Menuju Penyederhanaan Partai Politik di Indonesia serta Dampaknya Terhadap Persatuan Bangsa

*Diastama Anggita Ramadhan  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 6 Nov 2019.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Citation Format:
Abstract

Abstract

The diversity of Indonesian people will affect the social condition, including political life and decision. About the general election, Indonesian people who consist of various tribes, culture, and religion, highly depend on the political party to transfer their aspirations. Indonesian political party has a vital role in Indonesian political culture.  Hence, there are so many political parties in Indonesia because of the number of its citizens. The multi-party mechanism becomes much more important, considering Indonesia's social and geographical conditions. In the context of simplifies the number of the political party in Indonesia, this process will damage the diversity of the people. This article is using normative research method. Later on the discussion, this article will discuss the simplifying process of the political party in Indonesia. Furthermore, it will also examine the impact of the political party simplification on the Unity of the nation.

 

Keywords: General Election; Simplification; Political Party; Unity 

 Abstrak

Keberagaman masyarakat Indonesia merupakan salah satu kelebihan bangsa. Keberagaman masyarakat tersebut kemudian akan mempengaruhi kondisi sosial masyarakat termasuk juga dalam hal politik. Terkait dengan pelaksanaan pemilihan umum, masyarakat yang terdiri dari berbagai suku budaya dan agama ini membawa konsekuensi banyaknya aspirasi masyarakat yang antara satu dengan yang lain membawa kepentingan yang berbeda. Partai politik sebagai salah satu kanal aspirasi masyarakat mempunyai peran yang sangat vital. Mekanisme multipartai di Indonesia menjadi suatu keharusan dengan melihan kondisi sosial dan geografis Indonesia. Dalam konteks penyederhanaan partai politik, proses penyederhanaan kemudian akan merusak tatanan keberagaman tersebut. Penulisan hukum ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pada bagian pembahasan penulis akan melakukan kajian terhadap proses penyederhaan partai politik yang pernah terjadi serta mengkaji bagaimana penyederhanaan jumlah partai politik ini dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa.

 

Kata Kunci: Pemilu, Penyederhanaan, Partai Politik, Persatuan

Article Metrics:

  1. Agustino, L. (2009). Pilkada dan Dinamika Politik Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  2. Alam, L. (2019, Februari 21). Influinasi Media Internet Terhadap Proses Pemilu di Indonesia. Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/174857-ID-influinsasi-media-internet-terhadap-pros.pdf.
  3. Alamsyah, N. (2009). Eksistensi Nilai-Nilai Filosofi Kebangsaan Dalam Kepemimpinan Nasional. Jurnal Academica FISIP UNTAD. 1, 20.
  4. Aminuddin, F., & Ramdlan, F.S. (2015). Match-All Party: Pragmatisme Politik dan Munculnya Spesies Baru Partai Politik di Indonesia Pasca Pemilu 2009. Jurnal Politik. 1 (1), 39.
  5. Arif, T.V. (2019, Maret 12). Polisi Amankan 3 Ibu yang Kampanye Hitam ke Jokowi di Karawang. Diakses dari https://kumparan.com/@kumparannews/polisi-amankan-3-ibu-yang-kampanye-hitam-ke-jokowi-di-karawang-1551064649016858545.
  6. Arman, Z. (2019, Januari 23). Tinjuauan Terhadap Sistem Multipartai dalam Sistem Pemerintahan Presidensial di Indonesia pada Era Reformasi. Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/34309-ID-tinjauan-terhadap-sistem-multi-partai-dalam-sistem-pemerintahan-presidensial-di.pdf.
  7. Azhari, A.F. (2004). Reformasi Pemilu dan Agenda Konsolidasi Demokrasi: Perspektif Ketatanegaraan. Jurnal Jurisprudence. 1 (2), 180.
  8. Azhari, A.F. (2012). Negara Hukum Indonesia: Dekolonisasi Rekonstruksi Tradisi. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM. 19 (4), 500.
  9. Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional. (2018, November 26). Profil Partai Politik Peserta Pemilu 2004. Diakses dari http://ditpolkom.bappenas.go.id/basedir/Politik%20Dalam%20Negeri/1%29%20Pemilu/3%29%20Pemilu%20tahun%202004/Partai%20Peserta%20Pemilu%202004.pdf.
  10. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2019, Februari 7). Pemilu 1955 – Pemilu 1999, Artikel oleh Direktorat Politik dan Komunikasi. Diakses dari http://ditpolkom.bappenas.go.id/basedir/Politik%20Dalam%20Negeri/1)%20Pemilu/1)%20Sejarah%20Pemilu/Pemilu%201999.pdf.
  11. Badan Pusat Statistik, “Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-Hari Penduduk Indonesia. (2018, November 20). Diakses dari http://demografi.bps.go.id/phpfiletree/bahan/kumpulan_tugas_mobilitas_pak_chotib/Kelompok_1/Referensi/BPS_kewarganegaraan_sukubangsa_agama_bahasa_2010.pdf.
  12. Diamond, L. (2000). The end of the Third Wave and the Start of the Fourth. Dalam Plattner; Marc. F; Joao Carlos Espada. The Democratic Invention. Baltimore: The John Hopkins University Press.
  13. Dodu, A.D. (2017). Penerapan Regulasi Politik Kampanye Hitam: Studi Kasus pada Pilkada Kabupaten Banggai Tahun 2015. Jurnal Wacana Politik. 2 (1), 55.
  14. Ete, H., Altunoglu, M., & Dalay, G. (2015). Turkey Under the AK Party Rule: From Dominant Party Politics to Dominant Party System. Insight Turkey Journal. 17 (4), 171-172.
  15. Fadjar, A.M. (2012). Partai Politik dalam Perkembangan Ketatanegaraan di Indonesia. Malang: Setara Press.
  16. Fiona, U. & Tomsa, D. (2017). Parties and Factions in Indonesia: The Effects of Historical Legacies and Institutional Engineering. Singapura: ISEAS.
  17. Geertz, C. (1973). The Interpretation of Culture. New York: Basic Books.
  18. Geys, B., & Heyndels, B. (2019, Februari 10). Disentangling the Effects of Political Fragmentation on Voter Turnout: the Flemish Municipal Election. Politics and Governance Discussion Paper. Diakses dari https://core.ac.uk/download/pdf/143764825.pdf.
  19. Hakim, R.N. (2018, November 26). Partai Politik yang Bertarung di Pemilu dari Masa ke Masa. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2018/02/20/13275281/partai-politik-yang-bertarung-di-pemilu-dari-masa-ke-masa.
  20. Handoyo, E. et all. (2015). Studi Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
  21. Hasanudin, S. (2017). Mekanisme Religio-Politik Pesantren: Mobilisasi Jaringan Hamida dalam Politik Elektoral Tasikmalaya. Jurnal Masyarakat. 22 (1), 78.
  22. Heryanto & Zarkasky. (2012). Public Relation Politik. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
  23. Huda, K., & Fadlika, Z.A. (2019, Februari 21). Pemilu Presiden 2019: Antara Kontestasi Politik dan Persaingan Pemicu Perpecahan Bangsa. Diakses dari https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/snh/article/download/27068/11848/.
  24. Huntington, S. (1991). The Third Wave Democratization in the Late Twentieth Century. Oklahoma: University of Oklahoma Press.
  25. Institute for Strategic Initiatives. (2018, November 7). Penggunaan Dana Publik Untuk Kampanye. Hasil Riset dilakukan oleh Institute for Strategic Initiatives bekerja sama dengan Perludem dan Kemitraan. Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/45189-ID-penggunaan-dana-publik-untuk-kampanye.pdf.
  26. Jaklic, K. (2019, Januari 30). Comparative Report on Threshold and Other Features of Electoral Systems which Bar Parties from Access to Parliament. European Commission for Democracy through Law. Diakses dari https://www.venice.coe.int/webforms/documents/default.aspx?pdffile=CDL-AD(2008)037-e.
  27. Kadir, A.G. (2014). Dinamika Partai Politik di Indonesia. Jurnal Sosiohumaniora. 16 (2), 132-136.
  28. KBBI Daring Kemendikbud Republik Indonesia. (2018, November 8). Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Karakteristik.
  29. Komisi Pemilihan Umum. (2018, November 1). Modul I : Pemilu Untuk Pemula. Diakses dari https://kpu.go.id/dmdocuments/modul_1c.pdf.
  30. Lindawati, D.S. (2013). Strategi Partai Politik dalam Menghadapi Pemlu 2014. Jurnal Politica. 4 (2), 293.
  31. Mainwaring, S. (2019, Januari 28). Presidentialism, Multiparty System, and Democracy: The Difficult Equation. Diakses dari https://pdfs.semanticscholar.org/51d3/d4b4371f6e8e395b861efbff4526a787e4e6.pdf
  32. Manan, M. (2012). Partai Politik dan Demokrasi Menyongsong Pemilihan Umum 2015. Jurnal Legislasi Indonesia. 9 (4), 508.
  33. Maulana, A., & Khanafiah, D. (2019, Maret 12). The Dynamics of Political Parties Coalition in Indonesia. Diakses dari http://cogprints.org/6679/1/coalition_paper_editlagi.pdf.
  34. Mujani, S., Liddle, W., & Ambardi, K. (2011). Kuasa Rakyat. Jakarta: Mizan
  35. Noor, H. (2001). Telaah tentang Pelaku Politik dan Pengaruhnya Terhadap Masyarakat. Schema Journal of Psycological Research. 1 (1), 37.
  36. Nurakhim. (2005).Pemaknaan Agama dalam Partai Politik dalam Konteks Reformasi: Studi Perbandingan PPP, PKB, dan PAN. Jurnal Humanity. 1 (1), 63.
  37. Pahlevi I. (2018, November 26). Partai Politik Peserta Pemilu 2014. Diakses dari http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-V-1-I-P3DI-Januari-2013-22.pdf.
  38. Permadi, S.B. (2018, November 26). Proses Pemilihan Umum Tahun 1955 di Indonesia. Diakses dari https://eprints.uny.ac.id/21750/9/ringkasan.pdf.
  39. Prasojo, B.P., & Safitri, S.P. (2019, Maret 14). Model Penentuan Kandidat Pilpres Melalui Konvensi Partai Politik. Proceeding Seminar Nasional Hukum yang dilaksanakan oleh fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang. Diakses dari https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/snh.
  40. Project, A. (2018, November 26). Partai Politik Peserta Pemilu di Indonesia Tahun 2009. Diakses dari http://aceproject.org/ero-en/regions/asia/ID/indonesia-list-of-political-parties-for-the-2009.
  41. Rahardian, A. (2019, Februari 10). Inilah Peta Partai Pengusung Capres-Cawapres 2019. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20180810195720-16-28087/inilah-peta-partai-pengusung-capres-cawapres-pemilu-2019.
  42. Romli, L. (2008). Masalah Kelembagaan Partai Politik di Indonesia Pasca Orde Baru. Jurnal Penelitian Politik. 5 (1), 22.
  43. Rudianto, Y. (2012). Fenomena Kekerasan Sosial dan Struktur Majemuk Masyarakat Indonesia. Jurnal AKP. 1 (1), 71.
  44. Saraswati, R. (2012 ).Desain Sistem Pemerintahan Presidensil Yang Efektif. Jurnal Masalah-Masalah Hukum. 41 (1), 140.
  45. Sidek, A.R., Islami, R., & Abdoludin. (2016). Character Issues: Reality Character Problems and Solutions through Education in Indonesia. Journal of Education and Practice. 7 (17), 159.
  46. Sodikin. (2014). Pemilihan Umum Serentak (Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden) dan Penguatan Sistem Presidensial. Jurnal Rechtvinding. 3 (1) 20.
  47. Spread, P. (1984 ).Blau’s Exchange Theory, Support and The Macrostructure. The British Journal of Sociology.35 (2), 162.
  48. Sumadinata, W.S. (2016). Dinamika Koalisi Partai-Partai Politik di Indonesia Menjelang dan Setelah Pemilihan Presiden Tahun 2014. Jurnal Wacana Politik. 1 (2), 186.
  49. Suparlan, P. (2002). Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
  50. Suparlan, P. (2003) .Bhinneka Tunggal Ika: Keanekaragaman Sukubangsa atau Kebudayaan?. Jurnal Antropologi Indonesia. 1 (72), 99.
  51. Tamrin, A. (2013). Urgensi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Secara Langusng di Era Reformasi. Jurnal Cita Hukum. 1 (2), 190.
  52. Wijaya, I.D.M.P. (2014). Mengukur Derajat Demokrasi Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Jurnal IUS, 2 (6), 562.
  53. Wisnaeni, F., Asy’ari, H., & Ristyawati, A. (2016). Penyederhanaan Partai Politik Dalam Sistem Kepartaian di Indonesia Sejak. Diponegoro Law Review. 5 (12), 1.
  54. Wiyono, S. (2009). Pemilu Multipartai dan Stabilitas Pemerintah Presidensial di Indonesia. Jurnal Konstitusi Pusat Kajian Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana. 11 (1), 12.
  55. Zulifan, M. (2016). Politik Islam di Indonesia: Ideologi, Transformasi, dan Prospek dalam Proses Politik Terkini. Indonesia Political Science Review. 1 (2), 172.