Upaya Pelestarian Kota Pusaka Kawasan Klampok, Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara

*Nugroho Adi Kurniawan -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Djoko Suwandono -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Received: 1 Jul 2015; Published: 20 Jul 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IDN
Full Text:
Statistics: 407 729
Abstract

Kawasan Klampok yang pada masa lalu merupakan area pertanian tebu pendukung pabrik-pabrik gula Banyumas kini berada pada transisi pertumbuhan desa – kota menjadi kota, dengan kegiatan perdagangan dan jasa yang semakin bertumbuh.  Sepanjang waktu kira – kira setengah abad sejak tahun 1889 Klampok merupakan kota pabrik gula penting di wilayah Banyumas yang memiliki lahan pertanian tebu yang sangat luas dan mencakup Purwonegoro, Mandiraja, Klampok, Susukan, Somagede hingga selatan Banyumas. Kini kehidupan kawasan Klampok lebih didominasi oleh persawahan yang didukung oleh jaringan irigasi tersier serta kawasan komersil pengrajin keramik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini, analisis yang digunakan yaitu análisis kondisi eksisting yang dilihat dari sejarah perekembangan kawasan, analisis eksistensi Kota Pusaka Kawasan Klampok baik dikaji secara fisik dan non fisik dan analisis upaya pelestarian kota pusaka dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif untuk menentukan upaya – upaya pelestarian yang tepat dalam melestarikan kota pusaka di kawasan Klampok. Output penelitian berupa upaya yang sesuai dalam melestarikan Kota Pusaka Kawasan Klampok. Hasil penilaian menggunakan skala likert didapat upaya pelestarian yang sesuai untuk Kota Pusaka Kawasan Klampok yaitu rehabilitasi Kawasan.

 

Keywords
kota pusaka; upaya pelestarian

Article Metrics: