Pengaruh Bencana Banjir dan Rob Terhadap Ketahanan Ekonomi Kawasan Perdagangan Johar di Kota Semarang

*Wakhidah Kurniawati -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering,University of Diponegoro, Indonesia
Djoko Suwandono -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Received: 19 Oct 2015; Published: 20 Oct 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IDN
Full Text:
Statistics: 763 910
Abstract
Kota Semarang merupakan daerah pantai atau daerah pesisir yang terletak di dataran rendah, dan dialiri beberapa sungai penting, seperti Kali Semarang, Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur, serta sungai-sungai yang lain. Sejak jaman pendudukan Belanda, banjir sudah menjadi fenomena alam dan bencana tahunan di Kota Semarang. Banjir genangan dan banjir pasang air laut, menggenangi bagian utara dan bagian tengah Kota Semarang, termasuk Kawasan Perdagangan Johar Semarang. Kawasan perdagangan Johar Semarang merupakan pusat perdagangan regional yang mendapat ancaman banjir dan rob setiap tahunnya. Ancaman banjir dan rob ini akan sangat mempengaruhi kebertahanan aspek ekonomi kawasan yang ada sebagai pusat komersial dan jasa. Tidak bagusnya infrastruktur kawasan serta penurunan muka tanah juga memberi pengaruh terhadap kontinuitas banjir dan rob ini. Kondisi kawasan yang semakin kumuh, tenggelam, dan mengalami degradasi fisik visual menjadi alasan untuk ditinggalkan. Bangunan konservasi menjadi rusak, dan kawasan  semakin kehilangan identitasnya. Untuk itulah, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi dan masalah kawasan rawan banjir di Semarang , ditinjau dari aspek fisik dan non fisik. Dari pemetaan potensi dan masalah kawasan rawan banjir dan analisis pendukung lain, diharapkan bisa disusun dari model pengaruh banjir dan rob  terhadap kebertahanan aspek ekonomi kawasan. Kota Semarang merupakan daerah pantai atau daerah pesisir yang terletak di dataran rendah, dan dialiri beberapa sungai penting, seperti Kali Semarang, Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur, serta sungai-sungai yang lain. Sejak jaman pendudukan Belanda, banjir sudah menjadi fenomena alam dan bencana tahunan di Kota Semarang. Banjir genangan dan banjir pasang air laut, menggenangi bagian utara dan bagian tengah Kota Semarang, termasuk Kawasan Perdagangan Johar Semarang. Kawasan perdagangan Johar Semarang merupakan pusat perdagangan regional yang mendapat ancaman banjir dan rob setiap tahunnya. Ancaman banjir dan rob ini akan sangat mempengaruhi kebertahanan aspek ekonomi kawasan yang ada sebagai pusat komersial dan jasa. Tidak bagusnya infrastruktur kawasan serta penurunan muka tanah juga memberi pengaruh terhadap kontinuitas banjir dan rob ini. Kondisi kawasan yang semakin kumuh, tenggelam, dan mengalami degradasi fisik visual menjadi alasan untuk ditinggalkan. Bangunan konservasi menjadi rusak, dan kawasan  semakin kehilangan identitasnya. Untuk itulah, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi dan masalah kawasan rawan banjir di Semarang , ditinjau dari aspek fisik dan non fisik. Dari pemetaan potensi dan masalah kawasan rawan banjir dan analisis pendukung lain, diharapkan bisa disusun dari model pengaruh banjir dan rob  terhadap kebertahanan aspek ekonomi kawasan. 
Keywords
kawasan rawan banjir; kebertahanan ekonomi

Article Metrics: