PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KOTA SERANG, PROVINSI BANTEN

*Lamidi Lamidi -  Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Santun R.P. Sitorus -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Bambang Pramudya -  Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Khursatul Munibah -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Received: 14 Jun 2017; Published: 6 Nov 2017.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Abstrak :  Kota Serang mengalami perubahan fungsi dalam waktu relatif sangat singkat.  Semula Serang merupakan kota kecamatan.  Pada Tahun 2000, saat Provinsi Banten mekar dari Provinsi Jawa Barat, Serang berubah menjadi ibukota provinsi Banten.  Pada Tahun 2007, Serang berubah lagi menjadi kota otonom.  Perubahan tatus dari bukan kota menjadi kota berakibat pada perubahan orientasi pembangunan wilayah dari perdesaan menjadi perkotaan, sehingga lahan pertanian beririgasi teknsi yang subur terancam terkonversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan kota Serang sebelum menjadi ibukota provinsi Banten, setelah menjadi ibukota provinsi Banten dan setelah menjadi kota otonom, dan memprediksi perubahan penggunaan lahan kota Serang hingga Tahun 2030 saat berakhirnya RTRW.   Perubahan penggunaan lahan dianalisis melalui metode tumpang susun peta penggunaan lahan tahun 1993-2000, tahun 2000-2007, dan 2007-2016.  Prediksi perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak NetLogo Versi 5.3.1 dengan transisi perubahan penggunaan lahan tahun 2000-2007.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lahan sawah secara terus menerus mengalami pengurangan, dan sebaliknya lahan permukiman mengalami peningkatan.  Laju perubahan pada Tahun 1993-2000 lebih tinggi dibandingkan dengan periode Tahun2000-2007 dan Tahun 2007-2016.  Pada Tahun 2030 luas lahan sawah akan tersisa 6.679,85 ha dan lahan permukiman berkembang menjadi 6.316,96 ha.  Bila tidak dilakukan pengendalian, lahan sawah diperkirakan akan habis terkonveri pada tahun 2068.

Keywords
Perubahan Penggunaan Lahan; Prediksi Penggunaan Lahan

Article Metrics:

  1. Aldwaik, S.Z. dan Pontius, R.G. 2012. Intensity analysis to unify measurements of size and stationarity of land changes by interval, category, and transition. Landscape and Urban Planning 106:103– 114.
  2. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Serang. 2002. Kabupaten Serang Dalam Angka Tahun 2002.
  3. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Serang. 2007. Kabupaten Serang Dalam Angka Tahun 2007.
  4. [BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. 2013. Laporan Hasil Sensus Pertanian 2013 (Pencacahan Lengkap). Serang (ID) : BPS Provinsi Banten
  5. Costanza R. 1989. Model Goodness of fit : a multiple resolution procedure. Ecological Modelling (47) : 199-215.
  6. Cheshire PC and Magrini S. 2009. Urban Growth Drivers and Spatial Inequalities : Europe – a Case with Geogrphically Sticky People. The London School of Economics and Political Science.
  7. Dewi IAL dan Sarjana IM. 2015. Faktor-faktor Pendorong Alihfungsi Lahan Sawah Menjadi Lahan Non-Pertanian. Jurnal Manajemen Agribisnis 3(2) : 163-171. Universitas Udayana Bali.
  8. Dewi NK dan Rudianto I. 2013. Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Daerah Pinggiran di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jurnal Wilayah dan Lingkungan 1(2) : 175-188. Undip Semarang.
  9. Harahap, FR. 2013. Dampak Urbanisasi Bagi Perkembangan Kota di Indonesia. Jurnal Society 1 (1) : 35-45.
  10. Irawan, B. 2005. Konversi Lahan Sawah : Potensi Dampak, Pola Pemanfaatannya, dan Faktor Determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi 23(1) : 1-18.
  11. Kurniasari M dan Ariastita PG. 2014. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian Sebagai Upaya Prediksi Perkembangan Lahan Pertanian di Kabupaten Lamongan. Jurnal Teknik Pomits 3(2) : 119-124.
  12. OECD [Organization for Co-Operation and Development] and CDRF [China Development Research Foundation]. 2010. Trends in Urbanization and Urban Policies in OECD Countries : What Lessons for China?
  13. Rui, Y. 2013. Urban Growth Modeling Based on Land-use Change and Road Network Expansion. Docotoral Thesis. Geoinformatics, Royal Institute of Technology Stockholm, Sweden.
  14. Sitorus S.RP. 2017. Perencanaan Penggunaan Lahan. Bogor (ID) : IPB Press.
  15. Tarawneh WM. 2014. Urban Sprawl on Agricultral Land (Literature Survey of Causes, Effects, Relationship with Land Use Planning and Environment) A Case Study from Jordan (Shihan Municipality Areas). Journal of Environmental and Earth Science 4 (20) : 97-125. www.iiste.org.
  16. Wilensky U. 1999. NetLogo (and NetLogo User Mannual). Center for Connected Learning and Computer-Based Modelling. Northwestern University.
  17. Wu, J. 2008. Land Use Change : Economic, Social, and Environmental Impacts. Agricultural and Applied Economics Association (AAEA).