BibTex Citation Data :
@article{JP33512, author = {Afdilah Maftuhah and Ryka Widyaningtyas and Meidiana Dwidiyanti}, title = {Implementasi Terapi Reminiscence terhadap Tingkat Kecemasan dan Depresi pada Lansia Hipertensi : Studi Kasus di Kelurahan Meteseh}, journal = {Proactive}, volume = {5}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {terapi reminiscence, kecemasan, depresi, lansia, hipertensi}, abstract = { Latar belakang: Hipertensi pada lansia tidak hanya membutuhkan pengelolaan fisik jangka panjang, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Terapi reminiscence merupakan salah satu intervensi keperawatan bagi lansia untuk merefleksikan hidup yang bermakna. Tujuan: Menggambarkan dan mengevaluasi penerapan terapi reminiscence terhadap tingkat kecemasan dan depresi pada lansia dengan hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah tiga lansia dengan hipertensi yang mengalami kecemasan dan depresi ringan hingga sedang di Kelurahan Meteseh. Terapi reminiscence diberikan dalam lima sesi dengan pembentukan hubungan saling percaya, penggalian kenangan, refleksi pengalaman, hingga evaluasi dan harapan diri setelah intervensi. Kecemasan diukur menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan depresi menggunakan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Hasil: Seluruh responden dalam penelitian ini mengalami penurunan skor kecemasan dan depresi setelah diberikan terapi reminiscence. Skor GAD-7 menurun dari rentang 8-10 menjadi 2-4. Skor PHQ-9 juga menurun dari rentang 6-9 menjadi 2-4. Tingkat kecemasan dan depresi responden menurun dari kategori ringan hingga sedang menjadi tidak ada kecemasan maupun depresi pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Terapi reminiscence menunjukkan efek positif terhadap penurunan kecemasan dan depresi pada lansia hipertensi. Terapi ini membantu lansia mengekspresikan emosi, mengingat pengalaman hidup yang bermakna, memperoleh penguatan positif, dan meningkatkan penerimaan terhadap transisi kesehatan pada lansia }, pages = {30--37} url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/proactive/article/view/33512} }
Refworks Citation Data :
Latar belakang: Hipertensi pada lansia tidak hanya membutuhkan pengelolaan fisik jangka panjang, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Terapi reminiscence merupakan salah satu intervensi keperawatan bagi lansia untuk merefleksikan hidup yang bermakna. Tujuan: Menggambarkan dan mengevaluasi penerapan terapi reminiscence terhadap tingkat kecemasan dan depresi pada lansia dengan hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah tiga lansia dengan hipertensi yang mengalami kecemasan dan depresi ringan hingga sedang di Kelurahan Meteseh. Terapi reminiscence diberikan dalam lima sesi dengan pembentukan hubungan saling percaya, penggalian kenangan, refleksi pengalaman, hingga evaluasi dan harapan diri setelah intervensi. Kecemasan diukur menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan depresi menggunakan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Hasil: Seluruh responden dalam penelitian ini mengalami penurunan skor kecemasan dan depresi setelah diberikan terapi reminiscence. Skor GAD-7 menurun dari rentang 8-10 menjadi 2-4. Skor PHQ-9 juga menurun dari rentang 6-9 menjadi 2-4. Tingkat kecemasan dan depresi responden menurun dari kategori ringan hingga sedang menjadi tidak ada kecemasan maupun depresi pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Terapi reminiscence menunjukkan efek positif terhadap penurunan kecemasan dan depresi pada lansia hipertensi. Terapi ini membantu lansia mengekspresikan emosi, mengingat pengalaman hidup yang bermakna, memperoleh penguatan positif, dan meningkatkan penerimaan terhadap transisi kesehatan pada lansia
Note: This article has supplementary file(s).
Last update: