Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah

*Fransinata Giovani Sinurat  -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Received: 19 Oct 2015; Published: 20 Oct 2015.
Open Access

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IDN
Statistics: 518 556
Abstract
Kawasan Tembalang diperuntukkan untuk kawasan pendidikan sebagai fungsi kawasan primer. Kawasan yang termasuk dalam wilayah studi merupakan kawasan permukiman yang berada dekat dengan beberapa fasilitas pendidikan di Tembalang seperti Universitas Pandanaran, Universitas Diponegoro, POLINES, STIE Cendikia Karya dan STIKKES. Hal ini mengakibatkan kawasan pendidikan menjadi satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin menuntut ilmu untuk tinggal di kawasan Tembalang. Koridor jalan Sirajudin-Banjarsari merupakan salah satu bagian dari kawasan pendidikan Tembalang. Aktivitas mahasiswa yang terjadi di koridor jalan Sirajudin-Banjarsari mengakibatkan banyaknya perubahan fungsi bangunan rumah. Pada umumnya perubahan fungsi bangunan rumah yang terjadi adalah banyaknya bangunan rumah yang berubah fungsi menjadi rumah kontrakan ataupun kost-kostan. Selain itu, juga terdapat perubahan bangunan rumah menjadi elemen-elemen pembentuk ruang lainnya seperti sarana perdagangan dan jasa yang didominasi oleh pertokoan dan PKL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan fungsi bangunan di koridor jalan Sirajudin-Banjarsari akibat keberadaan kawasan pendidikan di Kelurahan Tembalang. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap 87 orang di sepanjang koridor jalan Sirajudin-Banjarsari, terdapat 71 bangunan dari 77 bangunan yang mengalami perubahan fungsi selama 10 tahun terakhir yang diakibatkan karena adanya pengaruh dari kawasan pendidikan melalui aktivitas mahasiswa.Kawasan Tembalang diperuntukkan untuk kawasan pendidikan sebagai fungsi kawasan primer. Kawasan yang termasuk dalam wilayah studi merupakan kawasan permukiman yang berada dekat dengan beberapa fasilitas pendidikan di Tembalang seperti Universitas Pandanaran, Universitas Diponegoro, POLINES, STIE Cendikia Karya dan STIKKES. Hal ini mengakibatkan kawasan pendidikan menjadi satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin menuntut ilmu untuk tinggal di kawasan Tembalang. Koridor jalan Sirajudin-Banjarsari merupakan salah satu bagian dari kawasan pendidikan Tembalang. Aktivitas mahasiswa yang terjadi di koridor jalan Sirajudin-Banjarsari mengakibatkan banyaknya perubahan fungsi bangunan rumah. Pada umumnya perubahan fungsi bangunan rumah yang terjadi adalah banyaknya bangunan rumah yang berubah fungsi menjadi rumah kontrakan ataupun kost-kostan. Selain itu, juga terdapat perubahan bangunan rumah menjadi elemen-elemen pembentuk ruang lainnya seperti sarana perdagangan dan jasa yang didominasi oleh pertokoan dan PKL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan fungsi bangunan di koridor jalan Sirajudin-Banjarsari akibat keberadaan kawasan pendidikan di Kelurahan Tembalang. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap 87 orang di sepanjang koridor jalan Sirajudin-Banjarsari, terdapat 71 bangunan dari 77 bangunan yang mengalami perubahan fungsi selama 10 tahun terakhir yang diakibatkan karena adanya pengaruh dari kawasan pendidikan melalui aktivitas mahasiswa.
Keywords: kawasan pendidikan; pengaruh aktivitas; koridor jalan Sirajudin-Banjarsari

Article Metrics: