Hubungan Ketersediaan RTH Sebagai Resapan Air Dengan Dampak Perubahan Iklim (Studi Kasus: Kelurahan Bandarharjo)

*Tengku Ahmad Fauzan -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Mussadun Mussadun -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Received: 13 Oct 2015; Published: 20 Oct 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IDN
Full Text:
Statistics: 393 227
Abstract
Wilayah pesisir merupakan wilayah yang penting tetapi rentan (vulnerable) terhadap gangguan. Salah satu bencana yang terjadi adalah perubahan iklim, sebuah fenomena global karena penyebabnya bersifat global, disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia. Selain itu, dampaknya juga bersifat global, dirasakan oleh seluruh mahluk hidup di berbagai belahan dunia. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau di wilayah pesisir sangat diperlukan. Jika dilihat berdasarkan fungsi dan manfaatnya. Namun pada wilayah studi Kelurahan Bandarharjo memiliki ketersediaan RTH yang sangat minim. Padahal RTH memiliki empat fungsi, yaitu: bio-ekologi, social- ekonomi dan estetika dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan, kepentingan dan keberlanjutan kota. Melihat kenyataan tersebut, maka studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan ketersediaan RTH sebagai resapan air dengan dampak perubahan iklim di kawasan pesisir. Proses kajian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, telaah dokumen dan observasi lapangan secara langsung. Setelah itu data diolah dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis korelasi Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan RTH di Kelurahan Bandarharjo sangat minim karena luas area yang sangat padat, sehingga tidak ada ruang untuk diisi oleh penghijauan. Kemudian akibat masalah perubahan iklim menimbulkan beberapa dampak di Kelurahan Bandarharjo, yaitu: bencana banjir dan rob, yang menimbulkan kerusakan bangunan, dan kerugian dari segi fisik dan ekonomi.
Keywords
ruang terbuka hijau; perubahan iklim; kawasan pesisir

Article Metrics: