1Department of Urban and Regional Planning, Indonesia
2Faculty of Engineering, Indonesia
3Diponegoro University, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{Ruang634, author = {Rina Kurniati}, title = {Konservasi Tamansari Yogyakarta Pasca Gempa}, journal = {Ruang}, volume = {2}, number = {2}, year = {2016}, keywords = {Konservasi, Tamansari Pasca Gempa, Stakeholder}, abstract = { Dewasa ini banyak kota-kota besar di Indonesia merencanakan kota baru. Adanya kota baru tersebut seringkali mengesampingkan perhatian terhadap kota-kota lama yang menjadi embrio awal perkembangan suatu kota. Oleh karena itu konservasi/pelestarian sangat dibutuhkan dalam mempertahankan dan melestarikan ciri khas dari kota tersebut. Kota Yogyakarta masih sangat kental dengan kebudayaan asli Jawa. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Disamping tradisi yang kental dengan budaya masyarakat Yogyakarta, disana juga terdapat bangunan-bangunan kuno yang menjadi simbol kebudayaan terdahulu. Salah satu obyek wisata yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi adalah Tamansari (Water Castle). Gempa yang terjadi di Yogyakarta menyebabkan sebagian bangunan Tamansari mengalami kerusakan, selain itu perkembangan aktivitas di sekitar kawasan juga mempengaruhi kondisi kompleks Tamansari. Hal inilah diperlukan penanganan konservasi dan pengendalian lingkungan sekitar agar tidak merusak kawasan bangunan bersejarah ini. Upaya konservasi mulai dari proses tahapan konservasi, teknis pelaksanaan konservasi dan peran stakeholder yang terlibat dalam upaya konservasi ini sangat penting untuk keberlanjutan kompleks Tamansari dan lingkungan sekitar kawasan. }, issn = {2356-0088}, pages = {79--95} doi = {10.14710/ruang.2.2.581-590}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ruang/article/view/634} }
Refworks Citation Data :
Dewasa ini banyak kota-kota besar di Indonesia merencanakan kota baru. Adanya kota baru tersebut seringkali mengesampingkan perhatian terhadap kota-kota lama yang menjadi embrio awal perkembangan suatu kota. Oleh karena itu konservasi/pelestarian sangat dibutuhkan dalam mempertahankan dan melestarikan ciri khas dari kota tersebut. Kota Yogyakarta masih sangat kental dengan kebudayaan asli Jawa. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Disamping tradisi yang kental dengan budaya masyarakat Yogyakarta, disana juga terdapat bangunan-bangunan kuno yang menjadi simbol kebudayaan terdahulu. Salah satu obyek wisata yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi adalah Tamansari (Water Castle). Gempa yang terjadi di Yogyakarta menyebabkan sebagian bangunan Tamansari mengalami kerusakan, selain itu perkembangan aktivitas di sekitar kawasan juga mempengaruhi kondisi kompleks Tamansari. Hal inilah diperlukan penanganan konservasi dan pengendalian lingkungan sekitar agar tidak merusak kawasan bangunan bersejarah ini. Upaya konservasi mulai dari proses tahapan konservasi, teknis pelaksanaan konservasi dan peran stakeholder yang terlibat dalam upaya konservasi ini sangat penting untuk keberlanjutan kompleks Tamansari dan lingkungan sekitar kawasan.
Article Metrics:
Last update:
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to Ruang, Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro as the publisher of the journal. Copyright includes the rights to reproduce and deliver the article in all forms and media.
Visitor Number:
Visitor Statistic
RUANGDepartment of Urban and Regional PlanningBuilding A, 3rd Floor. Faculty of Engineering - Diponegoro UniversityCampus UNDIP Tembalang 50275Telp. (024) 7460054, Ext. 105
Email: ruang@live.undip.ac.id