ANALISIS KOMPARASI USAHATANI PADI SEMI ORGANIK DAN NON ORGANIK DI KECAMATAN UNDAAN KABUPATEN KUDUS

*Dony Indra Adi Pratama -  Diponegoro University, Indonesia
Bambang Mulyatno Setiyawan -  Diponegoro University, Indonesia
Edy Prasetyo -  Diponegoro University, Indonesia
Received: 11 Jul 2017; Published: 19 May 2018.
Open Access Copyright 2018 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 448 216

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen dan kuantitas faktor produksi yang digunakan pada usahatani padi semi organik dan non organik, menganalisis perbandingan produksi, biaya produksi, dan pendapatan pada usahatani padi semi organik dan non organik. Lokasi penelitian di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Pengambilan responden dilakukan secara acak untuk responden petani padi non organik dan sensus untuk responden petani padi semi organik. Responden petani padi non organik diambil sebanyak 41 orang dari populasi sebanyak 410 orang dan semi organik 15 orang. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan (finansial usaha) dan uji beda independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen faktor–faktor produksi yang digunakan pada usahatani padi semi organik maupun non organik adalah luas lahan, benih,  pupuk, pestisida, dan tenaga kerja. Perbedaan komponen faktor produksi usahatani padi semi organik dan non organik yang paling menonjol adalah terletak pada penggunaan jenis pupuk dan pestisida, dimana jenis pupuk dan pestisida yang digunakan pada usahatani padi semi organik sebagian besar menggunakan bahan-bahan organik namun masih dipadu dengan bahan non organik (kimia). Jenis pupuk dan pestisida yang digunakan pada usahatani padi non organik sepenuhnya menggunakan bahan-bahan non organik (kimia). Tingkat signifikansi perbandingan kuantitas faktor produksi lahan, benih,  pupuk, dan tenaga kerja (orang) usahatani padi semi organik dan non organik berturut-turut adalah 0,417; 0,283; 0,609; 0,000; 0,012 dan 0,668. Berdasarkan nilai tersebut menunjukkan bahwa kuantitas rata-rata faktor produksi lahan, benih,  pupuk, dan tenaga kerja (HKP) tidak ada perbedaan nyata. Tingkat signifikansi perbandingan antara produksi, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani padi semi organik dan non organik berturut-turut adalah 0,108; 0,000; 0,020; dan 0,606. Berdasarkan nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan untuk biaya produksi dan penerimaan pada usahatani padi semi organik dan non organik, sedangkan untuk produksi dan pendapatan tidak terdapat perbedaan yang signifikan.

Kata Kunci: usahatani; padi; organik; faktor produksi

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik. 2016. Kabupaten Kudus Dalam Angka Tahun 2015. BPS. Kabupaten Kudus
  2. Badan Pusat Statistik. 2016. Kecamatan Undaan Dalam Angka Tahun 2016. BPS. Kabupaten Kudus
  3. Daniel. 2002. Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.
  4. Deliarnov. 1994. Teori Ekonomi Mikro. Prinsip Dasar dan Pengembangannya. Disadur dari buku aslinya Microeconomic Theory Basic Principles and Extention. Cetakan Ketiga. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
  5. Mubyarto. 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES. Jakarta
  6. Mulsanti, I.W., S. Wahyuni, dan A. Setyono. 2007. Pengaruh kecepatan putar silinder mesin perontok terhadap mutu benih padi. Prosiding Seminar Apresiasi Hasil Penelitian Padi Menunjang P2BN. Buku (2): 947 – 958.
  7. Muzdalifah. 2011. Analisis produksi dan efisiensi usahatani padi di Kabupaten Banjar. J. Agribisnis Perdesaan. 4 (2): 50-51.
  8. Nazili, A. 1982. Pendidikan dan Masyarakat. Bina Usaha. Yogyakarta.
  9. Rahim, A. dan D. R. W. Hastuti. 2007. Ekonomi Pertanian. Penebar Swadaya. Jakarta.
  10. Sadjad, S. 1993. Dari Benih Kepada Benih. Gramedia. Jakarta.
  11. Sari, I. N. 2011. Analisis Ekonomi Usahatani Padi Semi Organik Dan Anorganik Pada Petani Penggarap. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Skripsi)
  12. Sastroutomo, S. 1992. Pestisida Dasar-dasar dan Dampak Penggunaannya. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
  13. Simanjuntak, P. J. 2001. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.
  14. Soekartawi. 2002. Analisis Usaha Tani. UI–Press. Jakarta
  15. Soekartawi. 2003. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Cobb-Douglas. Grafindo Persada. Jakarta.
  16. Suhartini. 2013. Kualitas lingkungan pada usahatani padi semi organik dan non organik serta dampaknya terhadap produktivitas padi di kabupaten sragen, jawa tengah. Habitat. 14 (1): 86 – 89.
  17. Suprihanto, J., T. Harsiwi, M. Agung, H. Prakosa. 2003. Perilaku Organizational. Cetakan Pertama. Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Yogyakarta.
  18. Suratiyah, K. 2008. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.