skip to main content

PERTUMBUHAN DAN KONSUMSI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM BIOFLOK

*Ardana Kurniaji orcid scopus  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Jl. Sungai Musi Km 9 Waetuwo, Bone, 92719, Indonesia
Yunarty Yunarty  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Jl. Sungai Musi Km 9 Waetuwo, Bone, 92719, Indonesia
Anton Anton  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Jl. Sungai Musi Km 9 Waetuwo, Bone, 92719, Indonesia
Zainal Usman  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Jl. Sungai Musi Km 9 Waetuwo, Bone, 92719, Indonesia
Eriyanti Wahid  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Jl. Sungai Musi Km 9 Waetuwo, Bone, 92719, Indonesia
Kristomy Rama  -  Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Jl. Sungai Musi Km 9 Waetuwo, Bone, 92719, Indonesia
Open Access Copyright 2021 Ardana Kurniaji

Citation Format:
Abstract

Teknologi bioflok merupakan sistem pemanfaatan limbah nitrogen anorganik dengan bantuan bakteri probiotik untuk efisiensi pakan dan meminimalkan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk laju mengukur pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan nila yang dipelihara pada sistem bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kepadatan berbeda terhadap pertumbuhan, laju konversi pakan, kelangsungan hidup, kualitas air dan kadar flok pada kegiatan budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila ukuran 20 gram/ekor. Perlakuan yang digunakan adalah kepadatan 100 ekor/m3 (P-100) dan 120 ekor.m3 (P-120). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P-120 memiliki pertumbuhan mutlak lebih tinggi yakni 44,14 g dibanding P-100 yakni 23,74 g. Efisiensi pakan terbaik pada P-120 sebesar 99,36% dibandingkan P-100 yakni 61,99%. Feed convertion ratio (FCR) terendah pada P-120 yakni 1,07 dan tertinggi pada P-100 1,34. Nilai kelulushidupan atau survival rate (SR) yang diperoleh 97,8% pada P-100 dan 97,16% pada P-120. Kadar bioflok yang diperoleh pada kedua perlakuan berkisar antara 2-12 mL/L dan kualitas air dalam kisaran normal. Ikan nila yang dipelihara dengan bioflok pada kepadatan 120 ekor/m3 merupakan perlakuan terbaik.

Fulltext View|Download
Funding: Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi

Article Metrics:

  1. Afrianto, E., Evi, L. 2005. Pakan ikan. Ed ke-5. Yogyakarta (ID): Kanisius. 146 hlm
  2. Andrianto, S., Tahapari, E., Insan, I. 2012. Pendederan ikan patin di kolam outdoor untuk menghasilkan benih siap tebar di waduk malahayu, brebes, jawa tengah. Media Akuakultur. 7(1): 20-25
  3. Apriyani I. 2017. Budidaya ikan lele sistem bioflok: teknik pembesaran ikan lele sistem bioflok kelola mina pembudidaya. Ed ke-1. Yogyakarta (ID): Deepublish. 95 hlm
  4. Avnimelech, Y. 2006. Bio-filters: the need for an new comprehensive approach. Aquacultural Engineering. 34: 172-178
  5. Ayushirota. 2009. Konsep budidaya udang sistem bakteri heterotroph dengan bioflok. Dikutip dari www.aiyushirota.com. Diakses pada 7 Februari 2020
  6. Azim, M.E. and Little, D.C. 2008. The biofloc technology (BFT) in indoor tanks: water quality, bioflocs composition and growth and welfare of nile tilapia (Oreocromis niloticus). Aquaculture: 29-35
  7. Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2008. Produksi ikan nila hitam (Orecromis niloticus) kelas benih sebar. SNI 6141:2009
  8. Effendie, M.I. 1979. Metode biologi perikanan. Bogor (ID): Yayasan Dewi Sri. 112 hlm
  9. Ekasari, J. 2009. Teknologi bioflok: teori dan aplikasi dalam perikanan budidaya sistem intensif. Jurnal Akuakultur Indonesia. 8(2): 117-126
  10. Fanani, A.N., Rahardja, B.S., Prayogo. 2018. Efek padat tebar ikan lele dumbo (Clarias sp.) yang berbeda terhadap kandungan amonia (NH3) dan nitrit (NO2) dengan sistem bioflok. Journal of Aquaculture Science. 3(2): 182-190
  11. Heriadi, U.F., Syafriadiman, Syawal, H. 2019. Perbedaan interval waktu pemberian probiotik pada sistem bioflok terhadap pertumbuhan ikan nila salin (Oreochromis niloticus). Jurnal Ruaya. 7(2): 1-10
  12. Hermawan, T., Sudaryono, A., Prayitno, S.B. 2014. Pengaruh pada tebar berbeda terhadap pertumbuhan kelulushidupan benih lele (Clarias gariepinus) dalam media bioflok. Journal of Aquaculture Management and Technology. 3 (3): 35-42
  13. Huang, H.H. 2019. Novel biofloc technology (BFT) for ammonia assimilation and reuse in aquaculture in situ. Hunan University of Arts and Science
  14. Husain, N., Putri, B., Supono. 2014. Perbandingan karbon dan nitrogen pada sistem bioflok terhadap pertumbuhan nila merah (Oreochromis niloticus). Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. 3(1): 343-350
  15. Iskandar Rina, Elrifadah. 2015. Pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diberi pakan buatan berbasis kiambang. Ziraa’ah. 40(1): 18-24
  16. Masithah, E.D., Octaviana, Y.D., Manan, A. 2016. Pengaruh perbedaan probiotik komersial terhadap rasio c:n dan n:p media kultur bioflok pada bak percobaan. Journal of Aquaculture and Fish Health. 5(3): 118-125
  17. Putri, B., Wardiyant, Supono. 2015. Efektivitas penggunaan beberapa sumber bakteri dalam sistem bioflok terhadap keragaan ikan nila (Oreochromis niloticus). Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. 4(1): 433-438
  18. Rangka, A.N., dan Gunarto. 2012. Pengaruh pertumbuhan bioflok pada budidaya udang vaname pola intensif di tambak. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 141-149
  19. Riani, H., Rostika, R., dan Lili, W. 2012. Efek pengurangan pakan terhadap pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) PL-12 yang diberi bioflok. Perikanan dan Kelautan. 12: 207-211
  20. Sari, N.P. 2012. Komposisi mikroorganisme penyusun dan kandungan nutrisi bioflok dalam media pemeliharaan induk ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan aplikasi teknologi bioflok. Skripsi. Institut Pertanian Bogor
  21. Salsabila, M. dan Suprapto, H. 2018. Teknik pembesaran ikan nila (Oreochromis niloticus) di instalasi budidaya air tawar pandaan, jawa timur. Journal of Aquaculture and Fish Health. 7(3): 118-123
  22. Sucipto, A., dan Prihartono, R.E. 2005. Pembesaran nila merah bangkok. Ed 1. Jakarta (ID): Penebar Swadaya. 156 hlm
  23. Sukardi, P., Soedibya, Hary, T., Pramono, Taufik, B. 2018. Produksi budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) sistem bioflok dengan sumber karbohidrat berbeda. Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship. 3: 198-203
  24. Suryaningrum, F. M. 2012. Aplikasi teknologi bioflok pada pemeliharaan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Tesis. Universitas Terbuka Jakarta
  25. Widayati, N, Subandiyono, Nugroho RA. 2017. Pengaruh HUFA (Highly Unsatturated Fatty Acids) dalam pakan buatan terhadap total konsumsi pakan dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara pada salinitas berbeda. Journal of Aquaculture Management and Technology. 6(4): 139-147

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.