Penentuan Konsep Pengembangan Kawasan Pedesaan di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten

Estar Putra Akbar  -  Politeknik Negeri Pontianak,Pontianak,Indonesia, Indonesia
*Grandy Loranesssa Wungo  -  Diponegoro University, Indonesia
Received: 13 Nov 2019; Published: 19 Nov 2019.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Statistics: 130 144
Abstract

Menurut RTRW Kecamatan Tulung menjadi kawasan pertanian dan kawasan industri. Permukiman yang tumbuh di Kecamatan Tulung cenderung memusat di berbagai titik yang terdapat pusat aktivitas seperti industri. Permukiman di Kecamatan Tulung berkembang secara organik atau unplanned. Letak Kecamatan Tulung cukup strategis yaitu berada diantara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali serta akses jalan kolektor Jatinom-Boyolali yang menghubungkan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten juga membuat Kecamatan Tulung mudah dijangkau. Hal ini menyebabkan Kecamatan Tulung menjadi kawasan hunian yang ideal yang berdampak pada bertambahnya luas lahan permukiman tanpa ada control dari pemerintah. Konsep Eco Industrial Village diharapkan mampu menjawab masalah yang ada di Kecamatan Tulung. Metode pengumpulan data diperoleh melalui survei primer dan sekunder. Survei primer dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi lapangan, wawancara, serta pemetaan denga Teknik analisis deskriptif. Tujuan penelitian ini dibagi dalam beberapa sasaran: pertama, penentuan konsep pengembangan wilayah. Kedua, melakukan pemetaan zonasi kawasan sesuai dengan konsep.

Keywords: Pedesaan; Eco-village; Zoning

Article Metrics:

  1. Adalilar, S. N., Alkibay, S., & Eser, Z. (2015). Ecovillages as a Destination and a Study of Consumer Approaches to Ecovillages. Procedia Economics and Finance, 23(October 2014), 539–546. https://doi.org/10.1016/s2212-5671(15)00561-4 Che, Y., Yang, K., Chen, T., & Xu, Q. (2012). Assessing a riverfront rehabilitation project using the comprehensive index of public accessibility. Ecological Engineering, 40, 80–87. https://doi.org/10.1016/j.ecoleng.2011.12.008 Follmann, A. (2015). Urban mega-projects for a “world-class” riverfront - The interplay of informality, flexibility and exceptionality along the Yamuna in Delhi, India. Habitat International, 45(P3), 213– 222. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2014.02.007 Hall, R. (2015). The ecovillage experience as an evidence base for national wellbeing strategies. Intellectual Economics, 9(1), 30–42. https://doi.org/10.1016/j.intele.2015.07.001 Jackson, H. (1998). What is an Ecovillage. In Gaia Trust Education Seminar (Vol. 204). Koestoer, R. H. (1997). Perspektif lingkungan desa-kota: teori dan kasus. Penerbit Universitas Indonesia. Ristianti, N. S. (2016). S.M.A.R.T. Eco-village for Hazardous Coastal Area in Bedono Village, Demak Regency. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 227(November 2015), 593–600. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.06.120 Roysen, R., & Mertens, F. (2019). New normalities in grassroots innovations: The reconfiguration and normalization of social practices in an ecovillage. Journal of Cleaner Production, 236, 117647. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2019.117647 Sherry, J. (2019). The impact of community sustainability: A life cycle assessment of three ecovillages. Journal of Cleaner Production, 237, 117830. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2019.117830 Xu, J., Wei, Q., Huang, X., Zhu, X., & Li, G. (2010). Evaluation of human thermal comfort near urban waterbody during summer. Building and Environment, 45(4), 1072–1080. https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2009.10.025