ANALISA KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA POLIKULTUR UDANG WINDU (Penaeus monodon) DAN IKAN KOI (Cyprinus carpio) DI DESA BANGSRI, KABUPATEN BREBES

Mohammad Zaenuddin Luthfi, Sri Rejeki, Tita Elfitasari

Abstract

Kegiatan budidaya udang windu menjadi kegiatan budidaya yang banyak digemari masyarakat di daerah pesisir. Salah satunya penerapan budidaya polikultur dengan kultivan udang windu dan ikan koi. Produksi udang
windu mengalami peningkatan sejak tahun 2010 hingga 2015. Ikan koi merupakan salah satu ikan hias yang cukup potensial dibudidayakan di Indonesia. Habitat ikan koi yaitu di daerah beriklim sedang dan hidup pada
daerah perairan tawar, akan tetapi ikan koi masih dapat hidup pada air dengan salinitas 10 ppt. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus. Sampel penelitian dipilih secara sengaja (purposive)
karena alasan-alasan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Analisis data yang digunakan diantaranya analisis aspek teknis budidaya yang meliputi pemilihan lokasi, luas lahan, persiapan lahan, penebaran benih, pakan dan pemberian pakan, pengelolaan air, pemanenan dan pemasaran. Analisis aspek ekonomi yang meliputi, biaya, penerimaan, dan pendapatan. Analisis kelayakan usaha yang meliputi, Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio).  Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek teknis yang diterapkan pada usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan koi diantaranya menggunakan metode budidaya semi intensif. Kegiatan teknis budidaya yang dilakukan diantaranya pemilihan lokasi, persiapan lahan, penebaran benih, pemberian pakan, dan pemanenan.  Pemasaran yang digunakan untuk udang windu adalah melalui tengkulak dan pedagang lalu ke konsumen sedangkan pemasaran ikan koi adalah melalui PT. CP Prima selaku mitra kerjasama. Aspek ekonomi yang dianalisa diantaranya modal usaha sebesar Rp. 436.536.000,00/tahun biaya tetap sebesar Rp. 5.627.200,00/tahun, biaya operasional sebesar Rp. 105.080.000,00/tahun, pendapatan sebesar Rp. 271.725.000/tahun dan keuntungan dari usaha budidaya sebesar Rp. 182.621.000/tahun Hasil perhitungan analisa kelayakan usaha diantaranya nilai PP sebesar 2,61 tahun, nilai NPV Rp. 1.193.499.681, nilai B/C Ratio sebesar 1,90 dan nilai IRR sebesar 68%.

Full Text:

PDF

References

Astuti. I. R., Tri. H., P. Hambali. S., dan Anang. H. K., 2012. Teknik Pengendalian Penyakit Khv Pada Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Melalui Manipulasi Lingkungan Dalam Skala Laboratorium. J. Ris. Akuakultur Vol. 7 (3) 477-484 hlm.

Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau. 2004. Kumpulan Materi. Pelatihan Petugas Teknis Inbudkan Tgl 24-30 Mei 2004, Jepara. Direktorat Jendral Perikanan Budidaya. BPAP, Jepara

Buwono, D. I. 2000. Kebutuhan Asam Amino Esensial Dalam Ransum Ikan. Kanisius. Yogyakarta.

Effendi, H. 1993. Mengenal Beberapa Jenis Koi. Kanisius. Yogyakarta.

Fajar, Laksana, 2008. Manajemen Pemasaran. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Gittinger, J.P. 1986. Analisa Ekonomi Proyek-proyek Pertanian. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.

Haikal F. L. Dan Muyana. 2008. Koi. Penebar Swadaya. Jakarta. 184 hal.

Haliman, R. Dan D. Adijaya. 2005. Udang Vanname. Penebar Swadaya. Jakarta.

Heryanto, H. 2006. Produksi Tokolan Udang Windu (Penaeus monodon Fab.) dalam Happa dengan Padat Penebaran 1000, 1500, 2000, 2500 ekor/m2. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB. Bogor.18–26 hal.

Houston, Joel F and Brigham, Eugene. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, alih bahasa Ali Akbar Yulianto, Buku satu, Edisi sepuluh, PT. Salemba Empat: Jakarta. 133 hal.

Ibrahim, M. Y. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Rineka Cipta. Jakarta.

Indriani H dan Suminarsih E. 2003. Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Rumput Laut. Penebar Swadaya. Jakarta.

KKP. 2012. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor Kep.47/Men/2012 tentang Pelepasan Nila merah nilasa. Kementrian Kelautan dan Perikanan. Jakarta. 9 hal.

Muliani, A. Suwanto dan Y. Hala. 2003. Isolasi dan karakterisasi bakteri asal Laut Sulawesi untuk biokontrol penyakit vibriosis pada larva udang windu (Penaeus monodon Fab.). Hayati ISSN 0854-8587. 10 (1 ):6-11.

Murachman, Hanani, N,. Dan Muhammad, S. 2010. Model Polikultur Udang Windu (Penaeus monodon Fab), Ikan Bandeng (Chanos-chanos Forskal) dan Rumput Laut (Gracillaria Sp.) Secara Tradisional. Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari. Vol. 1 (1): 1-10.

Nuhman. 2009. Pengaruh Prosentase Pemberian Pakan Terhadap Kelangsungan Hidup dan Laju Pertumbuhan Udang Vanname(Litopenaeus vannamei). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vol. 1(2).

Nurmalina R, Sarianti T, Karyadi A. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor. 80 hal.

Poernomo. 1988. Pembuatan Tambak Udang di Indonesia. Penebar Swadaya. Jakarta.

Prihatman, K. 2000. Budidaya Udang Windu (Palaemonidae / Penaeidae). Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS. Jakarta.

Ross, Westerfield and Jordan. 2008. Fundamentals of Corporate Finance. 8th edition. New York: Mcgraw-hill, Inc. 133 hal.

Soekartawi. 2002. Teori Ekonomi Produksi. Rajawali Pers. Jakarta. 147 hal.

Sutedi , Dedi. (2009). Penelitian pendidikan Bahasa Jepang. Humaniora utama press. Bandung.

Suyanto, S.R. dan A. Mujiman. 2005. Budidaya Udang Windu. Penebar Swadaya. Jakarta. 231 hal.

Suyanto, Rachmatun dan E. P. Takarina. 2009. Panduan Budidaya Udang Windu. Penebar Swadaya. Jakarta. 116 hal.

Syafiuddin. 2000. Kinerja Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon Fab) yang dipelihara Bertingkat dalam Sistem Resirkulasi. Tesis. Program Pascasarjana IPB. Bogor. 19-35 hal.

Taukhid, Sumiati, T., Koesharyani, I. 2005. Pengaruh suhu air dan total bahan organik terlarut terhadap patogenisitas Koi Herpes Virus pada ikan mas (Cyprinus carpio). Strategi Pengelolaan dan Pengendalian Penyakit KHV, Suatu Upaya Pemecahan dalam Pembudidayaan Ikan Air Tawar. Pusat Riset Perikanan Budidaya, Jakarta, 105 hlm.

Umar, H. 2007. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi 3. PT Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.