skip to main content

Transformasi Ruang Sosial Angkringan dalam Budaya Digital: Kajian Hybrid Third place pada Generasi Muda Urban

Teknik Arsitektur, Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia, Bandung, Indonesia, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Transformasi budaya digital dan perubahan pola interaksi generasi muda urban telah memengaruhi cara masyarakat memanfaatkan ruang publik informal di kawasan perkotaan. Salah satu fenomena yang menarik adalah berkembangnya angkringan dari tempat makan tradisional menjadi ruang sosial yang mendukung aktivitas interaksi, belajar, bekerja, dan membangun komunitas. Meskipun konsep third place telah banyak dibahas dalam berbagai penelitian, kajian mengenai transformasi angkringan sebagai hybrid third place dalam konteks budaya digital Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter spasial angkringan, menganalisis transformasi fungsinya sebagai hybrid third place, serta memahami keterkaitan antara konfigurasi ruang dan kualitas interaksi sosial pengunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap teori third place, hybrid space, perilaku ruang urban, serta berbagai penelitian terkait ruang publik informal. Hasil kajian menunjukkan bahwa fleksibilitas tata ruang, aksesibilitas tinggi, keterbukaan sosial, serta integrasi fasilitas digital seperti WiFi dan colokan listrik menjadi faktor utama yang mendukung transformasi angkringan sebagai ruang ketiga hibrid. Temuan ini menunjukkan bahwa angkringan tidak hanya berfungsi sebagai ruang konsumsi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda urban di era digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian ruang publik informal dan memperkuat pemahaman mengenai potensi angkringan sebagai model ruang sosial urban yang inklusif dan kontekstual.

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : EN
  1. Aksyanova, T. Y., & Stupakova, O. M. (2021). Strategies ensuring the Stability of Natural and Urbanized Biotopes in hybrid multifunctional objects Strategies ensuring the Stability of Natural and Urbanized Biotopes in hybrid multifunctional objects. https://doi.org/10.1088/1757-899X/1030/1/012065
  2. Amani Janati, S., Hosseini, S. Z., Ariafard, P., Zarabadipour, Z., & Zarabadi, S. S. (2026). Co-working spaces as third place: Initiatives for sharing economy development. SAGE Open, 16(1). https://doi.org/10.1177/21582440261417411
  3. de Souza e Silva, A. (2023). Hybrid spaces 2.0: Connecting networked urbanism, uneven mobilities, and creativity in a (post) pandemic world. Mobile Media & Communication, 11(1), 59–65. https://doi.org/10.1177/20501579221132118
  4. Efendi, D., Taufik, A. A., & Sulaksono, T. (2019). ACEHNESE COFFEE SHOPS AS PUBLIC SPACES : ACEH POLITICAL PARTICIPATION MODEL IN YOGYAKARTA. 6(3), 9–15
  5. Fajar, Y., Endrayanto, N., Asprilia, A., & Mustafa, M. T. (2026). Making space , culture , and community : literacy cafés as urban public spaces in Indonesia. Cogent Social Sciences, 12(1). https://doi.org/10.1080/23311886.2026.2683739
  6. Fisu, A. A., Syabri, I., & Andani, I. G. (2025). Gen-Z and individual third spaces: Examining youth mobility in urban areas in the context of space and time. Cities, 161, 105820. https://doi.org/10.1016/j.cities.2025.105820
  7. Frith, J., & Richter, L. (2025). Hybrid space revisited: From concept toward theory. Communication Theory, 35(1), 14–22. https://doi.org/10.1093/ct/qtae019
  8. Gehl, J. (2011). Life between buildings: Using public space (6th ed.). Island Press
  9. Hashemi, N., Emami, F., Abdshahzadeh, P., & Niaei, A. A. (2022). The impact of physical components of the environment on the sociability of cultural- recreational spaces case study : Rasht cultural complex. HBRC Journal, 18(1), 1–30. https://doi.org/10.1080/16874048.2021.2005318
  10. Huskinson, M., Bernabeu-bautista, Á., & Campagna, M. (2025). Co-Designing Accessible Urban Public Spaces Through Geodesign : A Case Study of Alicante , Spain. 5, 1–26
  11. Lau, M., Setiawan, D., & Ibrahim, Z. (2017). Interpretasi Ruang Gelap Nyawang. In Prosiding AR4151 Seminar Arsitektur 2016–2017 (pp. 1–11). SAPPK ITB
  12. Lukito, Y. N., & Xenia, A. P. (2021). Spatial experience for third places in the digital era. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 570, 1–8
  13. Mehta, V. (2014). Evaluating public space. Journal of Urban Design, 19(1), 53–88. https://doi.org/10.1080/13574809.2013.854698
  14. Oldenburg, R. (1999). The great good place: Cafes, coffee shops, community centers, beauty parlors, general stores, bars, hangouts, and how they get you through the day (3rd ed.). Marlowe & Company
  15. Qismullah, Q., & al., et. (2022). Penggunaan cafes dan warung kopi sebagai thinking space oleh mahasiswa di Aceh. Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin, 5(2)
  16. Santoso, R., & Yunus, A. (2025). Warung kopi dan krisis diskusi: Kajian sosiologis atas ruang sosial mahasiswa urban. Jurnal Predistinasi, 18(1). https://doi.org/https://doi.org/10.1680/ensu.2010.163.2.107
  17. Zeng, H., Sieh, L., Zhang, D., Huang, H., Zhang, Y., & Tsou, J. (2025). Exploring the Impact of the Publicness of Public Space in Hong Kong : A Structural Equation Modelling Approach. 1–20

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.