skip to main content

Pertambahan Biomassa dan Produksi Minyak Atsiri Tanaman Selasih (Ocimum basilicum L.) pada Usia Panen yang Berbeda

*Rasyid Abdulaziz  -  Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof.Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Sri Widodo Agung Suedy orcid scopus  -  Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof.Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Munifatul Izzati orcid scopus  -  Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof.Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright 2021 Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)

Citation Format:
Abstract

Selasih (Ocimum basilicum L.) memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat digunakan dalam industri kosmetik, parfum, dan medis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan usia panen dengan biomassa dan produksi minyak atsiri pada organ daun serta batang selasih. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan faktor pertama usia panen (1; 1,5; dan 2 bulan), dan faktor kedua organ tanaman (daun dan batang). Media tanam menggunakan tanah dan kompos (1:1) yang dimasukkan dalam polibag ukuran 30cm x 30cm, dan diberi naungan paranet 25%. Parameter yang diamati: data pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun dan cabang primer), biomassa, dan produksi minyak atsiri. Analisis data menggunakan Anaylysis of Variance (ANOVA) dan Duncan's Multiple Range Test(DMRT) pada taraf kepercayaan 95 %. Penelitian menunjukkan hasil bahwa tanaman yang dipanen pada umur lebih tua menunjukkan pertumbuhan, biomassa dan produksi minyak atsiri yang lebih tinggi. Pada usia 1,5 bulan, biomassa meningkat 114,485% dibanding usia 1 bulan, sedangkan pada usia 2 bulan, peningkatan biomasa 91,410%  dibanding usia1,5 bulan. Produksi minyak atsiri tertinggi dihasilkan oleh organ daun pada usia panen 2 bulan sebesar 0,273g, dan 0,023g pada organ batang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia panen berbeda berpengaruh nyata terhadap biomassa dan produksi minyak atsiri tanaman selasih.

 

Basil (Ocimum basilicum L.) contains essential oils that can be used in the cosmetic, perfume, medical industries. This study aims to determine the relationship between harvest age and biomass and essential oil production in basil leaves and stems. The study used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern, with the first factor being harvest age (1; 1.5; and 2 months), and the second factor being plant organs (leaves and stems). The planting medium used soil and compost (1:1) which was put in 30cm x 30cm polybags and was given a 25% para net shade. Parameters observed: growth data (plant height, number of leaves, and primary branches), biomass, and essential oil production. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level. Research shows that plants harvested at an older age show higher growth, biomass, and essential oil production. At the age of 1.5 months, biomass increased by 114.485% compared to the age of 1 month, while at the age of 2 months, the increase in biomass was 91.410% compared to the age of 1.5 months. The highest essential oil production was produced by leaf organs at 2 months of harvesting at 0.273g, and 0.023g in stem organs. The conclusion of this study showed that different harvest ages had a significant effect on the biomass and essential oil production of basil plants.

Fulltext View|Download
Keywords: biomasa; konsentrasi;produksi, minyak atsiri; usia panen

Article Metrics:

  1. Feijo, E.V.R.S., Oliveira, R.A., dan Costa, L.C.B. (2014). Light affects Varronia curassavica essential oil yield by increasing trichomes frequency. Rev. Bras. Farmacogn, 24:516-523. https://doi.org/10.1016/j.bjp.2014.10.005
  2. Feriyanto, YE. (2013). Pengambilan minyak atsiri dari daun dan batang serai wangi (Cymbopogon winterianus) menggunakan metode destilasi uap dan air dengan pemanasan microwave. Jurnal Teknik Pomits, 2 (01)
  3. Geng, S., Cui, Z., Huang, X., Chen, Y., Xu, D., dan Xiong, P. (2011). Variations in essential oil yield and composition during Cinnamomum cassia bark growth. Industrial Crops and Products, 33: 248-252. https://doi.org/10.1016/j.indcrop.2010.10.018
  4. Hariyani, Widaryanto, E., dan Herlina, N. 2015. Pengaruh umur panen terhadap rendemen dan kualitas minyak atsiri tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.). Jurnal Produksi Tanaman, 3 (3) : 206 – 211
  5. Julianto, T S. (2016). Minyak atsiri bunga Indonesia. Yogyakarta : Deepublish
  6. Kardinan, A. (2003). Selasih : Tanaman keramat multi manfaat. Jakarta : Agromedia
  7. Kardinan, A. (2009). Penggunaan selasih dalam pengendalian hama lalat buah pada mangga. J. Littri, 15:101-109. https://doi.org/10.21082/jlittri.v15n3.2009.101-109
  8. Khair-ul-Bariyah, S., D. Ahmed, M. Ikram. (2012). Ocimum bacilicum: A review on phytochemical and pharmacological studies. Pak. J. Che,. 2:78-85. https://doi.org/10.15228/2012.v02.i02.p05
  9. Kridarti, E.M., Prihastanti, E., dan Haryanti, S. (2012). Rendemen minyak atsiri dan diameter organ serta ukuran sel minyak atsiri tanaman adas (Foeniculum vulgare Mill.) yang dibudidayakan di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 20 (1)
  10. Mulyani, S. (2020). Anatomi tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius
  11. Nasib, T., Sulaeman, R. dan Yoza, D. (2017). Penghitungan biomassa dan karbon di atas permukaan tanah di hutan larangan adat rumbio Kab. Kampar. JOM Faperta UR, 4 (1): 1-10
  12. Naeem, A., Abbas1, T., Ali, T.M., and Hasnain, A. (2018). Essential oils: Brief background and uses. Remedy Publications LLC, 1
  13. Nugroho, L.H. 2018. Jaringan sektretori tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada Universiy Press
  14. Rahimah, S., Hendrarti, W. dan Ramlah, S. (2015). Uji aktifitas ekstrak biji selasih (Ocimum basilicum L.) dengan beberapa pelarut sebagai antipiretik pada mencit (Mus muculus). As-Syifaa, 07(02) : 158-163 https://doi.org/10.33096/jifa.v7i2.7
  15. Rowshan, V., Najafian, S., dan Tarakemeh, A. (2012). Essential oil chemical composition changes affected by leaf ontogeny stages of myrtle (Myrtus communis L.). International Journal of Medicinal and Aromatic Plants, 2: 114-117
  16. Rusli, M.S. (2010). Sukses Memproduksi Minyak Atsiri. Jakarta : PT Agromedia Pustaka
  17. Sahala, M.M., Rauf, A. dan Razali. (2013). Kajian Biomassa Rerumputan dan Pengaruhnya terhadap Tata Air Tanah di Daerah Tangkapan Air Danau Toba. Jurnal Online Agroekoteknologi, 1 (4):1319-1329
  18. Sutaryo, D. (2009). Penghitungan biomassa, sebuah pengantar untuk studi karbon dan perdagangan karbon. Bogor: Wetlands International Indonesia Programme
  19. Solikin. 2012. Pertumbuhan Vegetatif dan genertif Stachytarpeta jamaicensis L. Vahl. Jurnal Agroekoteknologi, 2 (1) : 110-119
  20. Sholeha, D.N., Suhartono, dan Lesmana, A. (2018). Pertumbuhan dan kandungan minyak atsiri tanaman selasih (Ocimum basilicum L.) pada naungan dan dosis pupuk fosfat yang berbeda. J. Agron. Indonesia, 46(2):197-201. https://doi.org/10.24831/jai.v46i2.20719
  21. Suardhika. (2018). Perbandigan pengaruh lama pengeringan terhadap minyak atsiri kulit jeruk manis (Citrus sinensis) dengan destilasi uap dan identifikasi linalool dengan KLT-Spektrofotodensitometri.. Jurnal Farmasi Udayana, 7 (2): 38-43. https://doi.org/10.24843/JFU.2018.v07.i02.p06
  22. Sumarni, A.N.B. dan Solekan. 2008. Pengaruh volume air dan berat bahan pada penyulingan minyak atsiri. Jurnal Teknologi 1 (1): 83-8
  23. Warsito. 2018. Deviratisasi sitronelal. Malang : UB Press

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.