skip to main content

EDUKASI PELINDUNGAN LAPISAN OZON MELALUI IDENTIFIKASI ALIRAN MASSA REFRIGERANT DAN BAHAN PENDINGIN DI KOTA SURAKARTA

*Bimastyaji Surya Ramadan orcid scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Nurandani Hardyanti  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Titik Istirokhatun  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Winardi Dwi Nugraha  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Wiharyanto Oktiawan  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pengabdian masyarakat ini bermitra dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta untuk mengidentifikasi aliran massa bahan pendingin di Kota Surakarta. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengindentifikasi bahan pendingin di Kota Surakarta. Bahan pendingin berpotensi memberikan kontribusi terhadap gas rumah kaca sehingga pengetahuan mengenaik aliran massa sangat diperlukan untuk edukasi lanjutan terkait. Pengambilan sampel dilakukan pada penyedia jasa bengkel/servis AC, distributor, penjual bahan kimia dan para pengguna, terutama dari sektor non domestik. Kegiatan ini dibatasi pada inventarisasi kegiatan yang berpotensi menggunakan bahan perusak ozon, utamanyya dari massa refrigerant yang digunakan secara umum. Dari hasil survei yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa refrigeran yang paling banyak ditemukan di Kota Surakarta adalah R-22 dan yang paling rendah adalah MC-22 dimana bahan tersebut digunakan sebagai bahan pendingin pada AC ruangan, lemari pendingin, freezer, ixe cube dan cold room
Kata kunci : bahan pendingin, refrigeran, distributor AC, Surakarta

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Anonim. 2000. The Montreal Protocol on Substances that Deplete the Ozone Layer. Nairobi. UNEP
  2. Berglof, K. 2010. Alternatives to HCFCs in the Refrigeration and Air Conditioning Sector. Paris. UNEP DTIE
  3. Hidayat, A., Widyarissantie, A., dan Asnahati, T. 2010. Mari Bertanya Tentang Ozon dan Permasalahannya. Jakarta. KLH
  4. Honeywell. 2000. Safety Data Sheet, media online. diunduh pada 31 Juli 2019. Tersedia pada http://www.srw.co.uk/SDS/msdsr22_honeywell.pdf
  5. Indartono, Y.S., 2009. Perlindungan Lapisan Ozon, Perubahan Iklim, dan Efisiensi Energi: Manfaat Ganda dari Implementasi Protokol Montreal Pada Sektor Refrigerasi Terhadap Perubahan Iklim. Jakarta. KLH
  6. KLH. 2011. Kumpulan Peraturan Tentang Bahan Perusak Ozon. Jakarta. Kementerian Lingkungan Hidup
  7. Kozakiewicz, J. 2010. HCFC Policy & Legislative Options, A Guide for developing countries. Paris. UNEP DTIE
  8. Shende, R., Coulomb, D., Asinari, P., Cavalini, A., Halozan, H., and Patrick, A 2006. Ozone Depletion, Climate Change and Energy Efficiency.Cassale Monferrato. Ministry of Environment of Italy dan UNEP
  9. Sivasakthivel. T dan K.K. Siva Kumar Reddy. 2011. Ozone Layer Depletion and Its Effects: A Review. International Journal of Environmental Sciene and Development, Vol. 2, No. 1
  10. Widyarissantie, Astutie. 2014. Kajian Potensi Alih Teknologi HCFC ke NON-HCFC pada Industri Manufaktur refrigerasi di Jabodetabek. Tesis. Institut Pertanian Bogor
  11. Badan Pusat Statistik. 2018. Kota Surakarta dalam Angka 2018. BPS Kota Surakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.