PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SELADA ROMAINE PADA SISTEM TANAM HIDROPONIK (Studi Kasus di UMKM Kebun Sayur, Kota Surabaya, Jawa Timur)

Nila Novianti  -  Agribusiness, Agriculture Faculty, Brawijaya University, Indonesia
Heru Santoso Hadi Subagyo  -  Agribusiness, Agriculture Faculty, Brawijaya University, Indonesia
*Anisa Aprilia  -  Agribusiness, Agriculture Faculty, Brawijaya University, Indonesia
Received: 25 Jun 2019; Published: 30 Nov 2019.
Open Access Copyright 2019 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 90 58

Abstract

Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang diperhatikan oleh konsumen dalam membeli dan menggunakan sebuah produk. Adanya peningkatan pendidikan, kemampuan daya beli serta kepedulian konsumen terhadap nilai gizi telah menggugah kesadaran konsumen akan pentingnya suatu kualitas produk. Namun pada kenyataannya produk sayuran hidroponik khususnya Selada Romaine yang diproduksi oleh UMKM Kebun Sayur Surabaya masih memiliki kualitas yang kurang baik. Permasalahan yang kerap muncul pada usaha tersebut yaitu adanya kecacatan produk. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis nilai kecacatan, faktor-faktor penyebab kecacatan dan harapan konsumen terhadap kualitas produk Selada Romaine. Penelitian dilakukan di UMKM Kebun Sayur Surabaya dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dan House of Quality (HoQ).  Pengendalian kualitas menggunakan (SQC) dilakukan dengan lima alat statistik yaitu diagram alir, lembar pemeriksaan, diagram pareto, peta kendali, dan diagram sebab akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai kecacatan produk Selada Romaine hidroponik berada di luar batas kendali UCL (Upper Control Limit) dan LCL (Lower Control Limit), sehingga dikatakan tidak terkendali. Terdapat 3 titik berada di dalam batas kendali dan 10 titik berada di luar batas kendali (2) Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk yaitu faktor mesin, faktor manusia faktor lingkungan dan faktor metode (3) Harapan konsumen terhadap kualitas produk yaitu harga produk Rp 4.000 per ons; bentuk produk yaitu utuh atau tidak terdapat daun bercak coklat, berlubang, kuning dan akar terlepas dari tanaman; kesegaran produk yaitu sangat segar atau fresh hasil panen; kebersihan produk yaitu sangat higienis melalui proses pencucian; warna produk yaitu hijau segar atau tidak terlalu tua dan muda; serta kemasan produk yaitu plastik terbuka seperti bucket bunga.

Keywords
kualitas produk; pengendalian kualitas; harapan konsumen; Statistical Quality Control (SQC); House of Quality (HoQ)

Article Metrics:

  1. Amanah, D. (2017). Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen pada Majestyk Bakery & Cake Shop Cabang H.M. Yamin Medan. Jurnal Keuangan Dan Bisnis, 2 (1).
  2. Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik Tanaman Sayuran dan Buah-buahan Semusim Indonesia 2016. Jakarta.
  3. Heizer, J., & Render, B. (2016). Manajemen Operasi (Edisi 11). Jakarta: Salemba Empat.
  4. Jacobs, F. R., & Chase, R. B. (2015). Manajemen Operasi dan Rantai Pasokan. Jakarta: Salemba Empat.
  5. Kementrian Pertanian. (2015). Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2014. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementrian Pertanian.
  6. Kementrian Pertanian. (2018). Ekspor Buah, Sayuran dan Bunga Indonesia Tembus 29 Negara. Jakarta: Artikel online (http://www.pertanian.go.id), diakses pada 25 November 2018.
  7. Kontan.co.id. (2018). Ekspor Produk Pertanian Indonesia pada Agustus 2018 Anjlok 20.98%. Jakarta. Artikel online (https://m.kontan.co.id), diakses pada 21 Februari 2019.
  8. Krajewski, L. J., Ritzman, L. P., & Malhotra, M. K. (2013). Operations Management. Halow: Pearson Education Limited.
  9. Nunes, J. (2015). Strategi Pengembangan Usaha Tani Sayuran Berorientasi Pasar Modern (Studi Kasus Kelompok Tani Liudiak Desa Liurai Distrik Aileu Timor Leste). Jurnal Ilmu Pertanian Dan Peternakan, 3.
  10. Prasojo, Masto. (2017). Peluang Bisnis Sayuran Hidroponik. Artikel online (https://unsurtani.com/2017/04), diakses pada 18 Maret 2019.
  11. Sekaran, U. (2003). Research Methods For Business (Fourth Edition). New York-USA: John Wiley and Sons, Inc.
  12. Setiawan, H. (2017). Kiat Sukses Budidaya Cabai Hidroponik. Yogyakarta: Bio Genesis.
  13. Stevenson, W. J., & Chuong, S. C. (2014). Manajemen Operasi Perspektif Asia. Jakarta: Salemba Empat.
  14. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  15. Weenas, J. R. . (2013). Kualitas Produk, Harga, Promosi dan Kualitas Pelayanan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Springbed Comforta. Jurnal EMBA, 1 (4), 607–618.
  16. Wijaya, D. T. (2018). Manajemen Kualitas Jasa Desain Servqual, QFD, dan Kano. Jakarta: Indeks Jakarta.
  17. Yuarini, D. A. A., Satriawan, I. K., & Suardi, I. D. P. O. (2015). Strategi Peningkatan Kualitas Produk Sayuran Segar Organik pada CV. Golden Leaf Farm Bali. Manajemen Agribisnis, 3 (2), 93–109.