PERAN EKONOMI PEREMPUAN PADA KELUARGA PEMETIK TEH DI PT. RUMPUN SARI MEDINI KABUPATEN KENDAL

*Siti Nur Azizah  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Trisetyo Eddy  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Dyah Mardingingsih  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 4 Nov 2017.
Open Access Copyright 2017 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian


Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 528 258
Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ekonomi perempuan pada keluarga pemetik teh di PT Rumpun Sari Medini Kabupaten Kendal dengan menggunakan akses dan kontrol perempuan terhadap ekonomi keluarga sebagai parameter. Penelitian ini dilakukan di Dusun Medini dan Dusun Promasan yang merupakan dusun emplasemen dari PT Rumpun Sari Medini, yang sebagian besar penduduk perempuannya bekerja sebagai pemetik daun teh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus sebanyak 29 orang dari keseluruhan populasi dijadikan responden. Untuk memperkuat data yang ditemukan, penelitian ini juga menggunakan wawancara mendalam, pengamatan, dokumentasi dan rekaman suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pemetik teh memiliki akses yang tidak terbatas terhadap ekonomi keluarga, dimana perempuan pemetik teh mempunyai kesempatan untuk menyimpan uang, memperoleh pinjaman dan mengelola semua urusan ekonomi keluarga. Selain itu dari aspek kontrol, perempuan pemetik teh mempunyai kontrol yang baik dalam memutuskan penggunaan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kata kunci: akses; kontrol; pemetik teh; perempuan

Article Metrics:

  1. Daulay, H. 2006. Pemberdayaan perempuan (Studi kasus pedagang jamu di Geding Johor Medan).
  2. J. Harmoni Sosial. 1 (1) Farida, L. 2011. Kontribusi pendapatan perempuan bekerja sektor informal pada ekonomi keluarga di Kota Pekanbaru. J. Aplikasi Bisnis. 1 (2) : 103-112.
  3. Ferdiyanti, E., Sukidin, P. Suharso. 2015. Peran wanita dalam pengembangan ekonomi rumah tangga di sekitar PDP Dusun Sumberwadung Desa Harjomulyo Kecamatan Silo. (Artikel Ilmiah Mahasiswa). ( http://repository.unej.ac.id/bitstream/ha ndle/123456789/63181/ELISA %20FERDIYANTI.pdf?sequence=1). Diakses pada tanggal: 28 Desember 2016.
  4. Kusumawati, Y. 2012. Peran ganda perempuan pemetik teh. J. Komunitas. 4 (2): 157 - 167.
  5. Mausyaroh, R., M. Mollo dan A. Wibowo. 2010. Kontribusi pendapatan pemetik daun teh (Camelia sinesis) terhadap pemenuhan kebutuhan hidup rumah tangga di Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. J. Pertanian. 36: 1-14.
  6. Miles, M.B. dan A.M. Huberman. 2007. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Universitas Indonesia Press, Jakarta. Diterjemahkan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi)
  7. Prasetyowati. 2010. Pola Relasi Gender dalam Keluarga Buruh Perempuan (Studi Kasus Buruh Perempuan Pabrik Sritex di Desa Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Surakarta. ( https://eprints.uns.ac.id/4099/1/130681 811201112001.pdf). Diakses pada tanggal: 1 Oktober 2016.
  8. Priyono, B.S., I. Cahyadinata dan Setiawati. 2008. Faktor-faktor yang berhubungan dengan produktivitas dan kontribusi penghasilan tenaga kerja wanita pemetik teh di PTP Nusantara VI Kayu Aro Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. J. Agrisep. 8 (1): 82 - 91.
  9. Purwaningsih, H. 2010. Keberadaan Perkebunan Teh Kaligua Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes Pada Tahun 1990 – 2000. Skripsi. Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, Semarang. ( http://lib.unnes.ac.id/2739/1/7153.pdf} ). Diakses pada tanggal: 25 November 2017, Pukul 10:25 WIB.
  10. Singgih, B.S., H.I. Setiawan, Radjiati dan Rusdi. Adenan, I.N. dan B.A. Soehartno (Eds). 1991. Perkembangan Masyarakat Akibat Pertumbuhan Industri di DaerahDaerah Jawa Timur. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya 1990-1991.
  11. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sitepu, W. E. 2014. Pemberdayaan Istri Petani Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Skripsi. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang. ( http://eprints.undip.ac.id/45353/1/02_S ITEPU.pdf. Diakses pada tanggal: 28 Januari 2017.
  12. Supeni, R.E. dan M. I. Sari. 2011. Upaya Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Pengembangan Manajemen Usaha Kecil (Studi deskriptif pada kegiatan usaha kecil Ibu-ibu Desa Wirolegi Kabupaten Jember, Dampingan Pusat Studi Wanita UM Jember). Seminar Nasional Ilmu Ekonomi Terapan. ( http://download.portalgaruda.org/articl e.php?article=4507&val=426). Diakses pada tanggal: 21 Februari 2017.
  13. Wibisono, D. 2014. Peran sosial ekonomi perempuan pedagang sayur (Studi Kasus Perempuan Pedagang Sayur di Pasar Waydadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung). J. Sosiologi. 16 (2): 127 – 138. Widodo, S. 2009. Analisis peran perempuan dalam usahatani tembakau. J. Embryo. 6 (2): 148-153.