ANALISIS GENERAL ELECTRIK MATRIK USAHA BERAS ORGANIK DI KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG

*Tutik Dalmiyatun -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Wahyu Dyah Prastiwi -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Heri Setiyawan -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 5 Dec 2017; Published: 10 Apr 2018.
Open Access Copyright 2017 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 283 144

Abstract

Abstrak
Pertanian organik menjadi tren saat ini dan berpotensi usaha pertanian yang berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kekuatan bisnis dan daya tarik usaha beras organik di Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Lokasi penelitian yaitu di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang yang dipilih secara purposif. Responden penelitian yaitu pelaku usaha pertanian padi organik yang berjumlah 60 responden mencakup faktor lingkungan internal dan eksternal, yang terdiri atas 30 petani, 5 distributor, 2 penyuluh pertanian, 3 pegawai koperasi (kreditur) dan 20 konsumen. Data dianalisis menggunakan analisis General Elektrik Matrix. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan bisnis yang utama yaitu kualitas produk (beras organik) dan daya tarik yang utama yaitu pada dampak lingkungan. Kekuatan bisnis termasuk kategori sedang dan daya tarik termasuk kategori tinggi dengan posisi GE Matrix ada pada sel 5 (59.63;69.13). peningkatan kekuatan bisnis dan daya tarik dengan melakukan evaluasi potensi untuk mengembangkan pasar dengan melakukan segmentasi, serta mengevaluasi kelemahan dan membangun kekuatan usaha.

Keywords: Kekuatan bisnis; daya tarik; beras organic; General elektrik matrix

Article Metrics:

  1. Andoko, Agus.,Drs. 2002. Budidaya Padi secara Organik. Penerbit Swadaya. Depok.
  2. Azwar, S. 2009. Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
  3. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2012. Pedoman Pelaksanaan Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.
  4. IFOAM. 2012. Organic Agriculture and Food Security. http://www.ifoam.org/pdfs/ Organic Agriculture and FoodSecurity.pdf
  5. Inawati, L. 2011. Manajer Mutu dan Akses Pasar Aliansi Organis Indonesia (AOI), semiloka “Memajukan Pertanian Organis di Indonesia: Peluang dan Tantangan kedepan”. Yayasan Bina Sarana Bhakti di Cisarua, Bogor, Jawa Barat
  6. Karama AS. 2012. Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia [internet]. [28 November 2012]. http://www.agrikencanaperkasa.com/ind ex.php/organicfarming/15-iof.
  7. Kariyasa K. 2005. Sistem Integrasi TanamanTernak Dalam Perspektif Reorientasi Kebijakan Subsidi Pupuk Dan Peningkatan Pendapatan Petani. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 3 (1) hal : 68-80
  8. Lawal, J.O. and K.A. Oluyole. 2008. Factors Influencing Adoption of Research Result and Agricultural Technologies Among Cocoa farming Households in Oyo State, Nigeria. International Journal Sustainable Crop Production. 3(5): 10-12.
  9. Medina, F. and A. Inglesias. 2008. Economic Feasibility of Organic Farms an Risk Management Atrategies. 12th Congress of the European Association of Agriculture Economists-EAAE, Madrid.
  10. Ogada, M., W. Nyangena and M. Yusuf. 2010. Production Risk and Farm Technology Adoption In The Rain-Fed Semi-Arid Lands of Kenya. AfJARE, 4(2010) : 159-174.
  11. Pirngadi, K. 2009. Peran Bahan Organik Dalam Peningkatan Produksi Padi Berkelanjutan Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian 2 (1) hal 48-64
  12. Rangkuti, Fredy. 2003. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Riyanto, B 2010. Dasar Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta : BPFE
  13. Roidah IS. 2013. Manfaat Penggunaan pupuk organic untuk kesuburan tanah. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo 1(I) : 30-42
  14. Sauer, J dan D. Zilberman. 2009. Innovation Behaviour at Farm Level-Selection and Identification. Gewisola. University of California and Giannini Foundation, Berkely.
  15. Sugito Y, Yulia N, Ellis N. 1995. Sistem Pertanian Organik. Penerbit Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang
  16. Villano, A.R., C.J. O’Donnell and G.E. Battese. 2005.An Investigation of Production Risk Preferences and Technical Efficiency : Evidence from Rainfed Lowland Rice Farm in the Philippines. Working Paper Series in Agriculture and Resource Economics. University of New England Australia, 2005 (1): 1-24.
  17. Wijaya, T. 2014. Nilai Dan Pengetahuan Sebagai Prediktor Intensi Beli Makanan Organik. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, vol.16 (1) hal: 69–82.