ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI KETELA POHON DI KECAMATAN TLOGOWUNGU KABUPATEN PATI

*Arifatul Luthfiah -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Mukson Mukson -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Agus Setiadi -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 23 Nov 2017.
Open Access Copyright 2017 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 436 82

Abstract

 ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh jumlah penggunaan faktor-faktor produksi (luas lahan, bibit, pupuk organik, pupuk urea, pupuk phonska, pestisida dan tenagakerja) terhadap jumlah produksi usahatani ketela pohon dan menganalisis efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani ketela pohon di Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati.  Penelitian menggunakan metode survei. Metode penentuan lokasi penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Jumlah sampel dihitng menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sebanyak 91 responden, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglas yang kemudian ditransfomasi kedalam regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak faktor produksi ketela pohon (luas lahan (X1), bibit (X2), pupuk organik (X3), pupuk urea (X4), pupuk phonska (X5), pestisida (X6) dan tenaga kerja (X7) berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi ketela pohon. Penggunaan Faktor-faktor produksi luas lahan secara parsial berpengaruh sangat nyata, bibit dan pupuk phonska berpengaruh nyata terhadap produksi ketela pohon sedangkan pupuk organik, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap jumlah produksi ketela pohon. Penggunaan lahan, bibit, pupuk organik, pupuk phonska dan pestisida belum mencapai efisiensi ekonomi sedangkan penggunaan faktor produksi pupuk urea dan tenaga kerja tidak efisien secara ekonomi.


Kata Kunci: efisiensi ekonomi; faktor produksi; ketela pohon;usahatani

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, 2015. Propinsi Jawa Tengah dalam Angka.BPS Jawa Tengah.
  2. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pati, 2015. PatidalamAngka.BPS KabupatenPati.
  3. Ginting, A. B. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi dan usaha penggemukan sapi potong studi kasus di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan. J. Penelitian bidang ilmu pertanian. 11 (3): 2-23.
  4. Kuswono, Slamet, dan S. Suratiningsih. 2012. Analisis perbandingan pendapatan usahatani ubi kayu daplang dan jenis markonah di Desa Metaraman Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. J. Agromedia. 30 (2): 70-84.
  5. Kurniadie, D. 2002. Pengaruh kombinasi dosis pupuk majemuk NPK Phonska dan pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah (oryza sativa) varietas IR64. J. Bionatura. 4 (3): 137147.
  6. Lingga, P. dan Marsono. 2013. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.
  7. Mahyuni, E. L., 2015. Faktor resiko dalam penggunaan pestisida terhadap keluhan kesehatan pada petani di Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. J.KESMAS. 9 (1): 79-89.
  8. Miftahuddin, A. 2014. Analisis efisiensi faktor-faktor produksi usahatani padi di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. J. Economic Development Analysis 03 (1): 1-12.
  9. Mubyarto. 1995. Pengantar Ekonomi Pertanian. Lembaga Penelitian, Penyelidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, Jakarta.
  10. Prasetyo, A., E. Listyorini., W. H. Utomo., 2014. Hubungan sifat fisik tanah, perakaran, dan hasil ubi kayu tahun kedua pada alfisol Jatikerto akibat pemberian pupuk organik dan anorganik. J. Tanah dan Sumberdaya Lahan. 1 (1): 27-37.
  11. Ramadhani, Y. 2011. Analisis efisiensi skala dan elastisitas produksi dengan pendekatan cobb-douglas dan regresi berganda. Program studi teknik industri Fakultas teknologi industri. Institut Sains dan Teknologi AKPRIND. J. Teknologi. 4 (1): 53-61.
  12. Sanusi, A. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis. Salemba Empat, Jakarta Selatan. Sholeh, M. 2007. Permintaaan dan penawaran tenaga kerja serta upah: teori serta beberapa potretnya di Indonesia. J. Ekonomi dan Pendidikan. 4 (1): 62-75.
  13. Supriyatno, Pujiharto, S. Budiningsih. 2008. Analisis efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi usahatani ubikayu (manihot esculenta) di Desa Punggelan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara. J. Agritech. 10. (1). 30-40.
  14. Thamrin, M., A. Mardhiyah., S. E. Marpaung. 2013. Analisis Usahatani Ubi kayu (Manihot utilissima). J. Agrium. 18. (1). 57-64.
  15. Tumewu, P., C. P. Paruntu, T. D. Sondakh. 2015. Hasil Ubi Kayu (Mannihot esculenta Crantz) Terhadap Perbedaan Jenis Pupuk. J. LPPM Bidang Sains dan Teknologi. 2 (2): 16-27.
  16. Yuantri, C., B. Widiarnako, H. R. Sunoko. 2013. Tingkat pengetahuan petani dalam menggunakan pestisida studi kasus di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. P. Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 148