ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG

*Muhammad Danar Isyariansyah -  Diponegoro University, Indonesia
Djoko Sumarjono -  Diponegoro University, Indonesia
Kustopo Budiraharjo -  Diponegoro University, Indonesia
Received: 28 Aug 2017; Published: 22 May 2018.
Open Access Copyright 2018 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1390 547

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis jumlah produksi rata-rata kopi Robusta petani di Kecamatan Sumowono, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi kopi Robusta di Kecamatan Sumowono, serta untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap produksi kopi Robusta di Kecamatan Sumowono. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive. Metode yang digunakan adalah metode survei dan pemilihan sampel ditentukan dengan memilih 25 responden setiap 3 desa di Kecamatan Sumowono, sehingga berjumlah 75 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa produksi rata-rata kopi Robusta petani di Kecamatan Sumowono sebesar 1.617 kg/ha lebih tinggi dari produksi rata-rata kopi Robusta petani di provinsi Jawa Tengah sebesar 1.200 kg/ha, dan Nasional yaitu sebesar 855 kg/ha. Secara serempak luas lahan, jumlah pohon, jumlah pupuk kandang, jumlah pupuk NPK dan penggunaan tenaga kerja secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi kopi Robusta, sedangkan secara parsial hanya jumlah, pupuk kandang dan tenaga kerja yang berpengaruh nyata terhadap produksi kopi Robusta. Tenaga kerja adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap faktor produksi kopi Robusta di Kecamatan Sumowono.

Kata Kunci : Produksi; faktor produksi; kopi Robusta.

Article Metrics:

  1. Aklimawati, L. Yulianto dan S. Mawardi. 2014. Karakteristik mutu dan agribisnis kopi robusta di Lereng Gunung Tambora, Sumbawa. Pelita Perkebunan. 30 (2): 159 -180.
  2. Direktorat Jendral Perkebunan. 2016. Statistik Perkebunan Indonesia 2014-2016:Kopi. Direktorat Jendral Perkebunan, Jakarta.
  3. Ghozali, I. 2009. Ekonometrika. Teori Konsep dan Aplikasi dengan SPSS 17. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
  4. Gujarati, D. 2003. Ekonometri Dasar, terjemahan Sumarno Zain. Erlangga, Jakarta.
  5. Hasan, I. 2004. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Bumi Aksara, Jakarta.
  6. Hernanto F. 1989. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya, Jakarta.
  7. Kadir, S., dan M.Z Karo. 2006. Pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi kopi arabika, Jurnal Agrivigor. 6 (1) : 85-92.
  8. Kandari, A.M., L. O. Safuan dan L.M. Amsil. 2013. Evaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman kopi robusta (Coffea canephora) berdasarkan analisis data iklim menggunakan aplikasi sistem informasi geografi. J. Agrotekno. 3 (1) : 9-13
  9. Marhasan. 2005. Analisis Ekonomi Usaha Tani di Indonesia. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.
  10. Ramadhani, Y. 2011. Analisis Efisiensi, Skala dan Elastisitas Produksi dengan Pendekatan Cobb-Douglas dan Regresi Berganda. J. Teknologi 4(1): 53-61.
  11. Risnandewi T. 2013. Analisis efisiensi produksi kopi robusta di Kabupaten Temanggung (Studi kasis di Kecamatan Candiroto). J Litbang Provinsi Jawa Tengah, 2(1) : 87-102
  12. Rukmana, H. R. 2014. Untung Selangit dari Agribisnis Kopi. Lily Publisher, Jakarta.
  13. Santoso, S. 2001. Analisis Parametrik dengan SPSS. Exelmultimedia, Jakarta.
  14. Soekartawi, 1993. Prinsip Dasar Manajemen. Pemasaran Hasil-hasil Pertanian Terori dan Aplikasinya, Rajawali Press, Jakarta.
  15. Soekartawi. 2003. Teori Ekonomi Produksi Dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb-Douglas. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
  16. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif &RND. Alfabeta, Bandung
  17. Sukirno, S. 2002. Makroekonomi Teori Pengantar. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
  18. Suwarto, Y. Octaviyanti dan S. Hermawati. 2014. Top 15 Tanaman Perkebunan. Penebar Swadaya, Jakarta.