skip to main content

PENERAPAN TEKNOLOGI POLIKULTUR IKAN BANDENG DENGAN SARGASUM DI POKKDAKAN SIDOMULYO PEKALONGAN

*Istiyanto Samidja  -  Departemen Akuakultur,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro, Indonesia
Vivi Endar Herawati  -  Departemen Akuakultur,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro, Indonesia
Pinandoyo Pinandoyo  -  Departemen Akuakultur,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Potensi komoditi ikan bandeng, dan rumput laut jenis Sargasum merupakan komoditi yang paling populer saat ini di masyarakat, dan nilai ekonomis tinggi. Permasalahan utama adalah produksi ikan bandeng sangat rendah 1000-1500 kg/hektar. Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Samaran,Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan.Sebagai khalayak saran kelompok Pokkdakan Sidomulyo berjumlah 30 orang.Metode pengabdian masyarakat dengan penyuluhan dan demplot polikultur ikan bandeng dan dan rumput laut jenis Sargasum sp .prinsip kerjanya teknologi menerapkan teknologi polikultur budidaya secara bersamaan yaitu jenis Ikan bandeng, dan rumput laut Sargasum sp baik di tengah petakan tambak maupun seluruh tanggul yang mengelilingi petakan tambak. Dengan sistem semi intensif.Padat tebar ikan bandeng 10 ekor per m2 dan rumput laut bobot 150 g dipasang dengan metoda long line sistem dengan diikat pada tali dipasang melintang di tambak pada jarak 25 cm antar rumpun ikatan Sargasum sp.Hasil kegiatan etelah dipelihara 60 hari panen ikan bandeng sebanyak 485,76 kg perpetak 2500 m2 atau 1.943,04 kg/hektar dan rumput laut Sargssum sp dengan rumput laut Sargassum Sp naik menjadi 28.85% (pertumbuhan rata rata dengan kelulushidupan 90% (1038,600 kg/petak/2500 m2 atau per hektar 4.154,4 kg/hektar ) per petak tambak ukuran 2500 m2.naik 213,81 %.
Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Afrianto, E dan Evi Liviawaty. 1989. Budidaya Rumput Laut dan Cara Pengolahannya. Bhratara. 63 hlm
  2. Angka, S.L. dan Maggy. Suhartono. 2000. Bioteknologi Hasil Laut. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 138 hlm
  3. Anwar, L. O., Rita, L. dan Rosmawati. 2016. Manfaat Anggur Laut (Sargasum) Dan Penanganannya Dengan Melibatkan Masyarakat Pantai Di Desa Rumba-Rumba. Seminar Nasional dan Gelar Produk
  4. Aslan, L.M. 2003. Budidaya Rumput Laut. Kanisius, Yogyakarta. 114 hlm
  5. Aslianti, T. dan Z. Imran. 1993. Kombinasi Makanan Alami dan Buatan pada Pemeliharaan Ikan Bandeng (Chanos chanos). Jurnal Penelitian Budidaya Pantai. Departemen Pertanian. Jakarta. Hlm 12-14
  6. Bautista,M.N. 1994. Feed and Feeding of Milkfish, Nile Tilapia, Asia Sea Grass and Tiger Shrimp. Feed Development Setion SEA FDEC, Aquaculture Departement. Tigbauan, Iloilo. Phillipines. pp 61-64
  7. Boyd, H.E. Burgess., Pronek and Walls. 1982. Water Quality in Warm Water Fish Pond. Auburn University. Aquaculture Experiment Station . Auburn. pp 75-80
  8. Critchley, J and S. Ohno. 1998. The Literature Apertinent to The Red Algae Genus Gracillaria In Hawaii. Marine Agronomi U.S. Sea Grant Program, Hawaii : 339 p
  9. Damanik, E.R. 2004. Pengaruh Suplementasi Vitamin E pada Pakan Segar Terhadap Produksi Telur dan Daya Tetas Telur Induk Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata Bleeker). 58 hlm
  10. De Silva, S.S. and T.A. Anderson. 1995. Fish Nutrition in Aquaculture. Chapman and Hall. New York. 319 pp
  11. Departemen Kelautan dan Perikanan. 2001. Teknologi Budidaya Rumput Laut (Kappaphicus alvarezii). Balai Budidaya Laut, Lampung. 59 hlm
  12. Departemen Pertanian. 1998. Budidaya Rumput Laut. Direktorat Bina Produksi Dirjen Perikanan, Jakarta. 25 hlm
  13. Djajasewaka, H. 1985. Pakan Ikan. CV Yasaguna. Jakarta. Hlm 23-29
  14. Effendie, M.I. 1979. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Dewi Sri. Bogor. 325 hlm
  15. Ginting E. S., S. Rejeki, T. Susilowati. 2015. Pengaruh Perendaman Pupuk Organik Cair dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Caulerpa Lentillifera). Journal of Aquaculture Management and Technology. 4(4): 82-87
  16. Gufron, M. 1997. Budidaya Ikan Bandeng dan Kepiting di tambak Polikultur. Dahara Prize. Semarang. 45 hlm
  17. Guo, H., J. Yao., Z. Sun and D. Duan. 2014. Effect of Temperature, Irradiance on the Growth of the Green Alga Caulerpa lentillifera (Bryopsidophyceae, Chlorophyta). J Appl Phycol. 27(2) : 879-885
  18. Halver, J.E. 1980. Fish Nutrition. Academic Press Inc. New York. 711 pp
  19. Halver, J.E. and T, Lovell. 1989. Nutrition and Feeding of Fish. Van Nostrand Reinhold. New York. pp 269-274
  20. Hepher, B. 1988. Nutrition of Pond Fishes, Formerly of Fish and Aquaculture Research Station. Cambridge. University Press. 385 pp
  21. Hidayat, A. 1994. Budidaya Rumput Laut. Usaha Nasional, Surabaya. 96 hlm
  22. Huet, M. 1971. Fish Culture, Breeding and Cultivation of Fish. Fishing New (Books) Ltd. London. pp 251-262
  23. Kompiang, I.P. 1990. Pakan Ikan / Udang; Persyaratan dan Teknologi Pembuatannya. Makalah Seminar Ilmu dan Teknologi Pakan Ikan / Udang. UNDIP. Semarang. 90 hlm
  24. Maurice, E. Stansby. 1990. Fishoils in Nutrition. Van No Strand Reinhold. New York. pp 56- 61
  25. Meiyana, M, Evalawati, Arief Prihaningrum. 2001.Teknologi Budidaya Rumput Laut (Kappaphicus alvarezii). Balai Budidaya Laut, Lampung. 59 hlm
  26. Mintardjo dan Minjoyo. 1992. Suatu tinjauan Tentang Teknologi Produksi Jenis Rumput Laut Tropis yang Bernilai Ekonomis. Balai Budidaya Air Laut, Lampung. 65 hlm
  27. Mubarak, H. 2001. Budidaya Produksi Rumput Laut : Permasalahan dan Prospeknya. Makalah Diskusi Panel Pengembangan Industri Pengolahan Rumput Laut. BPPT, Jakarta. Hlm 11
  28. Mulatsih, S., N.U. Hartanti., dan Narto. 2012. Peranan Rumput Laut sebagai Biofilter terhadap Peningkatan Kualitas Perairan dengan Skala Laboratorium. Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes
  29. Murdjani, M. 1998. Budidaya Rumput Laut. Balai Budidaya Laut, Lampung. 59 hlm
  30. Muslimin., dan W. W. K. P. Sari. 2017. Budidaya Rumput Laut Sargassum Sp. Dengan Metode Kantong Pada Beberapa Tingkat Kedalaman di Dua Wilayah Perairan Berbeda. Jurnal Riset Akuakultur. 12(3): 221-230. e-ISSN 2502-6534
  31. Pakidi, C. R., dan H. S. Suwoyo. 2016. Potensi dan Pemanfaatan Bahan Aktif Alga Coklat Sargassum sp. Octopus Jurnal Perikanan. 5(2): 488-498
  32. Prichatin, A. 1997. Pemberian Kandungan Minyak Kedelai Pada Pakan terhadap Pertumbuhan dan Sintasan larva Bandeng (Chanos chanos). Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UNDIP. Semarang. 70 hlm
  33. Sahwan, M. F. 1999. Pakan Ikan dan Udang. Penebar Swadaya. Jakarta. Hlm 10-11
  34. Soegiarto, A., Atmadja Sulistijo, dan H. Mubarak. 1998. Rumput Laut (Algae). Lembaga Oseanologi Nasional-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LON-LIPI), Jakarta. 128 hlm
  35. Squibb. 1987. Fish and Invertebrate Culture, Second Edition. United Nation of America. pp 100-102
  36. Steffens. 1989. Principle of Nutrition. Ellis Horwood Limited. England. pp 209-233
  37. Stickney, R.R. 1979. Principle of Warm Water Aquaculture. John Weley and Sons Inc. New York. pp 223-229
  38. Sujatmiko, W dan W.I. Angkasa. 1997. Teknologi Untuk Negeri. Teknik Budidaya Rumput Laut dengan Metode Tali Panjang. BPP Teknologi, Jakarta. Hlm 27 – 41
  39. Sulistijo. 1996. Budidaya Rumput Laut. Workshop Budidaya Laut. Proyek Pengembangan Teknik Budidaya Laut. Bandar lampung, Lampung. 21 hlm
  40. Suyoto. 2001. Studi Perbandingan Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii Doty pada Berbagai Jarak Tanam dengan Metode Apung di Perairan Nusakambangan, Cilacap. Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. 53 hlm
  41. Tacon. 1987. Nutrition and Farmed Fish and Shrimp. A Training Manual. The Essential Nutrients Food anf Agricultural Organization of the United Nation. Brasillia. Brazil. 117 pp
  42. Zonneveld, N. E., A. Huisman dan J.H Boon. 1991. Prinsip-prinsip Budidaya Ikan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 318 hlm

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.