Konservasi Tamansari Yogyakarta Pasca Gempa

*Rina Kurniati -  Department of Urban and Regional Planning Faculty of Engineering Diponegoro University, Indonesia
Published: 20 Apr 2016.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IDN
Full Text:
Statistics: 96 697
Abstract

Dewasa ini banyak kota-kota besar di Indonesia merencanakan kota baru. Adanya kota baru tersebut seringkali mengesampingkan perhatian terhadap kota-kota lama yang menjadi embrio awal perkembangan suatu kota. Oleh karena itu konservasi/pelestarian sangat dibutuhkan dalam mempertahankan dan melestarikan ciri khas dari kota tersebut. Kota Yogyakarta masih sangat kental dengan kebudayaan asli Jawa. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Disamping tradisi yang kental dengan budaya masyarakat Yogyakarta, disana juga terdapat bangunan-bangunan kuno yang menjadi simbol kebudayaan terdahulu. Salah satu obyek wisata yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi adalah Tamansari (Water Castle). Gempa yang terjadi di Yogyakarta menyebabkan sebagian bangunan Tamansari mengalami kerusakan, selain itu perkembangan aktivitas di sekitar kawasan juga mempengaruhi kondisi kompleks Tamansari. Hal inilah diperlukan penanganan konservasi dan pengendalian lingkungan sekitar agar tidak merusak kawasan bangunan bersejarah ini. Upaya konservasi mulai dari proses tahapan konservasi, teknis pelaksanaan konservasi dan peran stakeholder yang terlibat dalam upaya konservasi ini sangat penting untuk keberlanjutan kompleks Tamansari dan lingkungan sekitar kawasan.

 

Keywords
Konservasi, Tamansari Pasca Gempa, Stakeholder

Article Metrics: