PEMBERDAYAAN NELAYAN TANGKAP TRADISIONAL MELALUI PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGUMPUL IKAN RAMAH LINGKUNGAN

Ari Wibawa Budi Santosa -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Muhammad Iqbal -  Department of Naval Architecture, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Pujo Mulyatno -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Joko Sisworo -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Good Rindo -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 10 May 2019; Published: 18 Jun 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 193 234

Abstract

Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan kelompok nelayan yang tergabung dalam KUD Mino Utomo dan paguyuban nelayan kabupaten Demak. Karya utama dalam kegiatan ini adalah alat pemanggil ikan berupa lampu celup dengan dilengkapi solarsel sebagai sumber energi alternatif pengganti BBM yang ramah lingkungan. Peralatan ini dirancang sebagai lampu atraktor yang dapat meningkatkan hasil tangkapan dan mengurangi biaya operasional. Lampu tersebut dapat di turunkan ke dalam air sampai kedalaman tertentu. Sistim pencahayaan ikan menggunakan lampu listrik dalam air bertenaga surya yang telah dibuat teridiri dari: satu paket lacuba terdiri dari 2 (dua) buah lampu, 1 (satu) buah converter, kabel masing-masing untuk 1 (satu) lampu sepanjang 15 meter, 1 (satu) buah Charger, untuk pengisian Accu. Intensitas cahaya lampu yang paling besar pada arah horizontal dan mempunyai daya jangkau paling jauh adalah lampu yang berwarna putih sebesar 20.000 lux dengan jarak maksimum 20 meter dan intensitas paling rendah pada lampu bercahaya merah sebesar 2.200 lux dengan jarak maksimum 14 meter. Dengan adanya alat ini nelayan tidak tergantung pada bahan bakar minyak bumi (BBM), dapat menekan biaya operasional dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Article Metrics:

  1. Agunggunanto, E. Y. (2012). Analisis Kemiskinan dan Pendapatan Keluarga Nelayan Kasus di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, 1(1), 50–58.
  2. Mira, M., Rahadian, R., & Zulham, A. (2014). Dampak kenaikan harga BBM terhadap kinerja sektor kelautan dan perikanan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 9(2), 169–183.
  3. Rosyidah, I. N., Farid, A., & Arisandi, A. (2009). Efektivitas Alat Tangkap Mini Purse Seine menggunakan Sumber Cahaya Berbeda terhadap Hasil Tangkap Ikan Kembung (Rastrelliger sp.). Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 2(1), 50–56.
  4. Suryawati, S. H., Ramadhan, A., Zamroni, A., & Purnomo, A. H. (2016). Kebijakan Antisipatif Dalam Menghadapi Dinamika Harga BBM Pada Usaha Perikanan Tangkap. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 3(2), 189–205.
  5. Wiyono, S. (2006). Menangkap Ikan Menggunakan Cahaya. Artikel IPTEK--Bidang Biologi, Pangan Dan Kesehatan.