skip to main content

PERFORMA PERTUMBUHAN, KELULUSHIDUPAN, DAN PRODUKSI BIOMASSA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN DEBIT AIR YANG BERBEDA PADA SISTEM BUDIDAYA MINAPADI DI DUSUN KANDHANGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA

1Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

2Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Open Access Copyright 2018 Sains Akuakultur Tropis

Citation Format:
Abstract
Sistem budidaya minapadi mendapatkan hasil panen ganda berupa padi dan ikan dalam waktu yang relatif sama. Ikan nila (O. niloticus) menjadi salah satu pilihan kultivan untuk dibudidayakan di sistem budidaya
minapadi karena pertumbuhannya relatif cepat. Budidaya ikan nila dengan sistem minapadi pada siklus sebelumnya banyak mengalami kematian dikarenakan suhu yang terlalu tinggi, salah satu cara yang dapat
dilakukan yaitu dengan penambahan debit air untuk meningkatkan oksigen terlarut. Debit air yang bertambah mengakibatkan jumlah oksigen terlarut meningkat dengan meningkatnya oksigen nafsu makan ikan akan
meningkat dan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan.
Ikan uji yang digunakan adalah benih nila (O. niloticus) dengan bobot rata-rata 27.56±1,69 g/ekor, panjang rata rata 13,45±0,44 cm/ekor dan ditebar sebanyak 1000 ekor pada luasan 800m2. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 2 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (debit air 1,5 L/detik), B (debit air 0,5 L/detik). Data yang didapatkan diuji dengan uji t dengan menggunakan SPSS versi 24. Data yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, kelulushidupan, produksi biomassa ikan, produksi biomassa padi dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A (Debit air 1,5 L/detik) memberikan nilai laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, kelulushidupan dan produksi biomassa ikan yang lebih baik apabila dibandingkan dengan perlakuan B (Debit air 0,5 L/detik) yaitu SGR: 3,50±0,05%/hari, FCR: 1,11 ±0,10, SR: 92,60±2,41%, dan Produksi ikan: 0,26±0,01 kg tiap m2. Pada hasil produksi padi perlakuan B lebih besar daripada perlakuan A yaitu 6,57 ± 0,61 kwintal. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah debit air 1,5 L/detik memberikan nilai SGR, SR, dan biomassa ikan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan debit air 0,5 L/detik, namun kedua perlakuan yang diberikan memberikan hasil yang sama terhadap nilai FCR. Debit air
0,5 L/detik memberikan nilai biomassa padi yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan debit air 1,5 L/detik. Kualitas air pada media pemeliharaan berada pada kisaran yang sesuai untuk budidaya ikan nila (O. niloticus) pada sistem budidaya minapadi.
Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Abdulrachman, S., Mejaya, M. J., Agustiani, N., Gunawan, I., Sasmita, P., dan Guswara A. 2013. Sistem Tanam Legowo. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 26 hlm
  2. Ardhiagung, G. F., Irzal E. 2010. Kinerja Produksi Benih Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Ukuran 3 inchi dalam Sistem Resirkulasi dengan Debit Air Yang Berbeda. Departemen Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilm Kelautan. Institut Pertanian Bogor
  3. Ardita, N., Agung B., Siti L. A. S. 2015. Pertumbuhan dan Rasio Konversi Pakan Ikan Nila (O. niloticus) Dengan Penambahan Prebiotik. Bioteknologi 12 (1): 16-21. ISSN : 0216-6887. EISSN : 2301-8658
  4. Astuti, D. N. 2010. Pengaruh Sistem Pengairan Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Beberapa Varietas Padi Sawah. [Skripsi]. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor
  5. Basuki, F. 2015. Petunjuk Teknik Budidaya Minapadi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang
  6. Badan Pusat Statistik. 2013. Produksi Ikan Darat Menurut Jenis Budidaya dan Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta. Dinas Perikanan dan Kelautan D. Yogyakarta
  7. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta. 257 hlm
  8. Feng, J., Fengbo, L., Xiyue, Z., Chunchun, X., Fuping, F. 2016. Nutrient Removal Ability And Economical Benefit Of A Rice-Fish Co-Culture Sytem In Aquaculture Pond. China National Rice Research Institution. Hangzhoi 310006. China. Ecological Engineeering 94 (2016) 315-319
  9. Hapsari, S. W. N. 2010. Pengaruh Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) Terhadap Penghambatan Mikroba Perusak Pada Ikan Nila (O. niloticus) [Skripsi]. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Mumhammadiyah Surakarta. Surakarta
  10. Haroon, A. K. Y. 1997. Rice fish culture: feeding growth and yield two size classes of Punitius gonionotus Bleeker and Oreochromis spp. In Bangladesh. Aquaculture 154-261-281
  11. Iskandar, M. R. 2014. Analisa Kelulushidupan dan Pertumbuhan Ikan Nila Larasati (O. niloticus) Ukuran 3- 5 cm Dipelihara Dengan Padat Tebar Tinggi. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang
  12. Iskandar, P., D.D. Setiyanto dan D. Wahyuningrum. 2015. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam Sistem Resirkulasi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau. 9 hlm
  13. Jumaidi, Ahmad. 2016. Pengaruh Debit Air Terhadap Perbaikan Kualitas Air Pada Sistem Resirkulasi dan Hubunganya Dengan Sintasan dan Pertumbuhan Benih Ikan Gurame (Oshpronemus gourmy). [Skripsi]. Fakultas Pertanian. Universitas Lampug
  14. Khairman dan K. Amri. 2003. Dua Setengah Bulan Panen Ikan Nila Dengan Monoseks Culture dan Jantanisasi Benih. Agro Media Pustaka. 202 hlm
  15. Kurniasih, T. dan Rosmawati. 2013. Substitusi Tepung Kedelai dengan Tepung Daun Lamtoro dan Pengaruhnya Terhadap Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nila. Jurnal Biologi., 12(2):1-7
  16. Monalisa, S. S. dan I. Minggawati. 2010. Kualitas Air yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis sp.) di Kolam Beton dan Terpal. Journal of Tropical Fisheries., 2 (1): 201-215
  17. Pandit, N. P. dan M. Nakamura. 2010. Effect of Hight Temperature on Survival, Growth and Feed Conversion Ratio of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus). Sesoko Station. Tropical Biosphere Research Center. University of The Ryukyus. Okinawa. Japan, 219-224 p
  18. Putra, A. N. 2015. Laju Metabolisme Pada Ikan Nila Berdasarkan Pengukuran Tingkat Konsumsi Oksigen. Fakultas Pertanian. Universitas Ageng Tirtayasa.Jurnal Akuakultur 1 (2):175-187
  19. Rahman, M. M., Leopold, A. J. Nagelkerke, Marc, C. J., Vergedem, M., Abdul W., Johan, A. J. V. 2008. Relationships Among Water Quality, Food Resources, Fish Diet And Fish Growth In Polyculture Ponds: A Multivariate Approach. Aquaculture and Fisheries Group. Faculty of Fisheries. Bangladesh Agricultural University. Aquaculture 275 (2008) 108-115
  20. Rukka, D. P. 2012. Pengaruh Kepadatan Yang Berbeda Terhadap Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Hassanuddin. Makasar
  21. Popma, T. J. and L. L. Lovshin. 1995. Worlwide Prospects for Commercial Production of Tilapia. International Center for Aquaculture and Aquatic Environment, Department of Fisheries and Allied Aquacultures, Auburn University, Alabama, 42 pp
  22. Steffens, W. 1989. Principle of Fish Nutrition. Ellis Horwood Limited, West Sussex. England. 384p
  23. Supito, K. Dan I. S. Djunaidah. 1998. Kaji Pendahuluan Pembesaran Kerapu Macan (Ephinephelus fuscoguttatus) di Tambak. Prosiding Seminar Teknologi Perikanan Pantai Bali. Perkembangan Terakhir Teknologi Budidaya Pantai untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Pantai Gondol-Bali Bekerja sama dengan Japan Internasional Cooperation Agency JICA ATA, hlm.25-32
  24. Suryana, Achmad. 2005. Kebijakan Ketahanan Pangan Nasional. Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian. 15 hlm
  25. SNI: 01-6141-1999. Produksi Benih Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) Kelas Benih Sebar. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta, 13 hlm
  26. Zonneveld, N., Huisman, E. D. Boon. 1991. Prinsip – Prinsip Budidaya Ikan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 213 hlm

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.