skip to main content

Penentuan Konsep Pengembangan Kawasan Pedesaan di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten

1Politeknik Negeri Pontianak,Pontianak,Indonesia, Indonesia

2Diponegoro University, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Menurut RTRW Kecamatan Tulung menjadi kawasan pertanian dan kawasan industri. Permukiman yang tumbuh di Kecamatan Tulung cenderung memusat di berbagai titik yang terdapat pusat aktivitas seperti industri. Permukiman di Kecamatan Tulung berkembang secara organik atau unplanned. Letak Kecamatan Tulung cukup strategis yaitu berada diantara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali serta akses jalan kolektor Jatinom-Boyolali yang menghubungkan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten juga membuat Kecamatan Tulung mudah dijangkau. Hal ini menyebabkan Kecamatan Tulung menjadi kawasan hunian yang ideal yang berdampak pada bertambahnya luas lahan permukiman tanpa ada control dari pemerintah. Konsep Eco Industrial Village diharapkan mampu menjawab masalah yang ada di Kecamatan Tulung. Metode pengumpulan data diperoleh melalui survei primer dan sekunder. Survei primer dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi lapangan, wawancara, serta pemetaan denga Teknik analisis deskriptif. Tujuan penelitian ini dibagi dalam beberapa sasaran: pertama, penentuan konsep pengembangan wilayah. Kedua, melakukan pemetaan zonasi kawasan sesuai dengan konsep.

Fulltext View|Download
Keywords: Pedesaan; Eco-village; Zoning

Article Metrics:

  1. Adalilar, S. N., Alkibay, S., & Eser, Z. (2015). Ecovillages as a Destination and a Study of Consumer Approaches to Ecovillages. Procedia Economics and Finance, 23(October 2014), 539–546. https://doi.org/10.1016/s2212-5671(15)00561-4 Che, Y., Yang, K., Chen, T., & Xu, Q. (2012). Assessing a riverfront rehabilitation project using the comprehensive index of public accessibility. Ecological Engineering, 40, 80–87.

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-11-30 07:26:49

No citation recorded.