skip to main content

PENGARUH KEPADATAN UDANG WINDU YANG BERBEDA PADA KONSEP IMTA (INTEGRATED MULTITROPHIC AQUACULTURE) TERHADAP RASIO C/N DALAM MEDIA AIR BUDIDAYA

Universitas Diponegoro, Indonesia

Open Access Copyright 2020 Asriani Atika Dewi, Sri Rejeki, Titik Susilowati

Citation Format:
Abstract

    Budidaya udang windu dengan sistem IMTA yaitu mengkombinasikan dua atau tiga komoditas budidaya, dimana limbah nutrisi/pakan dari hewan tingkat tinggi dikonsumsi oleh hewan tingkat rendah. Budidaya sistem IMTA saat ini belum banyak diketahui nilai C/N dalam memenuhi persyaratan yang optimal. Bakteri heterotrof di perairan akan tumbuh dengan baik apabila rasio C/N bernilai 10 atau lebih. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis rasio C/N dalam air pada budidaya dengan sistem IMTA (Integrated Multitrophic Aquaculture). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan udang windu terhadap rasio C/N dalam air dan mengetahui kepadatan udang windu yang optimal untuk menghasilkan rasio C/N pada lingkungan budidaya. Udang windu dengan stadia PL-30 (0.092±0,84 cm) dibudidayakan pada sistem IMTA dengan menggunakan ikan nila dengan kepadatan 20 ekor/m3 (0.69±0,3 cm), rumput laut dengan kepadatan 100 g/m2 dan kerang hijau dengan kepadatan 90 g/m2 (3,32±0,79 cm). Pakan udang windu yang digunakan memiliki kandungan  protein 40% dengan metode pemberian pakan secara fix feeding rate. Pakan ikan nila yang digunakan memiliki kandungan  protein 30% dengan metode pemberian pakan yang diberikan secara ad satiation. Wadah yang digunakan adalah menggunakan bak fiber dengan ukuran panjang 1 m2dan lebar 1 m2dan kedalaman air 0,7 m2. Media yang digunakan untuk membuat sebuah ekosistem yang menyerupai ekosistem tambak ditambahkan substrat berupa pasir berlumpur. Substrat berupa lumpur berpasir mengacu pada penelitian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. Kepadatan yang digunakan yaitu perlakuan A (tanpa udang), B (60), C (80), dan D (100). Data yang diamati adalah rasio C/N, laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan kelulushidupan (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan udang windu yang berbeda pada sistem IMTA berpengaruh (P<0,05) terhadap kelulushidupan tetapi tidak berpengaruh terhadap rasio C/N dan laju pertumbuhan spesifik. Perlakuan kepadatan udang windu 60, 80 dan 100 ekor mempunyai hasil rasio C/N yang baik dalam persyaratan rasio C/N air.

Kata Kunci : IMTA, Kepadatan, Rasio C/N, Udang windu.

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Aliah, R., S., dan S. I., Sachoemar. 2017. Pengembangan Prototipe Teknologi Budidaya Ikan Nila Unggul Terintegrasi di Lingkungan Perairan Tambak. Jurnal Rekayasa Lingkungan. 10(1): 1-8
  2. Amri, K. 2003. Budidaya Udang Windu Secara Intensif. Agromedia Pustaka. Jakarta
  3. Asaduzzaman, M. M. A. Wahab, M. C. J. Verdegem, S. Huque, M. A. Salam, M. E. Azim. 2008. C/N ratio Control and Subtrate addition for Periphyton Development Joinly Enhance Freshwater Prawn Macrobrachium rosenbergii Production in Ponds. Journal Aquaculture. 280:117-123
  4. Avnimelech, Y. 1999. Carbon/Nitrogen Ratio As A Control Element in Aquaculture Systems. Journal of Aquaculture. 176:227-235.Avnimelech Y, Ritvo G, Meijer LE, Kochba M. 2001. Water content, organic carbon and dry bulk density in flooded sediment. Journal Agricultural Engineering 25:25-23
  5. Avnimelech, Y. 2009. Biofloc Technology – A Practical Guide Book. The World Aquaculture Society. Baton Rounge. Lousiana. Unite State. 182 hlm
  6. Beristain, T.B. 2005. Organic Matter Decomposition in Simulated aquculture Ponds. Wageningen Institute of Animal Science. Netherlands. 138 hlm
  7. Boyd. 1998. Water Quality for Pond Aquaculture Pub. International Center for Aquaculture and Aquatic Environments. Alabama Agricultural Experiment Station, Auburn University. USA. 37 hlm
  8. Chopin, T. and Robinson, 2004. Defining the Appropriae Regulatory and Policy Freamework for the Develoment of Integrated Multi-Trophic Aquaculture Pratices. Journal Aquaculture Association of Canada. 104(3): 4-10
  9. Davies, P. S. 2005. The Biological Basis of Waste Water Treatment. Strathkelvin Instrument Ltd. 19 hlm
  10. Ekasari, Julie. 2009. Bioflocs Technology: Theory and Application in Intensive Aquaculture System. Jurnal Akuakultur Indonesia. 8(2): 117-126
  11. Hadisusanto, S. 2006. Distribusi dan Kelimpahan Larva Bentonik Chironmidae (Diptera): Hubungannya dengan Jeluk dan Nutrien di Waduk Sempor, Kebumen, Jawa Tengah. DISERTASI. Universitas Gajahmada. Yogyakarta
  12. Haliman, R. W. dan Adijaya, D.S. 2005. Udang Vannamei. Penebaran Swadaya; Jakarta. 75 hlm
  13. Indrayani, E. Kamiso, H.N., Suwarno, H. dan Rustadi. 2015. Analisis Kandungan Nitrogen, Fosfor dan Karbon Organik di Danau Sentani Papua. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 22(2): 217-225
  14. Ismayana, Andes, Nastiti, S. I., Suprihatin, Akhiruddin, M., Aris, F. 2012. Faktor Rasio C/N Awal dan Laju Aerasi pada Proses Co-composting Bagasse dan Blotong. Jurnal teknologi Indusri Pertanian. 22(3): 173-179
  15. Mariska, R. 2002. Keberadaan Bakteri Probiotik dan Hubungannya dengan Karakteristik Kimia Air dalam Kondisi Laboratorium. IPB. Bogor
  16. Martini, N. N. D. 2017. Pengaruh perbedaan Sitem Budidaya terhadap Laju Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Jurnal IKA. 15(1): 1-20
  17. Masithah, E. D., Yurika, D. O., dan Abdul M. 2016. Pengaruh perbedaan probiotik komersial terhadap rasio C:N dan N:P media kultur bioflok pada bak percobaan. Journal of Aquaculture and Fish Health. 5(3):118-125
  18. Masyahoro dan Mappiratu. 2010. Respon Pertumbuhan pada Berbagai Kedalaman Bibit dan Umur Panen Rumput Laut (Eucheuma cottoni) di Perairan Teluk Palu. Media Litbang Sulteng. 3(2): 104-111
  19. Mlangeni, A.N.J.T., Samson S., dan Sosten S.C. 2013. Total Kjeldahl-N, Nitrate-N, C/N Ratio and pH Improvements in Chimato composts Using Tithonia Diversifolia. Journal of Agricultural Science. 5(10): 1-9
  20. Mustafa, Akhmad dan Admi A. 2014. Aplikasi Analisis Jalur dalam Penentuan Pengaruh Kualitas Tanah dan Air terhadap Produksi Total Tambak di Kabupaten demak, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Kelautan Nasional. 9(2): 65-79
  21. PERMEN Perikanan dan Kelautan No. 75. 2016. Pedoman Umum Pembesaran Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). 43 hlm
  22. Pratama, A., Wardiyanto dan Supono. 2017. Studi performa udang vaname (litopenaeus vannamei) yng dipelihara dengan sistem semi intensif pada kondisi air tambak dengan kelimpahan plankton yang berbeda pada saat penebaran. Jurnal rekayasa dan teknologi budidaya perairan. 6(1): 643-651
  23. Schmittou, H.R. dan Sachwan. 1991. Budidaya Keramba: Suatu Metode Produksi Ikan di Indonesia. Pusat Penelitian dan Perikanan. Jakarta 54 hlm
  24. Radiarta, I. N., dan Erlania. 2015. Indeks kualitas Air dan Sebaran Nutrien Sekitar Buidaya Laut Terintegrasi di Perairan Teluk Ekas, Nusa Tenggara Barat: Aspek Penting Budidaya Rumput Laut. 10(1): 141-152
  25. Rachmansyah, Akhmad, M., dan Mudin, P. 2010. Karakteristik, Kesesuaian dan Pengelolaan Lahan Tambak di Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Riset Akuakultur. 5(3): 505-521
  26. Rejeki, Sri, Restiana W. A., dan Lestari L.W. 2016. Aplication of Integrated Multi Tropic Aquaculture Concept in an Abraded Brackish Water Pond. Journal of Technology. 78:(4): 227-232
  27. Sandoval, L. A., J. L. Florez., A. Taborda dan J. G. Vasquez. 2014. Spatial Distribution and Abundance of The Giant Tiger Prawn, Penaeus monodon (Fabricius, 1798), in the Gulf of Uraba (Caribean). Jurnal Bioinvasions. 3(3): 169-173
  28. Schneider, O., Sereti, V., Eding, E.H. and Verreth, J. A. J. 2005. Analysis of nutient flows in integrated intensive aquaculture systems. Aquaculture Engineering. 32:379-401
  29. Sri-uam, Puchong, Seri d., Sorawit, P., dan Prasert, P. 2016. Integrated Multi-trophic Recirculating Aquaculture System for Nile Tilapia (Oreochromis niloticus). 8(7): 1-15
  30. Suhaimi, R. A., Hasnawi, dan Erna R. 2013. Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon)di Tambak Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jurnal Riset Akuakultur. 8(3): 465-47
  31. Supono. 2015. Manajemen Lingkungan untuk Akuakultur. Plantaxia; Jogjakarta
  32. Susilowati, Titik, Tristiana, Y., dan Fajar, B. 2017. Penggunaan Reservoir terhadap Performa Udang Windu (Penaeus monodon Fabricus) yang Dibudidayakan Secara Tradisional. Jurnal Saintek Perikanan. 13(1): 52-57
  33. Suwoyo, H.S., Abdul M., dan Gunarto. Penggunaan Sumber Karbon Organik pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan Teknologi Bioflok. Prosiding Indoaqua – Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. 91-103
  34. Yuniarsih, E., Nirmala, K., dan Radiata, I N. 2014. Tingkat Penyerapan Nitrogen Dan Fosfor pada Budidaya Rumput Laut Berbasis IMTA (Integrated Multi-Throphic Aquaculture) di Teluk Gerupuk, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Riset Akuakultur. 9(3):487-501

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.