran Awal dari Atlantik Pakta Pemulihan Hutan: Ilmu dan Kebijakan Lingkungan. Pharmacology Journal, 3: 352-358
  11. Minieri, S., Buccioni, A., Serra, A., Aligani, I. G., Pezzati, A., Rapaccini, S., and Antongiovanni, M. 2016. Nutritional Characteristics And Quality Of Eggs From Laing Hens Fed on a Diet Supplemented Whit Chestnut Tannin Extract (Castanea sativa Miller). British Poultry Science, 57(6): 824-832
  12. Panjaitan, I., Sofiana, A., dan Priabudiman, Y. 2012. Suplementasi Tepung Jangkrik sebagai Sumber Protein Pengaruhnya Terhadap Kinerja Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica). Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Peternakan, 15(1): 8-14
  13. Pratiwi, H. P., Kasiyati, Sunarno, dan Djaelani, M. A. 2019. Bobot Otot dan Tulang Tibia Itik Pengging (Anas platyrhyncos domesticus L.) Setelah Pemberian Imbuhan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam Pakan. Jurnal Biologi Tropika, 2(2): 54-61
  14. Probosari, E. 2019. Pengaruh Protein Diet terhadap Indeks Glikemik. Journal of Nutrition and Health, 7(1): 33-39
  15. Purba, I. E., Warnoto, dan Zain, B. 2018. Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam Ras Petelur dari Umur 20 Bulan. Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 13(4): 377-387
  16. Ridla. 2014. Pengenalan Bahan Makanan Ternak. IPB Press, Bogor
  17. Rohman, F., Handarini, R., dan Nur, H. 2018. Performa Burung Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) Periode Pertumbuhan yang Diberi Larutan Daun Kelor. Jurnal Peternakan Nusantara, 4(2): 75-82
  18. Rossida, K. F. P., Sunarno, Kasiyati, dan Djaelani, M. A. 2019. Pengaruh Imbuhan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam Pakan pada Kandungan Protein dan Kolesterol Telur Itik Pengging (Anas platyrhyncos domesticus L.). Jurnal Biologi Tropika, 2(2): 41-47
  19. Saputra, D. R., Kurtini, T., dan Erwanto. 2016. Pengaruh Pertambahan Feed Aditif dalam Ransum dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Bobot Telur dan Nilai Haugh Unit (HU) Telur Ayam Ras. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 4(3): 230-236
  20. Sembiring, F., Hamdan E. M., dan Wandhono. 2012. Analisis Morfometri Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) Kabupaten Karo Sumatera Utara. Jurnal Peternakan Intergrtif, 1(2): 134-145
  21. Sjofjan, O., Natsir, M. H., Chuzaemi, S., dan Hartutik. 2019. Ilmu Nutrisi Ternak Dasar. UB Press, Malang
  22. Slamet, W. 2014. Beternak & Berbisnis Puyuh 3,5 Bulan Balik Modal. Agromedia Pustaka, Jakarta
  23. Subekti, E. 2012. Pengaruh Pertambahan Vitamin C pada Pakan Non Komersial Terhadap Efisiensi Pakan Puyuh Petelur. Mediagro, 8(1): 1-8
  24. Sunarno. 2018. Efek Suplemen Kulit Kayu Manis dan Daun Pegagan terhadap Produktivitas Puyuh Petelur Strain Australia (Coturnix coturnix australica). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 3(1): 89-96
  25. Suryawan, I. M. E., Sampurna, I. P., dan Suatha, I. K. 2017. Pola Pertumbuhan Dimensi Panjang Alat Gerak Tubuh Itik Bali betina. Buletin Veteriner Udayana, 9(2): 178-186
  26. Susetyarini, E. 2015. Aktivitas Tanin Daun Beluntas terhadap Kadar Spermatozoa Tikus Putih Jantan. Jurnal Gamma, 8(2): 14-20
  27. Tshabalala, T., Ncube, B., Madala, N. E., Nyakudya, T. T., Moyo, H. P., Sibanda, M., and Ndhlala, A. R. 2019. Scribbling the Cat: a Case of the “miracle” plant: Moringa oleifera. Plants, 8(11): 1-23
  28. Utomo, J. W., Sudjarwo, E., dan Hamiyanti, A. A. 2014. Pengaruh Pertambahan Tepung Darah pada Pakan terhadap Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, Konversi Pakan Serta Umur Pertama Kali Bertelur Burung Puyuh. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 24(2): 41-48
  29. Wheindrata. 2014. Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur. Lily Publisher, Yogyakarta
  30. Widodo, E. 2018. Ilmu Nutrisi Unggas. UB Press, Malang
  31. Widyastuti, W., Muflichatun, S. M., dan Saraswati, T. R. 2014. Pertumbuhan Puyuh (Coturnix coturnix japonica) setelah Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma longa L.) pada Pakan. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 22(2): 12-20
  32. Wulandari, D., Sunarno, dan Saraswati, T. R. 2015. Perbedaan Somatometri Itik Tegal, Itik Magelang. Bioma, 17(2): 94-101

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.