PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA DANAU TOBA, KABUPATEN TOBA SAMOSIR

*Rizky Arimazona Siregar -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, FALTL, Universitas Trisakti., Indonesia
Hanny Wahidin Wiranegara -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, FALTL, Universitas Trisakti., Indonesia
Henky Hermantoro -  Program Studi Pariwisata, FPAR, Universitas Pancasila, Indonesia
Received: 28 Nov 2017; Published: 31 May 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

The tourism area of Toba Lake is one of The National Tourism Strategic Areas (KSPN). In the last five years the number of visitors is still low. The aim of this study is to identify the problematic aspects in developing tourism area and the efforts to overcome it. This research is quantitative and used design survey. The aspects in developing the tourism area analyzed were: tourist attraction, accessibility, infrastructure and facilities, as well as social condition and community support. All those aspects was elaborated into indicators which set to be the statements in questionnaire using Likert scale. Based on  chi square test, all the aspects has different category significantly. The results showed that accessibility and community support were the aspects with the lower category than others. But, the accessibility need to be prioritised in developing the Toba Lake tourism area in Toba Samosir regency. It is required efforts to provide and improve its accessibility in developing this Toba Lake tourism area in Toba Samosir regency.

Keywords
tourism area; aspects of development; Toba Lake

Article Metrics:

  1. Alam, W I. 2010. Identifikasi Presepsi dan Preferensi Pengunjung tentang Objek dan Daya Tarik Wisata Situ Bagendit Kabupaten Garut. Bandung: Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Komputer Indonesia.
  2. Anugrah, K. 2017. Pembangunan Pariwisata Daerah melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia di Gorontalo. Jurnal Master Pariwisata Vol. 4 No. 1 Hal. 33-46.
  3. Evita, R. 2012. Dampak Perkembangan Pembangunan Sarana Akomodasi Wisata terhadap Pariwisata Berkelanjutan di Bali. Jurnal Ilmiah Pariwisata.
  4. Gautama I. G. O (2012). Evaluasi Perkembangan Wisata Bahari di Pantai Sanur. Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 Hal 109-222.
  5. Kuswara. 2007. Arahan Pengembangan Permukiman di Kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba. Jurnal Permukiman Vol. 2 No. 1 Hal 1-11.
  6. Nugroho A. A. 2009. Pengaruh Kemacetan Lalu Lintas terhadap Perkembangan Kepariwisataan Kota Bandung (Studi Kasus: Kawasan Wisata Riau, Cihampelas, Alun-Alun dan Kebon Binatang) Tugas Akhir. Bandung: Jurusan Perencanaan Wilayah Kota. Institut Teknologi Bandung.
  7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pengembangan Pembangunan Kepariwisataan Nasional. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5262. Jakarta.
  8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 191. Jakarta.
  9. Rachman, A. 2011. Arahan Pengembangan Pariwisata di Satuan Kawasan Wisata Talaga Kabupaten Majalengka Berdasarkan Aspek Sediaan. Skripsi. Bandung: Universitas Pasundan.
  10. Rusnanda, R. 2015. Kajian Potensi Wisata Kota Tapaktuan, Berbasis Masyarakat Lokal. Tugas Akhir, Medan: Program Studi Arsitektur Universitas Sumatera Utara.
  11. Sianturi, T. 2004. Degradasi Danau Toba. Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian Vol 2. No 1. Hal 1-3
  12. Sudana, I.P 2013. Strategi Pengembangan Desa Wisata Ekologis di Desa Belimbing, Kecapatan Pupuan Kabupaten Tabanan. Jurnal Analis Pariwisata Vol 13. No. 1 Hal 11- 31
  13. Teguh, F. 2015. Tata Kelola Destinasi Membangun Ekosistem Pariwisata. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
  14. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11. Jakarta.
  15. Wardianto. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Bandung: Lubuk Agung.