ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN PENDUDUK DI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK

*Rifatul Jannah -  Diponegoro University, Indonesia
Bambang Trisetyo Eddy -  Diponegoro University, Indonesia
Tutik Dalmiyatun -  Diponegoro University, Indonesia
Published: 25 May 2017.
Open Access Copyright 2017 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 2438 419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perubahan fungsi lahan pertanian, 2) Dampaknya alih fungsi lahan terhadap kehidupan pendudukyang meliputi luas kepemilikan lahan, alih pekerjaan dan persediaan pangan pokok dalam keluarga. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2016 sampai Januari 2017 di Kecamatan Sayung. Sayung dipilih sebagai lokasi penelitian karena 1) cukup tinggi mengalami alih fungsi lahan, 2) merupakan wilayah pertumbuhan industri dan perumahan karena berbatasan dengan Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Data penjualan lahan diperoleh dari arsip 4 desa terpilih. Setiap desa diambil 20 responden yang terdiri dari 2 orang setiap tahun selama 10 tahun terakhir sehingga total responden 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Demak terjadi peningkatan pengajuan perizinan alih fungsi lahan. Penurunan luasan lahan pertanian dari 2.136 ha menjadi 1.417 ha, turun dengan laju rata-rata 12,4% per tahun yang disebabkan oleh alih fungsi lahan. Faktor – faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Sayung berturut-turut adalah kebutuhan ekonomi (41%), ibadah haji (16%), usaha (11%), pengobatan (9%), pembayaran hutang (8%), renovasi rumah (4%), pembelian motor (4%), pembagian warisan (4%) dan tukar tambah lahan (3%). Alih fungsi lahan sangat signifikan mempengaruhi jumlah penduduk yang mempunyai lahan pertanian, luas kepemilikan lahan, alih pekerjaan dan persediaan pangan keluarga.

Keywords : alih fungsi; lahan; luas kepemilikan; alih pekerjaan; persediaan pangan

Article Metrics:

  1. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal. 2013. Pemetaan Perizinan Tahun 2013 – 2015. BPPTPM Demak.
  2. BPS Demak. 2015. Kecamatan Sayung Dalam Angka. BPS Demak.
  3. BPN Demak. 2015. Jumlah Perizinan Alih Fungai Lahan. BPN Demak.
  4. Dinas Pertanian Kabupaten Demak. 2015. Jumlah luasan lahan pertahun di Kabupaten Demak per Kecamatan. Dinas Pertanian Kabupaten Demak
  5. Idrus, M. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial. Yogyakarta. Pernerbit Erlangga. Universitas Islam Indonesia.
  6. Irawan, B. 2005. Konversi lahan sawah: potensi dampak, pola pemanfaatannya, dan faktor determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi.23 (1): 1 – 18.
  7. Mawardi, I. 2006. Kajian pembentukan kelembagaan untuk pengendalian konversi dan pengembangan lahan, peran dan fungsinya. Jurnal Teknik Lingkungan. 7 (2) : 206 – 2011.
  8. Nawawi, H. 2012. Metode Penelitian Bidang Sosial. Gajah Mada Universty Press. Yogyakarta.
  9. Rohmadiani, L. D. 2011. Dampak konversi lahan pertanian terhadap ekonomi petani. Jurnal Teknik.9 (2): 74 – 84.
  10. Santoso, I. G. N., G. M. Adyana dan I. K. K. Dinanta. 2011. Dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangan beras. Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian.Urgensi dan Strategi.Bengkulu 7 Juli. 2011.
  11. Saputra, I. G. W. S. dan M. K. Budhi. 2015. Studi alih fungsi lahan dan dampaknya terhadap sosial ekonomi pertanian jambu mete di Kecamatan Kudu, Kabupaten Karangasem. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. 4.08 (2015): 555 – 570.
  12. Setyowati, E. dan B. Setioko. 2013. Metode Riset dan Statistika. UPT UNDIP Press. Semarang.
  13. Winarso, B. 2012. Dinamika pola penguasaan lahan sawah di wilayah pedesaan di Indonesia.Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 12 (3): 137 – 149.
  14. Witjaksono, A., Kustamar dan D. K. Sunaryo. 2015. Identifikasi perubahan lahan pertanian sebagai pertimbangan
  15. menyusun kebijakan lahan pertanian berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil V (2015). UMS. p194 – 199.