FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG KONSEP DAGING SAPI YANG ASUH DI DESA BATURETNO KECAMATAN BATURETNO KABUPATEN WONOGIRI

*evi setyaningsih  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Siwi Gayatri  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Trisetyo Eddy  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 5 Dec 2017; Published: 10 Apr 2018.
Open Access Copyright 2017 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian


Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang daging sapi yang ASUH. 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu rumah tangga terhadap konsep daging sapi yang ASUH. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari 2017 sampai Maret 2017 di Desa Baturetno Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri. Metode penelitian ini adalah survai. Metode penentuan sampel menggunakan multistage random sampling dengan jumlah responden 97 orang ibu rumah tangga.  Analisis data secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga termasuk dalam kriteria sedang. Hasil analisis menunjukkan secara signifikan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang konsep daging sapi yang ASUH adalah pendidikan, jumlah anggota keluarga, pendapatan keluarga, kesempatan memperoleh informasi dan keanggotaan dalam organisasi masyarakat, sedangkan variabel usia tidak berpengaruh secara signifikan.

Kata Kunci: pengetahuan; ibu rumah tangga; daging sapi; ASUH

Article Metrics:

  1. Ahmadi, A. 2004. Sosiologi Pendidikan. Rineka Cipta, Jakarta. Alfando, J.W.S. 2013. Peranan kelompok informasi masyarakat (KIM) dalam mewujudkan desa mandiri di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara. J. Ilmu Komunikasi 1 (2) : 109 – 125
  2. Ariani, M. dan H.P.S Rachman. 2008. Keberhasilan Diversifikasi Pangan Tanggung Jawab Bersama. Badak Pos, Banten. hal. 2
  3. Ariningsih, E. 2008. Pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap konsumsi susu dan produk olahan susu. Semiloka Nasional Prospek Industri Sapi Perah Menuju Perdagangan Bebas. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan, Bogor. 2008. p. 469 – 475
  4. Aryanti, M.A. 2010. Hubungan antara pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu, dan pola makan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen. Skripsi. Program Sarjana Universitas Negeri Semarang
  5. Badan Pusat Statistik Kabupaten Wonogiri. 2015. Kecamatan Baturetno dalam Angka Tahun 2015. Badan Pusat Statistik, Wonogiri
  6. Dalyono, C.T. 2010. Pengaruh media massa dan pengetahuan tentang teknologi informasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan tingkat modernitas generasi muda Kota Yogyakarta. J. Ilmu Komunikasi 8 (1) : 86 – 95
  7. Damayanti, Rina. 2017. Pengaruh pengetahuan ibu tentang gizi dan pola pemberian makan terhadap kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gajahan Surakarta. Skripsi. Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta
  8. Direktorat Kesmavet. 2003. Kiat memilih daging yang aman dan sehat. Direktorat Kesmavet. Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan, Departemen Pertanian. Jakarta
  9. Fatmawati, E. 1995. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Alokasi Pengeluaran dan Tingkat Konsumsi Pangan Keluarga (Studi Kasus di Kelurahan Tanah Sareal, Bogor). Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor. [Skripsi]
  10. Gayatri, S. and Vaarst, M. 2015. The Implementation of Indonesia’s Beef Self Sufficiency Programme (BSSP) as Seen from a Farmer-Family Perspective. Journal of Rural and Community Development 10, 2(2015) 166-186
  11. Gayatri, S. and Vaarst, M. 2016. Bridging Expectations: Extension Agents’ Perception of a Gap between Expectations and Experience when Implementing the Indonesian Beef Self-Sufficiency Programme. Int. J. Agric. Ext. Vol 4, No 1 (2016)
  12. Gerungan, W.A. 2004. Psikologi Sosial. PT Refika Aditama, Bandung. Hamdi A.S. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan. Deepublish, Yogyakarta
  13. Hardinsyah, H.A.M. 2007. Inovasi Gizi dan Pengembangan Modal Sosial Bagi Peningkatan Kualitas Hidup Manusia Dan Pengentasan Kemiskinan. IPB Press, Bogor
  14. Martindah, E dan Saptati, RA. 2007. Kesehatan dan keamanan produk pangan hewani. Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia XXVII. Bogor, 21 Nopember 2007. p. 94-100
  15. Notoatmodjo, S. 2003. Pengembangan Sumber Daya Manusia. PT Rineka Cipta, Jakarta
  16. Republika, 2014. Daging Sapi Dicampur Babi Dijual di Pasar. http://www.republika.co.id/berita/nasio nal/daerah/14/09/18/nc33b6-dagingsapi-dicampur-babi-dijual-di-pasar (diakses 3 Oktober 2016)
  17. Setiabudi, M.U., W.B. Parera dan R.A. FarFar. 2013. Proses pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian sayuran segar studi kasus Hypermart Ambon City Center Kota Ambon. J. Agribisnis Kepulauan. 1 (4) : 25-40
  18. Sriyono. 2015. Pengaruh tingkat pendidikan dan pemahaman masyarakat tentang ikan berformalin terhadap kesehatan masyarakat. J. Factor Exacta. 8 (1) : 79-91
  19. Sulaiman, W. 2004. Analisis Regresi Menggunakan SPSS. Contoh Kasus dan Pemecahannya. Penerbit Andi, Yogyakarta
  20. Sumarwan, U. 2011. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Ghalia Indonesia, Bogor
  21. Suryana, A. 2007. Dukungan teknologi penyediaan produk pangan peternakan bermutu, aman dan halal. Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia XXVII. Bogor, 21 Nopember 2007. p. 32-40
  22. Wirartha I.M. 2006. Metode Penelitian Sosial Ekonomi. Penerbit Andi, Yogyakarta
  23. Zulfanita. H.D. Arifin dan Priyono. 2013. Keamanan dan pengamanan pangan produk daging sapi bermutu dan halal di Indonesia. J. Surya Agritama. 2 (1): 63-75

Last update: 2021-04-13 05:09:34

No citation recorded.

Last update: 2021-04-13 05:09:35

No citation recorded.