PENGARUH LAMA MELAUT, KEKUATAN MESIN TEMPEL, DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN TANGKAP TRADISIONAL DI KABUPATEN TAKALAR

*Abd Rahim  -  Universitas Negeri Makasar, Indonesia
Diah Retno Dwi Hastuti  -  Universitas Negeri Makasar, Indonesia
Asmita Syahma  -  Universitas Negeri Makasar, Indonesia
Firmansyah Firmansyah  -  Universitas Muhammadiyah makasar, Indonesia
Published: 27 May 2018.
Open Access Copyright 2018 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian


Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 525 2604
Abstract

Perubahan musim di Perairan Selat Makassar yang berbatasan langsung dengan wilayah pesisir pantai Barat Kabupaten Takalar mengakibatkan perubahan jumlah tangkapan sehingga berdampak pada pendapatan usaha tangkapnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama melaut, kekuatan mesin tempel, karakteristik respoden terhadap pendapatan nelayan tangkap. Analisis data menggunakan Ordiary Least Square (OLS) dari data cross-section yang bersumber dari data primer Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama melaut dan ukuran kekuatan mesin tempel berpengaruh positif terhadap pendapatan nelayan tangkap tradisional di Kabupaten Takalar. Sedangkan karakteristik respoden berupa umur, pendidikan terakhir, tanggungan keluarga, dan pengalaman melaut tidak berpengaruh terhadap pendapatan nelayan tangkap tradisional.

Kata kunci: pendapatan; nelayan; tradisional

Article Metrics:

  1. Adili, Z. and M. Antonia. 2017. Determinants influencing fishing income to the coastal households of Indian Ocean. Oceanografy and Fisheries. 4(3):1-6.
  2. Barnes-Mauthe M., K.K.L. Oleson and B. Zafindrasilivonona. 2013. The total economic value of small-scale fisheries with a characterization of post-landing trends: an application in Madagascar with Global Relevance, Journal of Fisheries Research 147: 175-185.
  3. Ele, I.E. and M.O. Nkang. 2014. Analysis of Production Determinants and Technical Efficiency in Crayfish Production in the Lower Cross River Basin. Nigeria, Journal of Research In Humanities and Social Science. 2(11): 30-36.
  4. Gujarati, D.N. and D.C. Porter, 2009, Basic econometrics, 5th edition.McGraw-Hill, American.
  5. Gebremedhin S, M. Budusa, M. Mingist, and J. Vijverberg. 2013. Determining Factors for Fishers’ Income: The Case of Lake Tana, Ethiopia. International Journal of Current Research. 5 (5):1182-1186.
  6. Greene, W.H. 1990. Econometric analysis (second edition). Macmilan Publishing Company, Toronto.
  7. Hasan, N. 2006. Produksi dan distribusi pendapatan usaha penangkapan ikan di Maluku Tengah, Tesis. Program Studi Ekonomi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta.
  8. Israel D.C., E.Y. Adan, N.F. Lopez, and J.C. Castro. 2004. Perceptions of fishermen households on the longterm impact of coastal resources management in Panguil Bay Philippine. Journal of Development. 31 (1):107-134.
  9. Jabri, O.A., R. Collins, X. Sun, A. Omezzine, and R. Belwal. 2013. Determinants of small-scale fishermen’s income on Oman’s batinah coast. Marine Fisheries Review. 73(3):21-32. doi: dx.doi.org/10.7755/MFR.75.3.3
  10. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor Kep.25/Men/2009. Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan Dan Perikanan. Jakarta.
  11. Lopes, P.F.M., and A. Begossi. 2011. Decision-making processes by smallscale fishermen on the southeast coast of Brazil. Journal Fisheries Management And Ecology. 2(3) :1-11.
  12. Pameroy R.S., and N.L Andrew. 2011. SmaleScale fisheries management: frameworks and approaches for the developping world. CPI Antony Rome, Chippenham.
  13. Purwono, G.S. 2005. Strategi bertahan hidup nelayan terhadap perubahan kondisi daerah penangkapan ikan di Selat Madura. Disertasi. Program Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada Jogjakarta.
  14. Primyastanto, M., A. Efani, Soemano, dan S. Muhammad. 2013. faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan dan pengeluaran nelayan payang di Selat Madura. Jurnal Wacana. 16(1): 1-3.
  15. Rahim, A. 2018. The empowerment strategy of the traditional fisherman’s wives in the coastal area of Barru Regency, South Sulawesi. Journal of
  16. Socioeconomics and Development, 1(1), 1–6.
  17. Rahim, A., and Hastuti, D.R.D. 2018. Applied multiple regression method with exponential functions: an estimation of traditional catch fishermen household income. Journal of Physics : Conference Series. 1028(1), 1–8.
  18. Rahim, A., Hastuti, D.R.D., Ningsih, S.R., Mardia, Nuryanti, D.M., Patta, A.A., Yatim, H., and Hayat, N.Z. 2018. The influence of marketing volume and marketing channel on fresh Tiger Shrimp marketing margin. Indonesian Journal of Fundamental Sciences. 4(1):16-23.
  19. Raodah. 2015. Respon nelayan tradisional terhadap perubahan musim di Kelurahan Lappa Kabupaten Sinjai. Jurnal Walasuji 6(1) : 225-238.
  20. Riptanti, E.W. 2005. Karakteristik dan persoalan ekonomi masyarakat petani dan nelayan pada Kawasan Pantai di Torosiaje Kabupaten Pohuwatu. Caraka Tani (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian). 22(2):55-68.
  21. Retnowati E. 2011. Nelayan indonesia dalam pusaran kemiskinan struktural (perspektif sosial, ekonomi, dan hukum), Jurnal Perspektif, XVI (3) : 149-159.
  22. Soukotta, L.M., 2001, Analisis biaya dan pendapatan berbagai alat tangkap di Kabupaten Maluku Tengah. Tesis. Program Studi Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta.
  23. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Cetakan Ke 20). Bandung: Alfabeta.
  24. Winarti L., dan R. Permadi. 2015. Distribusi pendapatan rumah tangga nelayan (studi kasus di Desa Sungai Bakau Kecamayan Seruyan Hilir Timur dan Desa Sungai Undang Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan). Jurnal Ziraa’ah. 40(3):203-21.