PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN AGROFORESTRI DI DAS CILIWUNG HULU PROVINSI JAWA BARAT

*Rini Fitri -  Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim Bireuen Aceh, Indonesia
Surya Darma Tarigan -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Santun R.P. Sitorus -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Latief M Rachman -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Received: 15 Sep 2017; Published: 31 May 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 390 242

Abstract
Land use has become one of the causes of watershed damage, resulting in complex physical, economic and social problems in both upstream and downstream. This study aims to determine the direction of land use planning for the development of agroforestry in the Upstream of Ciliwung River Watershed of West Java Province. The orientation of the land use planning for agroforestry development was conducted by determining the type of agroforestry to be developed, the land capability class, as well as soil and water conservation agroforestry techniques to be applied. The results of this study showed that the determination of the agroforestry land use planning in the Upstream of Ciliwung River Watershed of West Java Province is directed to the development of agroforestry. Plant recommended to be developed on agroforestry land use include the annual crops combined with seasonal crops, and the application of conservation techniques; including terrestrial, gulud terrace, mulching, and terrace strengthening-plant.
Keywords
agroforestry; land use; upstream of ciliwung; watershed (DAS)

Article Metrics:

  1. Arsyad S. 2000. Konservasi tanah dan air. Bogor (ID) : IPB Pr.
  2. Akbar H, Murtilaksono K, Sinukaban N, Arsyad S. 2015. Optimalisasi Lahan Usahatani Berbasis Kakao untuk Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di DAS Krueng Seulimum Provinsi Aceh. J Manusia dan Lingkungan. 22(3): 358-363.
  3. Anshari et al, 2011. Agroforestri Development to Support Food Security and Farmenrs’ Empowerment Nearby the Forests. 29 (2): 84-93.
  4. Budiastuti S M. 2013. Sistem Agroforestri sebagai Alternatif Menghadapi Pergeseran Musim Guna Pencapaian Keamanan Pangan. J EKOSAINS 5 (1): 2-3.
  5. Haridjaja O. 2008. Pentingnya Konservasi Sumberdaya Lahan. Penyelamatan Tanah, Air dan Lingkungan. (Eds. Sitanala, A dan E. Rustiadi). Jakarta (ID): Yayasan Obor Indonesia. Pr.
  6. Pawitan H. 2004. Perubahan Penggunaan Lahan dan Pengaruhnya Terhadap Hidrologi Daerah Aliran Sungai. Bogor (ID): Laboratorium Hidrometeorologi FMIPA.
  7. Sinukaban N. 2007. Membangun Pertanian Menjadi Industri yang Lestari dengan Pertanian Konservasi dalam Konservasi Tanah dan Air Kunci Pembangunan Berkelanjutan Jakarta (ID): Direktorat Jenderal RLPS Dept Kehutanan RI.
  8. Harjianto, M., Sinukaban, N., Tarigan, S.T. dan Haridjaja, O. 2016. Evaluasi kemampuan lahan untuk arahan penggunaan lahan di daerah aliran sungai lawo, Sulawesi selatan. J Penelitian Hutan 5 (1): 1-2.
  9. Indrihastuti et al, 2016. Analysis of Critical Land and Recomendation for Land Rehabilitation In The Regional Development In Kendal, Central Java. J Tata Loka 8 (3): 154-155.
  10. Junaidi E. 2013. Peranan Penerapan Agroforestri Terhadap Hasil Air Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane. J Penelitian Agroforestri. Volume 1 (1): 41-53.
  11. Khususiyah N, Suyanto, Buana Y. 2009. Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM): Pembelajaran Keberhasilan dan Kegagalan Program. Di dalam: Rahayu S, editor. Policy Analysis Unit; 2009 November; Bogor, Indonesia. Bogor (ID): ICRAF Tersedia pada: http://www.worldagroforestry.org/sea/Publications/files/leaflet/LE0168-10.pdf.
  12. Mayrowani H, Ashari. 2011. Pengembangan Agroforestry untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani Sekitar Hutan. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Volume 29 (2): 83-98.
  13. Muliastuty WO, Sitorus SRP, Poerwanto R, Hardjomidjojo H. 2016. Teknik Pengelolaan Usahatani Cabai Berkelanjutan di Dataran Tinggi Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut. J Manusia dan Lingkungan 23 (1):71-75.
  14. Rahmah DY, Tarigan SD, Hidayat Y, Sudadi U. 2013. Penggunaan Model Skala DAS dalam Rangka Pengelolaan Lahan Menggunakan Teknologi Konservasi Penanaman Strip dan Agroforestri. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan MLII - Cibinong. 3 Desember 2013.
  15. Rosyidie A. 2013. Banjir: Fakta dan Dampaknya, serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan. J Perencanaan Wilayah dan Kota. Volume 24 (3): 241-246.
  16. Sutrisna et al, 2010. Alternatif Model Usahatani Konservasi Tanaman Sayuran di Hulu Sub DAS Cikapundung. J Hortikultura 20 (3): 229-234.
  17. Sunarti, Sinukaban N, Sanim B, Tarigan SD. 2008. Konversi Hutan Menjadi Lahan Usahatani Karet dan Kelapa Sawit serta Pengaruhnya terhadap Aliran Permukaan dan Erosi Tanah di DAS Batang Pelepat. J Tanah Trop. Vol 13 (3): 253-260.
  18. Wahyuningrum et al 2016. Spatial Land Capability Analysis in Micro
  19. Watershed Management Planning, Case Study in Naruwan Micro
  20. Watershed, Keduang Sub Watershed, Solo Watershed. Majalah Ilmiah Globe 18 (1): 43-45.
  21. Yustika et al, 2012. Simulation of Land Management in Hulu Ciliwung Use SWAT Model. Informatika Pertanian 21 (2): 74-76.