Studi Adaptasi Teori Defensible Space Pada Kawasan Kampus Universitas Diponegoro Tembalang

*Hastin Hapsari -  Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Djoko Suwandono -  Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Published: 20 Jul 2016.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 79 75

Abstract

Pemindahan kampus Universitas Diponegoro ke Kecamatan Tembalang, Kota Semarang memberikan peningkatan lalu lintas dan aktivitas pada kawasan di sekitarnya. Hal ini selanjutnya menimbulkan permasalahan baru, salah satunya yaitu peningkatan angka kejahatandalam kawasan Universitas Diponegoro Tembalang. Teori defensible space dicetuskan pertama kali oleh Oscar Newman pada tahun 1972 menjelaskan bahwa tindak kejahatan dapat diminimalisir melalui intervensi fisik dalam perancangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi teori defensible space untuk meminimalisir tindak kejahatan pencurian dalam kawasan kampus Universitas Diponegoro, Tembalang. Metode penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Selanjutnya, data diolah dengan teknik analisis skoring,  zoning, dan visibilitas. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui komponen-komponen defensible space yang ada dalam kawasan kampus Universitas Diponegoro Tembalang sudah tersedia. Namun, terdapat beberapa kondisi yang masih berpotensi memunculkan peluang tindak kejahatan dalam kawasan kampus, sehingga dalam  penelitian ini dihasilkan rekomendasi adaptasi teori defensible space pada kawasan Universitas Diponegoro Tembalang.

 

Keywords
adaptasi; defensible space; kejahatan; kawasan UNDIP Tembalang

Article Metrics: